PUISI
Puisi: Mahligai
Mahligai
Selembayung di ujung atapSuko bayung tanduk buangAtap pertanda memuji alamMahligai Melayu indah hunian
Pucuk pakis pucuk pakuTanaman liar di tanah MelayuMenjadi lambang kehormatanBermarwah pemilik mahligainya
Selaso...
CERPEN
Cerpen: Bersarak serasa Hilang, Bercerai serasa Mati
Riausastra.com - Aisyah duduk di sisi tingkap biliknya. Sambil memandang jauh ke luar, sang suria yang biasanya menyinari mayapada dengan hangat kini tersembunyi di...
ARTIKEL TERBARU
Syair: Petuah Budiman
Syair Petuah Budiman
Tatkala fajar menyingsing terangBurung berkicau di hujung karangHidup manusia janganlah sebarangBudi dipelihara sepanjang petang
Jika berkata timbangkan lidahJangan menggores hati yang gundahLunak bahasa...
Puisi: Senja yang Karam di Sungai Siak
Senja yang Karam di Sungai Siak
Di tepi jembatan sungai Siak,sore meremang dan kita merawat sunyi yang panjang,menatap langit yang menguning,membiarkan riuh kendaraan menjadi simfoni...
Puisi: Laut Abadi
Laut Abadi
Di antara bayang ombak yang tak pernah lelah menghantam pasirAda keikhlasan laut yang jarang diingatDia menguap menjadi hujan untuk bibir yang hausDia mengizinkan...
Puisi: Aku Juga Masih Kecil
Aku Juga Masih Kecil
Aku menerima semuanya tanpa dikupasBeban kian memberatkan pundakkuTak ada pelabuhan untuk bersinggahAku perahu kecil yang buta arah
Aku berusaha bersinar semampukuIngin melihat...
Puisi: Setelah Menjadi Pertanyaan
Setelah Menjadi Pertanyaan
kalau tiada payahhujan tak perlu hadirbiar tak ada biru di lautanpun gunung dan bukit yang tajamatau apa sahajayang kadangkala menyusahkan kita.
jika tanpa...
Puisi: Hampir Bernama
Hampir Bernama
Bukankah angin itu pernah singgah?Membawa hangat yang sulit kutepisLalu mengapa saat pagi meninggiJejaknya luruh tanpa pamit?
Ada kata yang tak sempat tumbuhAda langkah yang...
Cerpen: Ranindia dan Senja
Namaku Ranindia seorang gadis kecil yang suka sekali melihat senja diantara riak gelombang pantai dan suara deburan ombaknya yang selalu mampu aku nikmati. Tapi...
Puisi: Tenungan
Tenungan
Tenungan yang dilepaskan sebagai unggas mengitari matariadalah sepuluh langkah pertama mendepani waktu.
Sayap berat menguak udaradada sesak oleh hempasan kelmarinyang meluru bagai pelurusejak hari-hari dulu.
Tiada...
Puisi: Yang Pulang dari Kuliah Mimpi
Yang Pulang dari Kuliah Mimpi
Seperti rajawalicahaya menerkam malamkuku mencengkam kelamparuhnya mengoyak sepi
Atau sebenarnya; malamadalah jebak paling menggodasetelah mentari menutup pintuia pandai berdustapura-pura sasau dan...
Puisi: Petang yang Menjatuhkan Kata
Petang yang Menjatuhkan Kata
Tiba-tiba senja menjadi mendung pekat. Angin berhembus kencang seperti kalimat. Kata-kata dihimpun di langit ingatan. Petang menjatuhkannya sebagai hujan.
Di beranda, sajak-sajak...
EVENT
BERITA
Riau Sastra Dukung Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026, Azhar Gultom: HPI Adalah Ruang Merawat...
Riausastra.com — Komunitas Riau Sastra turut mendukung dan menghadiri Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2026 yang diselenggarakan Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting di...
Riau Sastra Hadiri Musda FTBM Kota Pekanbaru, Perkuat Sinergi Gerakan Literasi
Riausastra.com - Ketua Riau Sastra, Azhar Gultom, yang mewakili unit program Riau Sastra, TBM Rumah Baca Tuah Negeri, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Forum Taman...
Novel “Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris” Dibedah, Peserta Diajak Menyelami Sejarah Melayu dari...
Riausastra.com – Novel Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris karya Ketua Dewan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau Datuk Rida K Liamsi, menjadi pusat perhatian dalam...
Bedah Buku Rida K Liamsi dan Penjemputan Mahasiswa Magang PBSI FKIP UIR Berlangsung Meriah
Riausastra.com – Kegiatan Penjemputan Mahasiswa Magang PBSI FKIP Universitas Islam Riau (UIR) dan Bedah Buku novel Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris karya Rida...
















































