PUISI

Puisi: Puncak Kehancuran

0
Puncak Kehancuran Hari demi hari terus berotasiKesibukan membuat kisah kita terabaikanNotifikasi di handphone kembali sepiPesan...

Puisi: Laut

CERPEN

Cerpen: Harapan Atan

0
Riausastra.com - Atan terbangun ketika suara Tek Yung menjerit di luar kamar. Dengan rasa...

Cerpen: Roti Kartini

Cerpen : Salah Aku, Apa?

Cerpen: Penumbai Madu

ESAI

TERBARU

POPULER

PILIHAN

IKUTI KAMI

0FansSuka
0PengikutMengikuti
43,200PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Puisi : Aspirasiku

Aspirasiku Ini aspirasiku!Bukan puisi sembarang puisi! Ini deritaku!Bukan asap sembarang asap! Puisi-puisiku takkan henti!Sebelum asap mati!Lenyap bersama yang menikmati!!! Seperti yang berlaluTernyata kau (asap) tak pernah usai!!!!

Analisis Struktural dan Psikosastra Terhadap Film “Eat Pray Love”

Riausastra.com - Analisis Struktural dan Psikologi Sastra telah dilakukan pada karya sastra berupa film dengan judul “Eat Pray Love” karya Ryan Murphy. Dari semua analisis tersebut dapat diterapkan teori struktural untuk menelaah unsur-unsur instrinsik...

Puisi : Perkembangan yang Dinanti

Perkembangan yang Dinanti Ini adalah cerita sebuah perkembanganSetiap menit, setiap waktuSenantiasa dipantauDemi apa? Demi hak asasi hidup manusia Ini adalah sebuah perkembangan yang dinantiBukan perkembangan seorang bayiDari merangkak, dinanti hingga bisa berlari Bukan pula perkembangan sebuah bisnisDari...

Hakikat Diri Adalah Menemukan Kebahagiaan

Riausastra.com - Setiap jiwa yang tersemat pada diri masing-masing insan,pasti punya eksistensi tersendiri. Eksistensialisme yang terbangun atas dasar harapan, impian,dan kenyataan. Itulah yang dinamakan dengan hidup. Sehingga,tak heran bila ia pasti punya arah dan...

Puisi : Penari Zapin

Penari Zapin Kami menari dengan jiwaMenghiasi panggung gertak irama MelayuLemah gemulai jemari diayunLaksana dua insan yang sedang menikmati rasa Kami menari di tengah kotaZapin indah persembahan untuk tuan dan puanMenari hingga di ujung waktuTak lekang, walau...

Puisi : Dia

Dia Setelah dia pergi beberapa saat Meninggalkan cerita yang takkan berpangkal berujung Kuterima dengan bahagia "Selamat jalan," ucapku Eh, dia datang lagi Asap!

Puisi : Minara, Antara Bukit Karamuntiang dan Bumi Bertuah

Minara, Antara Bukit Karamuntiang dan Bumi Bertuah Bukit Karamuntiang: Selaksa hamparan putih terbentang Menutup sebagian kaki bukit yang menjulang Sayup-sayup disentuh angin subuh Teduh Kusimpan cerita manis bersama mentariHijau bukit menyejukkan pandanganPanorama megah bestariSempurnaMahakarya Pemilik semesta Ada...

Puisi : Minara, Si Pencuri Hati

Minara, Si Pencuri Hati Kembali berpapasan dengan Minara di siniTersenyum di sela-sela bukit yang menghijauDaun-daun mekarBasah disiram gerimis yang bertandang Kudapati Minara di siniBetul-betul telah mencuri hatikuMudah sekali kutemui ia di siniMenatapnya yang syahdu, sambil kuturuni...