PUISI
Puisi: Jangan Sampai Hilang
Jangan Sampai Hilang
Jangan sampai hilangBangunan tua ituDari buku sejarah yang kian usang.Biarlah tetap tergenang,meski sebatas bangku sekolahAgar anak cucu kitaMasih bisa menghafal atap masjid...
CERPEN
Cerpen : Salah Aku, Apa?
Riausastra.com - Salah aku, apa? Mengapa harus aku? Kenapa bisa begini, yach?
Beberapa pertanyaan ini singgah
dalam benakku. Banyak hal yang tidak kumengerti. Akan...
ARTIKEL TERBARU
Puisi: Menggila-Gila
Menggila-Gila
Sumuk mencekik membuatku gilaAsap aspal berkilap fatamorganaHimpitan bata beton menjepitSisakan jalan setapak tempat mengais tanahMenuntun jalanku menuju rimba rayaRuang imajinasi sunyi pasti beradaRuang mimpi-mimpi...
Puisi: Pesona Ketabahan
Pesona Ketabahan
: menghayati Surah Yusuf
i.di lembaran surah nan lengkap berkisah —ceritera Yusuf nan indah sempurnacitra seorang nabi berwajah berseridiuji pelbagai dugaan Ilahi.
ii.sebermula tentang mimpi...
Puisi: Sepi Lebuhraya Damansara Puchong
Sepi Lebuhraya Damansara Puchong
(I)Curiga merayap di cermin keretaganjil berkeliaran di tubuh LDPseperti sungai tanpa arussepi tanpa kawanan ikan
(II)Aku memandu perlahanmata hinggap pada langitmasih kekal...
Puisi: Dalam Relung Penantian
Dalam Relung Penantian
Menanticuma pohonan masatika tumbuh sebentar cumapadanya ada dahan memahami
Andai tunas lewat menayang diricepatlah lukiskanbajakan garis garis ikhlasmenyubur pengorbanan
Pada relung redup sekeping hatimengajar...
Puisi: Di Tinta Emas Biru
Di Tinta Emas Biru
Dalam tamasya aku melambaiDi ujung senja yang piluDi bawah sumbuAku meneteskan air mataku
Merenung di tinta emas biruBerdenyut nadiku mulai bekuNampak jiwa...
Puisi: Aku Mahu Menyendiri dalam Sunyi Sepimu
Aku Mahu Menyendiri dalam Sunyi Sepimu
Aku mahu menyendiri dalam sunyi sepimuinginku dengar alir dari sumur jernih di tanganmu.
Setiap hari kebisingan tercipta dari batu dan...
Puisi: Kau yang Sederhana
Kau yang Sederhana
Sederhananya dirimu kelopak kambojaGugur melambai di sudut halamanLewat kabar yang tak lagi ditanyakanatau rindu yang sering diabaikan
Sederhananya kau bunga mawarTipis harum hadirmuhanya...
Puisi: Arafah
Arafah
Terlentang akudi dada Arafahdi celah lautan manusiadan langit yang seolah terlalu hampiruntuk disentuh air mata.
Matahari menggigit kulittetapi dosa-dosa lampaulebih membakar jiwa.
Di sekelilingkulautan ihram putihmengalir...
Cerpen: Tuk Karim dan Kambing yang Terlepas
Hari raya kurban tinggal dua hari lagi. Kampung Sungai Pagar sudah mulai ramai dengan berbagai persiapan penyambutan Idul Adha tahun ini. Begitu juga dengan...
Cerpen: Matkuteng, Penjagal dari Kampung Selatan
Riausastra.com - Matkuteng adalah namanya. Dikenal sebagai penjagal sapi yang tersohor dari Kampung Selatan.
Setiap Idul Adha, Matkuteng selalu menjadi pemotong hewan yang amat laris...
EVENT
BERITA
Riau Sastra Gelar Telusur Kultur, Peserta Susuri Jejak Sejarah Kota Lama Pekanbaru
Riausastra.com — Riau Sastra sukses menyelenggarakan kegiatan Telusur Kultur: Menyusuri Jejak Sejarah Kota Lama Pekanbaru pada Ahad (7/6/2026). Kegiatan yang diikuti puluhan peserta ini...
Santri Kelas Akhir KMI Pondok Pesantren Al Amin Siak Kunjungi Riau Sastra
Riausastra.com - Sebanyak 28 santri Kelas Akhir KMI Pondok Pesantren Al Amin bersama tiga guru pendamping melakukan kunjungan edukasi ke Sekretariat Riau Sastra, Sabtu...
Riau Sastra Terima Mahasiswa Magang FKIP Universitas Islam Riau
Riausastra.com - Riau Sastra menerima kedatangan delapan mahasiswa magang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau (UIR) dalam kegiatan serah terima...
Bincang Sastra “Ruang Binar” Kupas Nilai Empati dalam Kumpulan Cerpen Takjil
Riausastra.com - Program bincang sastra Ruang Binar kembali menghadirkan diskusi menarik seputar karya sastra kontemporer. Dalam episode terbaru, Wilda Sri Hastuti Handayani Piliang hadir...
















































