PUISI
Puisi: Darah Terakhir
Darah Terakhir
1
Tujuh kantong darah, sia-siaTiada satu pun yang cocokAirin semakin melemahParunya…
Ikhtiar ini serasa tiada...
CERPEN
Cerpen: Penumbai Madu
Riausastra.com - Semburat jingga dengan sapuan kemerah-merahan melatari sekawanan keluang yang pulang ke pangkuan...
ESAI
Salawat Dulang sebagai Media Dakwah dan Pelestarian Budaya Minangkabau...
Riausastra.com - Salawat Dulang merupakan salah satu sastra lisan Minangkabau yang memadukan unsur seni, agama, dan budaya dalam satu pertunjukan. Berdasarkan hasil wawancara dengan...
Krisis Membaca di Era Video Pendek
Riausastra.com - Di ruang tunggu, di kendaraan umum, di sela-sela jam istirahat, bahkan beberapa menit sebelum tidur, pemandangan yang sering kita jumpai hari ini...
Mengukir Masa Depan lewat Pojok Baca Nagari Jaho
Riausastracom - Nagari Jaho adalah salah satu nagari yang terletak di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Nagari ini memiliki luas sekitar...
Pilihan Terakhir: Ketika Universitas Bukan Lagi Soal Cita-Cita
Riausastra.com - Hidup di era modern yang penuh dengan tuntutan sosial telah menggeser makna sejati dari pendidikan tinggi. Mayoritas mahasiswa hari ini menempuh kuliah...
Topeng “Mampu” dalam Panggung Pergaulan Mahasiswa
Riausastra.com - Kehidupan mahasiswa tidak hanya diisi oleh aktivitas akademik, tetapi juga interaksi sosial yang cukup tinggi di lingkungan pertemanan. Kenyataan ini sering kali...









































