PUISI
Puisi: Bukit Pelangi Penuh Gema Suara Hatiku
Bukit Pelangi Penuh Gema Suara Hatiku
Rasanya sesatMataku beratPadahal hamparannya ramahAku sementara saja singgah ke planet lainMenelusuri retakan bercabangBagaikan teka-teki filsafati kehidupanAku meloncatinya, mencari warnaMenghirup...
CERPEN
Cerpen: Sepi Sesudah Ramai
Riausastra.com - Bu, Bapak sudah pergi, di dalam keranda, disopiri warga.
Semenjak kepergian Bapak, Ibu adalah bunga yang layu, menguncup, seperti kehilangan air yang menyiraminya...
ARTIKEL TERBARU
Puisi: Ingatan Sebatang Lilin
Ingatan Sebatang Lilin
Lilin beranak pinakbersama sumbu menyalasatu per satukutiup melahir tiada
Riuh kembalibersama nanyian janjimelupakan lilindengan sepotong rasa
24 Jun 2025، Puchong
***
إڠاتن سباتڠ ليلين
ليلين برانق ڤينقبرسام...
Puisi: Terpalit
Terpalit
lama nianmadrasah hati dididikakal masih tak cerdik
tangan masih berlendir lumpuriman jijik terpalitlangkah kembali mundur
senipis kulit bawangrasa syukur tercarik-carikberselerakan di lembah kufur
01042026 - Pasir Ris,...
Puisi: Roh Puisi II & III
Roh Puisi II & III
Sewaktu aku menjadi puisikau telah lama menjadi metaforakau bukan bunga tetapi sampanaku bukan laut tetapi nelayan.
Berkali kali kau membacamesej dalam...
Puisi: Puisi dan Namamu
Puisi dan Namamu
(Untuk Nek Aki dan Nek Wan)
Izinkan aku melukis warnamuDi atas kanvas langit biru yang meronaMerah jingga kiniTetap jua menyimpan pesona yang tak...
Pantun: Gajah dan Kawanannya
Gajah dan Kawanannya
1.Taman Nasional Tesso Nilo padat pengunjungaku datang membawa melontanganku memberi makan gajah Domangtawaku terdengar saat Domang menendang balon.
Pernah berlibur ke Riautidak lupa...
Puisi: Bianglala
Bianglala
Hujan baru redaPelangi terjebak di kaki langitTanpa warna keindahanHitam putihJauh dari anggun
Kemarau akan tibaPelangi tersesat jauh di ufukTanpa jalan kembaliTak berubah….Semakin benderangPutih dan hitamnya.
Anomali...
Puisi: Gumantan, Nafas Leluhur yang Abadi
Gumantan: Nafas Leluhur yang Abadi
Di Desa Teluk Beringin nan tenangAngin berbisik di pucuk batangGumantan hadir penuh kenangWarisan lama tak lekang hilang
Langkah dukun perlahan pastiMembawa...
Puisi: Di Tepian Ranu Kumbolo
Di Tepian Ranu Kumbolo
Kamu mengerti?Aku memanjat di atas 2400 meter dari permukaan lautMenggendong tas seberat laki-laki dewasaMelintasi pematang yang ditelan pepohonanSayangnya, semangka yang kucari...
Puisi: Kaca yang Belum Rapat
Kaca yang Belum Rapat
Kau datang dengan langkah yang tak berisikMembawa cahaya yang lembut dan sabarTapi aku masih tinggal di antara puingDimana setiap dekapan bisa...
Puisi: Ragu Samar
Ragu Samar
Siapa yang menyangka?Fajar sebentar lagi datangAku terbaring dalam hangat yang ganjilMengapa rasanya tak sekadar mimpi?
Lama kusembunyikan satu namaTak pernah kuberi ruang untuk nyataLalu...
EVENT
BERITA
Ruang Binar Angkat Isu Aksara Arab Melayu, H. Ayat Cahyadi Tekankan Penguatan Identitas Budaya
Riausastra.com - Komunitas Riau Sastra kembali menghadirkan ruang diskusi publik melalui program Ruang Binar dengan mengangkat tema “Aksara Arab Melayu: Akar Identitas atau Sekadar...
Riau Sastra Audiensi dengan Anggota DPRD Riau H. Ayat Cahyadi, Dorong Penguatan Literasi Arab...
Riausastra.com - Komunitas Riau Sastra melakukan audiensi dengan anggota DPRD Provinsi Riau dari Komisi I, H. Ayat Cahyadi, di Kantor Fraksi PKS DPRD Provinsi...
Ruang Binar Gelar Bincang Penulis Buku Upa-Upa: Nasihat Cinta di Angkola-Mandailing
Riausastra.com - Ruang Binar, program dari Riau Sastra yang kini bertransformasi menjadi Ruang Bincang Sastra dan Budaya, kembali menghadirkan kegiatan sesi bincang penulis buku...
Kunjungi Balai Khazanah Islam Sultan Haji Hassanal Bolkiah Brunei Darussalam, Riau Sastra Dalami Literasi...
Riausastra.com - Ketua Riau Sastra, Azhar Gultom, melakukan kunjungan budaya dan spiritual ke Balai Khazanah Islam Sultan Haji Hassanal Bolkiah (BKISHHB) di Bandar Seri...
















































