PUISI

Puisi: Batang Kampar

0
Batang Kampar Pada pekatnya alir batangmuAku menciumi bau amis dari jala-jala kehidupanUrat dan keringat yang sengalNadirmu bertahan pada syair dan syiar Aku masuk dalam tambak-tambak yang...

CERPEN

Cerpen: Sesuatu yang Mudah Terlupa

0
Riausastra.com - Fajar sudah mula menarik tirai. Memercik bauran warna lembayung, kirmizi dan tarum antara mega-mega yang baru terjaga. Bunyi mergastua dan serangga kecil...

ESAI

ARTIKEL TERBARU

Puisi: Bendera Usang dan Seorang Kakek Bungkuk

0
Bendera Usang dan Seorang Kakek Bungkuk Di depan sebuah rumah berdinding kayu tanpa catTegak seorang lelaki berambut perak berkulit kendurDengan sebilah parang, sebiji martil, dan...

Puisi: Sebuah Upaya Merayakan Air Mata

0
Sebuah Upaya Merayakan Air Mata Di pelipis senja, air mata menyalakan lilinyang tak pernah diajarkan matahari. Kita bersujud kepada lukasebab hanyalah benih yang retaksebelum berjalan menuju...

Puisi: Sepucuk Surat kepada Kekasih untuk Merayakan Kemerdekaan

0
Sepucuk Surat kepada Kekasih untuk Merayakan Kemerdekaan Puan, di langit merah-putih hari iniaku titipkan namamu pada angin yang sedang merdekasebab cinta ialah tanah air keciltempat...

Puisi: Kelapangan

0
Kelapangan Dari luar tingkap yang tepatmenghadap senja, azan maghribpun berkumandang. Bunga-bunga dan dedaunangugur; penderitaan hidupsemakin berangsur. Aduhai, hati teramat tenang saatdengan penuh khusyuk kau bacakansebuah firman: “Bersama kesulitan...

Puisi: Kemarau Bertandang

0
Kemarau Bertandang Sore hari penuh gelisah. Kawanan burung kutilangbeterbangan di atas kepalaku,mematuk biji-bijian yangmasih setengah matang,dan air tiada mengalir. Sore hari penuh gelisah. Sungguh, adakah di selabebatuan kausembunyikanhujan?...

Puisi: Aku, Desa, dan Pelangi

0
Aku, Desa, dan Pelangi Aku ingin kembali ke desauntuk mengukir pohon menjadi pentasbumbungnya daun daun insafberlantaikan embun dari langit tua. Kota telah menjadikan aku rimbabelajar dari...

Puisi: Socrates

0
Socrates Memahami segala kekuranganmuAdalah bukti bahwa sunyi menatap sebelah mata. Aku terpaksa melawan segerombolan lelahHanya ingin dapat meski tanpa semangatAgar kelak tubuh tak berkelahiDi tengah kesunyian...

Puisi: Pertemuan Ujung Juli

0
Pertemuan Ujung Juli Kabut berpendar pelanSementara hati telah berkecamuk kesalArak-arakan angan meraih-mu lindap tanpa sempat terluahTiada sesiapa yang tahu, bahkan daun dengarkuLarik itu, tak layak...

Puisi: Terbazir

0
Terbazir Seperti suara daun kala ributterbazir setelah diamtetap tak terpakai celoteh kala terpulas dan terlempar. Jauh di bawah batumata airsenyap-senyap sampai kepada alursaat kemarau mengisi sungai. Nanti...

Puisi: Rusak Terbahak

0
Rusak Terbahak Dahulu kala orang melawakSampai lelah terbahak-bahakSekarang banyak orang melawakSendirian dia terbahakOrang-orang bertoga hitam melawakCongkak muka bertabur bedakPara politikus melawakJanji terdepan ngakak terdepakAku perlahan...

EVENT

POPULER

BERITA

Riau Sastra Dukung Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026, Azhar Gultom: HPI Adalah Ruang Merawat...

0
Riausastra.com — Komunitas Riau Sastra turut mendukung dan menghadiri Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2026 yang diselenggarakan Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting di...

Riau Sastra Hadiri Musda FTBM Kota Pekanbaru, Perkuat Sinergi Gerakan Literasi

0
Riausastra.com - Ketua Riau Sastra, Azhar Gultom, yang mewakili unit program Riau Sastra, TBM Rumah Baca Tuah Negeri, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Forum Taman...

Novel “Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris” Dibedah, Peserta Diajak Menyelami Sejarah Melayu dari...

0
Riausastra.com – Novel Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris karya Ketua Dewan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau Datuk Rida K Liamsi, menjadi pusat perhatian dalam...

Bedah Buku Rida K Liamsi dan Penjemputan Mahasiswa Magang PBSI FKIP UIR Berlangsung Meriah

0
Riausastra.com – Kegiatan Penjemputan Mahasiswa Magang PBSI FKIP Universitas Islam Riau (UIR) dan Bedah Buku novel Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris karya Rida...

BLOG