PUISI
Puisi: Seorang Nelayan Miskin di Tepian Sungai Kampar
Seorang Nelayan Miskin di Tepian Sungai Kampar
Angin sore bertiup kencang. Memecah arus sungai mengalir perlahan. Pepohonan kelapa dan durian bergoyang. Di sepanjang tepian bagai...
CERPEN
Cerpen: Penumbai Madu
Riausastra.com - Semburat jingga dengan sapuan kemerah-merahan melatari sekawanan keluang yang pulang ke pangkuan rimba. Matahari pun semakin merangkak. Tiupan angin bantaran Sungai Apit...
ARTIKEL TERBARU
Puisi: Kala Bintang Bersinar
Kala Bintang Bersinar
Kala bintang bersinarlangit mula tersenyumudara menari ceriamengisi sunyi malam
Di tabir alambintang bahagia ditemani bulanberkelip penuh harapanselagi adanya sinaranmupasti bulan setia di sisihidup...
Puisi: Belenggu
Belenggu
Lama aku memandang langitMenyaksikan gemerlap bintang dengan tenangLalu tersadar aku dengan pertanyaan“Bisakah aku menjadi bulan”
Aku menatap pintu-pintu ruangan ituHarapan masa lalu itupun ikut datangDingin...
Puisi: Si Bungsu
Si Bungsu
Ialah si bungsuTerbiasa mengerti segalanyaDijuluki si manjaHanya ingin menang sendiri
Ialah si bungsuSiapa yang ingin tahu lukanyaBermain sendiri pun ia tak apaBerbicara merupakan petaka
Ialah...
Puisi: Dendam
Dendam
secawan dosamanisnya bersemut di dasar hatiditambah sesudu fitnahyang larut tanpa ragu
lidah pun menjadi tuanpercikan kata menjadi baracukup untuk merentungiman yang gementardi kawah nestapa
api pun...
Puisi: Hujan di Dalam Pikiran
Hujan di Dalam Pikiran
Curahan air dari langit menghujani dinding bata merahPintu panggung yang berdiri tegak di tengah selaksa peristiwaSungguh menyita waktuSetiap kepingan tepi lurus...
Puisi: Batuk Marapi
Batuk Marapi
gunung marapi di ranah minangmembawa angin rindu ke telaga dewibiar gigil segala mestiadakah pelangi suatu hari nanti?gunung marapi salam lestariberhentilah batuk berdarahbiarkan luka-luka...
Puisi: Kurengkuh Wajah Ramadan
Kurengkuh Wajah Ramadan
Pada gulita yang gulana jatuh di tubuh semestaMerintih dalam kekuatan pinta, terbiar di antara kepingan kasih yang ternodaJika ini takdir kuketuk pintu...
Puisi: Luka yang Tak Tampak
Luka yang Tak Tampak
Duhai saudaraku….apa yang membuat engkau buta?menjadi sehingga gila harta dan duniabukankah engkau tahu bahwa ini hanya sementara
Duhai saudaraku….bukankah kita sama "hanya...
Puisi: Mata adalah Malapetaka
Mata adalah Malapetaka
Berakhir sudahGoresan menjelma sakit pada air mataKelenjar masa menghardik detik-detikMasih tetap samaMata adalah malapetakaDan telinga adalah kelemahan wanitaGelombang rasa menghantamMenembus dinding iman...
Puisi: Bukittinggi dalam Simfoni
Bukittinggi dalam Simfoni
Jam Gadang,Puncakmu dipeluk lembut kabut pagiKau adalah penjaga janjiDetikmu bukan hanya tempoKaulah denyut nadi jiwa kamiTidak hanya sekadar menaraNamun penjaga rahasia Ranah...
EVENT
BERITA
Riau Sastra Kunjungi Museum Alat Kebesaran Diraja Brunei Darussalam, Perkuat Jejak Budaya Melayu Serumpun
Riausastra.com - Ketua Riau Sastra, Azhar Gultom, melakukan kunjungan budaya ke Museum Alat Kebesaran Diraja yang terletak di ibu kota Bandar Seri Begawan, Brunei...
Riau Sastra Gelar Diskusi Kelompok Terpumpun Telusur Kultur di Teluk Leok
Riausastra.com - Riau Sastra mengadakan kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) pada Sabtu (6/12/2025) sebagai bagian dari rangkaian program Telusur Kultur yang telah dilaksanakan di...
Riau Sastra Gelar Sesi Perdana Sekolah Literatur Melayu di LAMR Kota Pekanbaru
Riusastra.com - Riau Sastra melaksanakan kegiatan perdana Soleram; Sekolah Literatur Melayu di Gedung LAMR Kota Pekanbaru dengan tema “Merawat Sastra, Menumbuhkan Adab” pada Sabtu...
Riau Sastra Mulai Gelar Telusur Kultur: Teluk Leok Jadi Lokasi Pertama
Riausastra.com - Kegiatan Telusur Kultur yang digagas oleh Riau Sastra resmi dibuka hari Sabtu, 8 November 2025, bertempat di Aula Kantor Lurah Limbungan, Kecamatan...
















































