Cerpen: Pesan Berwarna Darah

1
Benarkah orang yang melakukan kebaikan selalu dikatakan orang baik? Benarkah orang yang melakukan kejahatan selalu dikatakan orang jahat? Bagaimana pula halnya dengan orang yang selalu menjunjung tinggi nilai kejujuran, tetapi tetap dikatakan sebagai seorang...

Cerpen: Dialog Senja antara Lautan, Pantai dan Angin

0
Riausastra.com - “Aku cemburu pada pantai,” ujar Lautan mengadu pada Angin. Tubuhnya memancarkan keindahan yang teramat cantik, hingga penghuni daratan berduyun-duyun menikmati terik matahari bersamanya. Angin yang lembut membelai lautan itu membalas “Kenapa kau masih saja...

Cerpen: Lirik Aku dengan Rasa Sekejap Saja

0
Riausastra.com - Apakah makna mencintai? Yesa, teman yang aku cintai sejak bangku Sekolah Menengah Atas, selalu marah mendengar jawabanku : Mencintai adalah bahasa sepi yang sayup bersenandung di ruang gelap hatiku ketika bersamamu. Yang...

Cerpen: Cik Puan Nora

0
“sungailah jantan airnya dalamdisitulah lubuk si ikan kasauhati menahan rindu dan dendamhendak mengadu dimana engkau” Riausastra.com - Cik Puan Nora mengingat-ingat kisah dan senandung Abahnya itu setiap malam terang, setiap purnama mengambang di pesisir timur...

Cerpen: Ikrar Cinta di Jembatan Tengku Agung Syaifah Latifah

0
Riausastra.com - Subuh yang begitu indah membuat pikiran dan hati tenang. Tidak ada lagi kekacauan atau amukan dari garangnya ombak yang menerjang. Malam itu menjadi saksi atas purnama yang tak lagi bernama. Atas kisah...

Cerpen: Dipotong Setengah

0
aturan adalah aturanbagi siapa saja yang melanggarsiap-siap jungkir balik Riausastra.com - 08.00 WIB bagi setiap orang adalah waktu dimulainya kehidupan nyata. Sebab, hampir setiap warga kota hanya memiliki kesempatan sedikit untuk menikmati yang bukan nyata:...

Cerpen: Pencarian Ibu

0
Riausastra.com - Baru lewat tengah hari ketika Sumi harus mengakhiri pekerjaannya di tengah kota. Seorang tetangganya menelepon dan mengabarkan kalau Romi, anak semata wayangnya, tengah berada di puskesmas. Anaknya yang duduk di kelas 3...

Cerpen: Kata Ibu, Adikku adalah Anugerah

0
Riausastra.com - “Ibu ….” Bocah laki-laki yang masih mengenakan seragam sekolah dasar pulang dengan isakan tangis dan langsung menghadap Ibunya. Sang Ibu—Ratih, mendekati putranya. Ia menekuk lutut menyejajari tinggi badan bocah laki-laki itu. “Kenapa, Nak?” tanyanya dengan...

Cerpen: Tepuk Tepung Tawar

0
Riausastra.com - Ara berlari menyusuri tepian Sungai Jantan yang airnya sedang tidak tenang sore ini. Gadis yang mengenakan gamis berwarna merah jambu dan kerudung abu-abu itu, terus berlari hingga matanya menemukan lelaki berseragam cokelat...

Cerpen: Perempuan yang Tergila-gila pada Ponselnya

0
Riausastra.com - Pukul satu dini hari. Aku sudah lelah, tetapi kedua mataku enggan tuk terpejam. Kepalaku terasa sangat penuh. Cerita yang kudengar dari seorang kawan di kantor membuatku tak bisa tidur. Sementara itu istriku...

TRENDING TOPIK