Cerpen: Sebut Aku Babat
Riausastra.com - Aku memiliki tekstur yang aneh, melekat erat di dinding lambung seekor sapi. Sepanjang hewan ini hidup, tugasku tidak pernah berhenti. Bahkan saat...
Cerpen: Tuk Karim dan Kambing yang Terlepas
Hari raya kurban tinggal dua hari lagi. Kampung Sungai Pagar sudah mulai ramai dengan berbagai persiapan penyambutan Idul Adha tahun ini. Begitu juga dengan...
Cerpen: Matkuteng, Penjagal dari Kampung Selatan
Riausastra.com - Matkuteng adalah namanya. Dikenal sebagai penjagal sapi yang tersohor dari Kampung Selatan.
Setiap Idul Adha, Matkuteng selalu menjadi pemotong hewan yang amat laris...
Cerpen: Terusir dari Kampung
Ini kisahku bersama anak lelaki-ku satu-satunya. Kisah yang akan kuceritakan padamu,- yang mungkin sewaktu-waktu dapat membuka mata hatimu. Juga mata hati orang-orang yang peduli...
Cerpen: Sejumput Kebahagiaan
Riausastra.com - Angin sepoi-sepoi yang berhembusan membuat suasana begitu menenangkan, bunga itu bermekaran dengan indah, wanginya yang semerbak, sungai yang mengalir.
Suara yang begitu dirindukan...
Cerpen: Kelekak Terakhir
Riausastra.com - Saat cahaya matahari mulai memanjat kaki langit, aku tiba di Kelekak Ayah yang berada tak jauh dari rumah kami. Tepatnya di ujung...
Cerpen: Sang Wisnu Tiwikrama
Riausastra.com - Airlangga termangu. Kemegahan Kadhaton Mḍang yang beberapa waktu lalu dipenuhi lautan manusia pada pesta pernikahan anak raja, mendadak lengang. Sunyi, seperti sebuah...
Cerpen: Tangan yang Tak Pernah Lepas
Riausastra.com - “Allahu Akbar...Allahu Akbar”
Lantunan adzan subuh berkumandang.
Di gubuk tua seorang pemuda bangun dari tempat tidurnya. Berjalan perlahan menuju sumur, lalu membasahi wajah yang...
Cerpen: Berbincang Sumbang
Riausastra.com - Aku duduk sambil menelan bulat-bulat setiap cecar, tepatnya di teras rumahmu yang warna dindingnya mulai pudar. Asal cecar itu dari keluhanmu yang...
Cerpen: Lelaki Berlesung Pipi Itu
Riausastra.com - Angin sore di pinggiran Sungai Siak berhembus membawa aroma tanah basah. Di bawah jembatan Leighton yang kokoh, Aris duduk terdiam. Lelaki itu...




























