PUISI

Puisi: Tradisi Badike

0
Tradisi Badike lelaki itu memandang langit hitampada malam berkabut dinginpurnama menampakkan dirihingga desir angin menguraikan kata-katasunyi malam melenyapkan logikamenghadirkan keyakinan akan leluhur daun angin-angin dijalin tujuh...

Puisi: Batang Kampar

CERPEN

Cerpen: Red Bus Menuju London Eye

0
Riausastra.com - Perjalanan ini telah lama aku idam-idamkan. Sederhana saja, dengan naik Red Bus aku dan sekawanan mahasiswa Asia mengelilingi Kota London. Dari bus...

Cerpen: Mukena untuk Ibu

Cerpen: Syarat Duniawi

ESAI

ARTIKEL TERBARU

Puisi: Aku Mahu Menyendiri dalam Sunyi Sepimu

0
Aku Mahu Menyendiri dalam Sunyi Sepimu Aku mahu menyendiri dalam sunyi sepimuinginku dengar alir dari sumur jernih di tanganmu. Setiap hari kebisingan tercipta dari batu dan...

Puisi: Kau yang Sederhana

0
Kau yang Sederhana Sederhananya dirimu kelopak kambojaGugur melambai di sudut halamanLewat kabar yang tak lagi ditanyakanatau rindu yang sering diabaikan Sederhananya kau bunga mawarTipis harum hadirmuhanya...

Puisi: Arafah

0
Arafah Terlentang akudi dada Arafahdi celah lautan manusiadan langit yang seolah terlalu hampiruntuk disentuh air mata. Matahari menggigit kulittetapi dosa-dosa lampaulebih membakar jiwa. Di sekelilingkulautan ihram putihmengalir...

Cerpen: Tuk Karim dan Kambing yang Terlepas

Hari raya kurban tinggal dua hari lagi. Kampung Sungai Pagar sudah mulai ramai dengan berbagai persiapan penyambutan Idul Adha tahun ini. Begitu juga dengan...

Cerpen: Matkuteng, Penjagal dari Kampung Selatan

0
Riausastra.com - Matkuteng adalah namanya. Dikenal sebagai penjagal sapi yang tersohor dari Kampung Selatan.  Setiap Idul Adha, Matkuteng selalu menjadi pemotong hewan yang amat laris...

Puisi: Melukis Masa di Tepi Sungai Jantan

0
Melukis Masa di Tepi Sungai Jantan Apalah arti menungguBagi jiwa yang sepi bersendiriDisapa angin yang menarikan Zapin dalam sunyiHanya sampan-sampan kayu berbilang satu-satuDi Terminal Lama...

Pantun: Mujur

0
Mujur Mujur tuan berkayuh sampanGelombang tinggi dapat ditambatMujur tuan rapuh disimpanHilang pergi dapat di obat Mujur tuan dekat berenangLaut dalam airnya keruhMujur tuan tidak mengenangHati yang...

Puisi: Kota dan Desa

0
Kota dan Desa Kota-kota semrawutSepi pilar penyangga bijakSantun sekering kemarauSeperti benda usang dari planet jauhKebenaran hanya permainanDalam ilmu-ilmu sakti mandragunaSemua terbungkus tumpukan wasangkaJejaring emosi menjadi...

Puisi: Lentera Badai dan Rindu

0
Lentera Badai dan Rindu Ada batasan dalam bersabarKetika angkara murka melampaui batasJangan gentarKita berantas! Ada makna di balik semua ituHakikatnya hikmat menjadi kupu-kupuBak kunang-kunang menjadi lenteraDi...

Puisi: Kota yang Kini Tinggal Kenangan

0
Kota yang Kini Tinggal Kenangan Aku pernah ke sini dulukota ini seakrab denyut nadilangit, matahari, bulan dan rumputnyamenulis makna pengalaman hidup. Masa memisahkan dan tiba-tibaingatan menjemput...

EVENT

POPULER

BERITA

Riau Sastra Terima Mahasiswa Magang FKIP Universitas Islam Riau

0
Riausastra.com - Riau Sastra menerima kedatangan delapan mahasiswa magang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau (UIR) dalam kegiatan serah terima...

Bincang Sastra “Ruang Binar” Kupas Nilai Empati dalam Kumpulan Cerpen Takjil

0
Riausastra.com - Program bincang sastra Ruang Binar kembali menghadirkan diskusi menarik seputar karya sastra kontemporer. Dalam episode terbaru, Wilda Sri Hastuti Handayani Piliang hadir...

Ruang Binar Angkat Isu Aksara Arab Melayu, H. Ayat Cahyadi Tekankan Penguatan Identitas Budaya

0
Riausastra.com - Komunitas Riau Sastra kembali menghadirkan ruang diskusi publik melalui program Ruang Binar dengan mengangkat tema “Aksara Arab Melayu: Akar Identitas atau Sekadar...

Riau Sastra Audiensi dengan Anggota DPRD Riau H. Ayat Cahyadi, Dorong Penguatan Literasi Arab...

0
Riausastra.com - Komunitas Riau Sastra melakukan audiensi dengan anggota DPRD Provinsi Riau dari Komisi I, H. Ayat Cahyadi, di Kantor Fraksi PKS DPRD Provinsi...

BLOG