PUISI
Puisi: Terbakar Udara di Bandar Udara
Terbakar Udara di Bandar Udara
*kepada Sultan Syarif Kasim II
Kuhirup lagiudara yang terbakar di bandar udara ini
Aroma getirmembuncah hingga ke pinggirhingga sungai, hutan, perkebunanjalan, pasar,...
CERPEN
Cerpen: Alam, Malam
Riausastra.com - Aku mampir ke tempat ini mungkin karena aku bandel. Tak mau mendengar saran pemandu, berkali-kali mereka meneriakiku agar aku putar haluan, namun...
ARTIKEL TERBARU
Puisi: Dalam Relung Penantian
Dalam Relung Penantian
Menanticuma pohonan masatika tumbuh sebentar cumapadanya ada dahan memahami
Andai tunas lewat menayang diricepatlah lukiskanbajakan garis garis ikhlasmenyubur pengorbanan
Pada relung redup sekeping hatimengajar...
Puisi: Di Tinta Emas Biru
Di Tinta Emas Biru
Dalam tamasya aku melambaiDi ujung senja yang piluDi bawah sumbuAku meneteskan air mataku
Merenung di tinta emas biruBerdenyut nadiku mulai bekuNampak jiwa...
Puisi: Aku Mahu Menyendiri dalam Sunyi Sepimu
Aku Mahu Menyendiri dalam Sunyi Sepimu
Aku mahu menyendiri dalam sunyi sepimuinginku dengar alir dari sumur jernih di tanganmu.
Setiap hari kebisingan tercipta dari batu dan...
Puisi: Kau yang Sederhana
Kau yang Sederhana
Sederhananya dirimu kelopak kambojaGugur melambai di sudut halamanLewat kabar yang tak lagi ditanyakanatau rindu yang sering diabaikan
Sederhananya kau bunga mawarTipis harum hadirmuhanya...
Puisi: Arafah
Arafah
Terlentang akudi dada Arafahdi celah lautan manusiadan langit yang seolah terlalu hampiruntuk disentuh air mata.
Matahari menggigit kulittetapi dosa-dosa lampaulebih membakar jiwa.
Di sekelilingkulautan ihram putihmengalir...
Cerpen: Tuk Karim dan Kambing yang Terlepas
Hari raya kurban tinggal dua hari lagi. Kampung Sungai Pagar sudah mulai ramai dengan berbagai persiapan penyambutan Idul Adha tahun ini. Begitu juga dengan...
Cerpen: Matkuteng, Penjagal dari Kampung Selatan
Riausastra.com - Matkuteng adalah namanya. Dikenal sebagai penjagal sapi yang tersohor dari Kampung Selatan.
Setiap Idul Adha, Matkuteng selalu menjadi pemotong hewan yang amat laris...
Puisi: Melukis Masa di Tepi Sungai Jantan
Melukis Masa di Tepi Sungai Jantan
Apalah arti menungguBagi jiwa yang sepi bersendiriDisapa angin yang menarikan Zapin dalam sunyiHanya sampan-sampan kayu berbilang satu-satuDi Terminal Lama...
Pantun: Mujur
Mujur
Mujur tuan berkayuh sampanGelombang tinggi dapat ditambatMujur tuan rapuh disimpanHilang pergi dapat di obat
Mujur tuan dekat berenangLaut dalam airnya keruhMujur tuan tidak mengenangHati yang...
Puisi: Kota dan Desa
Kota dan Desa
Kota-kota semrawutSepi pilar penyangga bijakSantun sekering kemarauSeperti benda usang dari planet jauhKebenaran hanya permainanDalam ilmu-ilmu sakti mandragunaSemua terbungkus tumpukan wasangkaJejaring emosi menjadi...
EVENT
BERITA
Santri Kelas Akhir KMI Pondok Pesantren Al Amin Siak Kunjungi Riau Sastra
Riausastra.com - Sebanyak 28 santri Kelas Akhir KMI Pondok Pesantren Al Amin bersama tiga guru pendamping melakukan kunjungan edukasi ke Sekretariat Riau Sastra, Sabtu...
Riau Sastra Terima Mahasiswa Magang FKIP Universitas Islam Riau
Riausastra.com - Riau Sastra menerima kedatangan delapan mahasiswa magang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau (UIR) dalam kegiatan serah terima...
Bincang Sastra “Ruang Binar” Kupas Nilai Empati dalam Kumpulan Cerpen Takjil
Riausastra.com - Program bincang sastra Ruang Binar kembali menghadirkan diskusi menarik seputar karya sastra kontemporer. Dalam episode terbaru, Wilda Sri Hastuti Handayani Piliang hadir...
Ruang Binar Angkat Isu Aksara Arab Melayu, H. Ayat Cahyadi Tekankan Penguatan Identitas Budaya
Riausastra.com - Komunitas Riau Sastra kembali menghadirkan ruang diskusi publik melalui program Ruang Binar dengan mengangkat tema “Aksara Arab Melayu: Akar Identitas atau Sekadar...
















































