PUISI
Puisi: Karena Emak tak Lagi Punya Kata-Kata
Karena emak tak lagi punya kata-kata
Lelaki muda berwajah cerahDi genggamannya tak luput sepetak gawaiSibuk tak berwaktuDitelan masa disita kesenangan semu
Lelaki itu dibentak emaknyaSecangkir kopi...
CERPEN
Cerpen: Mencari Seonggok Hutan
Apo tando imbo nan dalam (Apa tanda rimba yang dalam)Senggan lutut aungan saap (Hingga lutut arungan sampah (dedaunan))Daun lipai maompang bakal (Daun lipai mengempang...
ARTIKEL TERBARU
Puisi: Gelombang
Gelombang
Kala laut tenang pada suatu saattidak lagi jelas kau lihat warna kehidupan.
Gelombang adalah sahabat akrabyang menghidupkan pantai.
Gelombang adalah ibu kekasihyang mendidik camar pulang melintas...
Puisi: Di Lembah Pasaman
Di Lembah Pasaman
Aku pulangke lembah Pasaman,
di tanah inipernah ada langkah Ayahdan suara Ibu
Kinihanya dua pusarayang dapat kutatap
Ibu,engkau lahir di Rokan Hilirdibesarkan di Selat PanjangDi...
Puisi: Dan Kau
Dan Kau
Dan kau masih berada di sela-sela rambutkuMenggaruk kepalaku hingga akar-akar rambutkuRontok menjadi gumpalan kecil, berserakanDi kasur, pojok kamar serta di sepanjang jalanMenuju arah...
Puisi: Malam Membisu
Malam Membisu
sunyi malamdipecah bisikansekawanan nyamukdi luar kelambu
malam yang butadisangka tuli,rupanya cuma membisudi dalam gelap
Bandar Botanic, Klang, - 30 Agustus 2026.
***
ماالم ممبيسو
سوڽي مالمديڤچهكن بيسيكنسجوانن ڽاموقد...
Puisi: Lengkung Siul Orang Rimba
Lengkung Siul Orang Rimba
Menurun mendakiberliku dalam hatitiap langkah yang engkau tapakimenyusuri belantara sejati
Dari generasi ke generasiberusaha setia pada janjimenjaga wasiat nan hakikimenggenggam pantang tak...
Puisi: Lolong Dunyi Orang Rimba
Lolong Dunyi Orang Rimba
Dedaun gugurUwak-uwak memeluk rantingRatapi sebutik putik keringSayup di puncak dahan
Sepasang rangkong kurus melayapMencari tempat bersarangSayang suaranya tak lagi riangBirahinya pun hampir...
Puisi: Agama di Rumah Agam
Agama di Rumah Agam
tuan-tuan dipersilakan masuksepatu-sepatu mahal tuanmembawa kiblat baharukarpet marhaen tinggal memilih sahajakepada siapa ia perlu berlutut
doa bergayutan di candelierberkilautetapi tidak pernah jatuhke...
Puisi: Luka yang Berulang
Luka yang Berulang
Keelokan telah tersedia oleh alam.Kebaikan yang ada menjadi naungan bagi segala kehidupan.Lantas mengapa dibalas tuba kemurahannya.Simpanan kekayaan sedikit demi sedikit habis.Hasrat melindungi...
Puisi: Dilema Seikhlas Budi
Dilema Seikhlas Budi
bila kau lemah kelaparanaku suapkan sepiring lazatke mulutmu
tika kau kering kehausanaku seduhkan segelas nikmatke tenggorokanmu
tetapi,bila kau tegak dan kuatmengapa kau tergamak meratahsisa-sisa...
Puisi: Luka di Balik Genangan
Luka di Balik Genangan
Air menggenang di sepanjang jalan,membasahi rumah-rumah warga,menyisakan lumpur dan kesedihandi setiap sudut kota.
Hujan turun begitu deras,pohon-pohon tumbang,jalan-jalan berubah menjadi aliran air,dan...
EVENT
BERITA
Riau Sastra Dukung Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026, Azhar Gultom: HPI Adalah Ruang Merawat...
Riausastra.com — Komunitas Riau Sastra turut mendukung dan menghadiri Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2026 yang diselenggarakan Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting di...
Riau Sastra Hadiri Musda FTBM Kota Pekanbaru, Perkuat Sinergi Gerakan Literasi
Riausastra.com - Ketua Riau Sastra, Azhar Gultom, yang mewakili unit program Riau Sastra, TBM Rumah Baca Tuah Negeri, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Forum Taman...
Novel “Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris” Dibedah, Peserta Diajak Menyelami Sejarah Melayu dari...
Riausastra.com – Novel Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris karya Ketua Dewan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau Datuk Rida K Liamsi, menjadi pusat perhatian dalam...
Bedah Buku Rida K Liamsi dan Penjemputan Mahasiswa Magang PBSI FKIP UIR Berlangsung Meriah
Riausastra.com – Kegiatan Penjemputan Mahasiswa Magang PBSI FKIP Universitas Islam Riau (UIR) dan Bedah Buku novel Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris karya Rida...
















































