Cerpen: Perempuan yang Tergila-gila pada Ponselnya

0
Riausastra.com - Pukul satu dini hari. Aku sudah lelah, tetapi kedua mataku enggan tuk terpejam. Kepalaku terasa sangat penuh. Cerita yang kudengar dari seorang kawan di kantor membuatku tak bisa tidur. Sementara itu istriku...

Cerpen: Ketegoran

0
Riausastra.com - “Dingin kalilah, wei,” ucap Kak Jogina sambil berusaha memeras roknya yang basah kuyup. “Tondi! Udah lengkapnya Dek semua terevakuasi?” tanya Kak Nauli sambil mendiamkan anaknya yang rewel sejak tadi. Perut anak itu mules,...

Cerpen: Lelaki Tua dan Lima Orang Cucunya

0
Riausastra.com - Lelaki tua berambut putih bercengkerama dengan cucu-cucunya yang lima orang. Dua lelaki dan lainnya perempuan. Masing-masing anaknya yang lima telah menyumbang seorang cucu padanya. Begitu gaduh suasana yang ditimbulkan oleh kelima anak berumur...

Cerpen: Gerimis Membasuh Tangis

0
Riausastra.com - Malam ini, adalah malam yang sakral bagiku, malam di mana mata ini bisa menatapmu untuk yang kesekian lama tidak berjumpa. Sama sekali aku tidak menyangka, pembicaraan itu pembicaraan paling nikmat yang pernah ia...

Cerpen: Padang Harapan

1
Riausastra.com - Miranti masih asyik mendengarkan lagu kesukaannya sambil bersandar di kusen jendela. Hujan yang baru saja reda membuatnya ingin berlama-lama di sana. Gadis berusia enam belas tahun itu memang sangat suka dengan bau...

Cerpen: Red Bus Menuju London Eye

0
Riausastra.com - Perjalanan ini telah lama aku idam-idamkan. Sederhana saja, dengan naik Red Bus aku dan sekawanan mahasiswa Asia mengelilingi Kota London. Dari bus double-decker raksasa berwarna merah ini, aku bisa melihat jalanan kota...

Cerpen: Matinya Seorang Dukun

0
Mula-mula perempuan muda berhidung mancung dan berambut lencang itu mencoba berdandan. Memoleskan bedak ke seluruh wajahnya. Kemudian, menyembulkan mulut dan memperayu bibirnya dengan lipstik merah ranum. Lalu, ia senyum-senyum sendiri dan dipuncaki dengan menciumi...

Cerpen: Yang Tak Pernah Selesai, Setelah Perpisahan

0
Riausastra.com - Siang telah usai. Matahari yang semula tampak condong perlahan mulai tenggelam secara diam-diam. Rona-rona berwarna jingga di langit membuat mata seolah dimanjakan. Di sebuah warung tempat biasa nongkrong. Aku dan gadis pujaan hatiku...

Cerpen: Syarat Duniawi

0
Riausastra.com - “Kita telah berhasil, Kawan,” kata Maman, sesaat setelah sahabatnya, Reza, datang dan duduk di sampingnya. Reza pun tersenyum. “Kalau keadaan ramai terus seperti ini, atau lebih ramai lagi, kita harus menyusun rencana untuk...

Cerpen: Marsitungkolan

0
Riausastra.com - Malam ini, langit Kota Sidimpuan laksana sebuah ruang hening di antara gugusan gemintang. Pekatnya hari telah menjanjikan pergantian waktu. Seperti tak berdaya, insan terbuai dalam mimpi-mimpi panjang tak berpangkal dan tak berujung. Salah...

TRENDING TOPIK

Puisi: Segelas Wedang Jeruk

Seperti Akasia

Puisi: Mengingatmu

Puisi: Bahadur