PUISI
Puisi: Tanahku dan Kota yang Hidup Sepanjang Degub Zaman
Tanahku dan Kota yang Hidup Sepanjang Degub Zaman
darahku telah bersimbah di kota inimelepas tiga buah takdir di tanah baktiusia, jodoh dan kematianbertengger di ranting...
CERPEN
Cerpen: Pembalasan Atah Sukur
Riausastra.com - Siapalah yang tak sakit hati kalau berkawan dengan orang peneking. Inilah yang dialami Atah Sukur selama berkawan dengan Man Congak alias Wak...
ARTIKEL TERBARU
Puisi: Usia
Usia
Usiasekadar waktu tanda beralihandai lutut mula mengaduitu cuma rehat kecilandai ingatan retakitu ruang untuk redaandai rambut memutihanggaplah debu waktuandai lelah bertamurehatlah sebentarbukannya menetap
Sandakan Sabah
***
اوسيا
اوسياسكادر...
Puisi: Melayu Dihambur Zaman
Melayu Dihambur Zaman
Syahdan Melayu berpayung imanSyahadat jadi tiang peganganAdat bersendi hukum TuhanBudi dijaga sepanjang zaman
Ninik berkata penuh hikmahPetuah turun berlapik sunnahYang benar tegak yang...
Puisi: Tiada judul
Tiada judul
seekor arnab telah disumpahmenjadi anjing gilasetelah tewas di litarkhalayaknya adalah ularyang mengunyah mega.
si perempuan kabutmeratib di sudut pentas yang menyaladustanya melebihi suara suarapelacur...
Puisi: Sang Penyihir
Sang Penyihir
Aku sang penyihirMenyulam aksara menjadi manteraMenyentuh waktu dengan jari rahasiaMenukar angan jadi nyata
Aku sang penyihirMengikat rasa dengan rimaMembelai jiwa yang dahaga maknaMenutup luka...
Puisi: Luka yang Berbeza
Luka yang Berbeza
Tatkala adil diikat patuh,Api menyala dalam tubuh—Jebat lantang menegas katadiam itu satu dosa
Ketika amarah menggegar jiwa,lahirlah Tuah dari relung yang sama,katanya bangsa...
Puisi: selepas jam kerja, ke mana kau?
selepas jam kerja, ke mana kau?
selepas jam kerjakau ditanggalkan dari kerusiseperti plagtenaga masih mengalirgunanya sudah tamat
billboard kota ialah bil dan resit gergasisetiap lampuialah peringatan...
Nilai Moral Kehidupan dalam Novel “Dompet Ayah Sepatu Ibu” Karya J.S....
Riausastra.com - Karya sastra sering lahir dari denyut kehidupan manusia yang paling jujur, terutama ketika berbicara tentang perjuangan, penderitaan, dan harapan. Menurut (Bambang &...
Dialog Emosional sebagai Kekuatan Utama Pembangunan Karakter dalam Novel “Takdir Cinta...
Riausastra.com - Dalam karya sastra prosa fiksi, terutama di dalam novel, pengembangan karakter menjadi unsur yang sangat penting bagi keberhasilan cerita. Novel adalah suatu...
Puisi: Tiang yang Gemetar
Tiang yang Gemetar
Atap yang dulu melengkung menjemput awanKini merunduk hingga rata dengan tanahTiang-tiang kokoh yang menampung sejarahKini gemetar oleh alat yang tak punya hati
Tanduk...
Puisi: Riau, Terbuat dari Apakah, Engkau?
Riau: Terbuat dari Apakah, Engkau?
Riau,Terbuat dari rindukah, engkau?
Di atas tanah gambut ituTersimpan harapan tak berbatasMengeja setiap ranting yang memacu hariBerganti serupa dedaunan yang mengering,...
EVENT
BERITA
Riau Sastra Kunjungi Museum Alat Kebesaran Diraja Brunei Darussalam, Perkuat Jejak Budaya Melayu Serumpun
Riausastra.com - Ketua Riau Sastra, Azhar Gultom, melakukan kunjungan budaya ke Museum Alat Kebesaran Diraja yang terletak di ibu kota Bandar Seri Begawan, Brunei...
Riau Sastra Gelar Diskusi Kelompok Terpumpun Telusur Kultur di Teluk Leok
Riausastra.com - Riau Sastra mengadakan kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) pada Sabtu (6/12/2025) sebagai bagian dari rangkaian program Telusur Kultur yang telah dilaksanakan di...
Riau Sastra Gelar Sesi Perdana Sekolah Literatur Melayu di LAMR Kota Pekanbaru
Riusastra.com - Riau Sastra melaksanakan kegiatan perdana Soleram; Sekolah Literatur Melayu di Gedung LAMR Kota Pekanbaru dengan tema “Merawat Sastra, Menumbuhkan Adab” pada Sabtu...
Riau Sastra Mulai Gelar Telusur Kultur: Teluk Leok Jadi Lokasi Pertama
Riausastra.com - Kegiatan Telusur Kultur yang digagas oleh Riau Sastra resmi dibuka hari Sabtu, 8 November 2025, bertempat di Aula Kantor Lurah Limbungan, Kecamatan...
















































