sumber foto asli: bertuahpos

Tanah Melayu nan Elok

bila kita telah datang ke tanah ini
jangan lekas beranjak pergi
mari duduk dan berpantun
sahut-menyahut tanda persaudaraan

bila telah duduk di sini
jangan pulang membawa dahaga
sebelum nikmati asem padeh dari kami
akan kita rasakan berbagai rasa
:asam, asin, dan pedas
penggambaran hidup yang selaras

kuahnya kental
laksana budaya dan tradisi tanah ini

bila asam padeh telah sampai di mulut
jangan lekas menelan
resapi tiap rasa yang menyatu dengan lidah

:seperti persatuan tanah ini
menjunjung tinggi harkat martabat diri dan keberagaman

mari pula cicipi tempoyak
rasa khas yang nikmat
melekat dalam ingat

bila usai menikmati hidangan
jangan lupa seduh es laksamana mengamuk
sejuk merasuk hingga ke tulang rusuk

di kota ini akan kita lihat
pohon bakau merambah di tepi pantai
pohon pidada dan parapat
tumbuh merapat
daun nipah melambai di rawa-rawa
menari dengan angin di bawah langit

jembatan-jembatan berbaris sambut menyambut
di bawahnya riak sungai tiada henti
tempat kehidupan para nelayan
melepas peruntungan
di riaknya airnya

berbagai macam ikan tersembunyi
di kayu lapuk juga di akar bakau
berumah di bawah pohon nipah
beranak pinak

ikan sembilang, baung dan udang
dengan jenis ikan sungai tak terbilang
hidup di riak air yang tenang
Dari hulu ke hilir, menuju muara

Deras dan riak sungai
:bukti kehidupan berlanjut, di sungai mungkin tiba masanya surut, kekosongan itu tak kekal, selama jantung sungai tak dibunuh dengan binal

alamnya nan hijau juga damai
selaras dengan hati penuh syukur
nikmat tuhan tak terukur
dalam hidup nan makmur

Riau, 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here