PUISI
Puisi: Senandung Laut Melayu
Senandung Laut Melayu
Melayu takkan pernah layu,meski zaman mengukir alur baruSyair kudendang di riuh buih,zapin bernyanyi di lautan jernih,Dalam pelukan pantai, hutan bakau melambaimelukis jejak...
CERPEN
Cerpen: Marsitungkolan
Riausastra.com - Malam ini, langit Kota Sidimpuan laksana sebuah ruang hening di antara gugusan gemintang. Pekatnya hari telah menjanjikan pergantian waktu. Seperti tak berdaya,...
ARTIKEL TERBARU
Puisi: Kota yang Kini Tinggal Kenangan
Kota yang Kini Tinggal Kenangan
Aku pernah ke sini dulukota ini seakrab denyut nadilangit, matahari, bulan dan rumputnyamenulis makna pengalaman hidup.
Masa memisahkan dan tiba-tibaingatan menjemput...
Puisi: Gonggongan Anjing
Gonggongan Anjing
Ia berjalan seperti gonggongan anjingMenarik perhatian keledai untuk memekikMembuat diriku panik tak tau arahMenyaksikan sandiwara yang berujung salah
Diamlah kau berisik diberi penjelasanDi depan...
Puisi: Tangis Kilau Sutan Benai
Tangis Kilau Sutan Benai
Angin tua merintih sendirianMembawa kisah hampir pergiTentang pusaka mulai dilupakanOleh zaman terus berlari
Baju barantai bertaut besiDulu disanjung seluruh negeriKini tergantung sunyi...
Puisi: Meneroka Tuah di Jantung Telaga Air Merah
Meneroka Tuah di Jantung Telaga Air Merah
di pelipis waktu yang purba,sunyi menjajah, menenun belukar jadi bualan soal bunian,malam-malam di Tanjung* dahulu adalah labirin tak...
Puisi: Peran Topeng-Topeng
Peran Topeng-Topeng
sambil menjerit,rembulan meminta dipulangkan malamkepada siang.
siang dikembalikanoleh matahari,kepada duniawi.
dan bayang bayang manusiamenjadi mimpidi ladang maknawi.
siapakah yang lebih berani?,memujuk angin berhentidan membiarkan cahayamenjadi misbahyang...
Puisi: Jerat Layar Kosong
Jerat Layar Kosong
Di antara piksel-piksel yang menariKesepiannya sedalam palungWaktu meleleh bagai lilinTerjebak dalam labirin digital
Matanya terpaku pada layarBagai burung hantu memburu mangsaJari-jarinya menari di...
Puisi: Pengakuan di Idul Adha
Pengakuan di Idul Adha
Kidung sunyi bersenandung di langit KhatulistiwaAwan berarak perlahan menghitung bilangan waktuPada hati yang merinduPada diam paling bekuTak serupa dengan isi benak...
Puisi: Rehatlah Bintang
Rehatlah Bintang
Rantai kian erat melilit leherkuLidahku buntung tanpa di potongTak ada yang bisa ku utarakanHanya pikiran yang senantiasa ricuh menyuarakan keinginan
Yang akhirnya tumpah melalui...
Cerpen: Ada Cerita Penebuk
Riausastra.com - Malam-malam di Desa Lilot berubah menjadi sangat mencekam. Matahari selalu pamit dengan rasa waspada yang tak tertahankan. Jadwal mengaji anak-anak yang tadinya...
Puisi: Darah
Darah
Kita mungkin berbezabahasa ras dan agamaTapi darah kita tetap samaMerah warnanyaManusia selalu alpa dan lupaDarah boleh menyatukan semuaDi saat genting merajut nyawaTidak dinamakan darah...
EVENT
BERITA
Bincang Sastra “Ruang Binar” Kupas Nilai Empati dalam Kumpulan Cerpen Takjil
Riausastra.com - Program bincang sastra Ruang Binar kembali menghadirkan diskusi menarik seputar karya sastra kontemporer. Dalam episode terbaru, Wilda Sri Hastuti Handayani Piliang hadir...
Ruang Binar Angkat Isu Aksara Arab Melayu, H. Ayat Cahyadi Tekankan Penguatan Identitas Budaya
Riausastra.com - Komunitas Riau Sastra kembali menghadirkan ruang diskusi publik melalui program Ruang Binar dengan mengangkat tema “Aksara Arab Melayu: Akar Identitas atau Sekadar...
Riau Sastra Audiensi dengan Anggota DPRD Riau H. Ayat Cahyadi, Dorong Penguatan Literasi Arab...
Riausastra.com - Komunitas Riau Sastra melakukan audiensi dengan anggota DPRD Provinsi Riau dari Komisi I, H. Ayat Cahyadi, di Kantor Fraksi PKS DPRD Provinsi...
Ruang Binar Gelar Bincang Penulis Buku Upa-Upa: Nasihat Cinta di Angkola-Mandailing
Riausastra.com - Ruang Binar, program dari Riau Sastra yang kini bertransformasi menjadi Ruang Bincang Sastra dan Budaya, kembali menghadirkan kegiatan sesi bincang penulis buku...
















































