PUISI
Puisi: Lubang Kolam 1929
Lubang Kolam 1929
Apa yang bisa kau reguk dari jejak kolonial ini, tuan.Bagai tercampak dari serpihak musim,kurajah semesta langit hanya tarian kelelawar belakayang bergentayangan di...
CERPEN
Cerpen: Ketika Gagak Terakhir Berkaok
Riausastra.com - Seekor gagak hitam mengepak perlahan, membelah kabut pagi yang tipis. Matanya yang tajam menatap ke bawah, memperhatikan setiap sudut kampung yang tampak...
ARTIKEL TERBARU
Puisi: Terbazir
Terbazir
Seperti suara daun kala ributterbazir setelah diamtetap tak terpakai celoteh kala terpulas dan terlempar.
Jauh di bawah batumata airsenyap-senyap sampai kepada alursaat kemarau mengisi sungai.
Nanti...
Puisi: Rusak Terbahak
Rusak Terbahak
Dahulu kala orang melawakSampai lelah terbahak-bahakSekarang banyak orang melawakSendirian dia terbahakOrang-orang bertoga hitam melawakCongkak muka bertabur bedakPara politikus melawakJanji terdepan ngakak terdepakAku perlahan...
Puisi: Jahatnya Strata
Jahatnya Strata
Apinya tak pernah padamMelelehkan dendam yang tak pernah sampaiNyali nya tercipta dari realitaUntuk melepas belenggu pada rantai sengsara
Betapa irinya pada merpati di rumah...
Puisi: Di Antara Kota dan Hujan
Di Antara Kota dan Hujan
Di tepian kota yang redup lampu,langkah kecil menyusur aspal basah.Hujan jatuh seperti kata-katayang tak sempat diucapkan.
Malam memeluk bahu yang rapuh,sirene...
Puisi: Perahu
Perahu
Orang pulau mengakrabi perahuAku yang di darat tau tentang perahuAlat transfortasi andalan masa laluTak mungkinlah kulupa itu perahu
Perahu kami berlunas resakLumbung tersusun papan merawanMengapung...
Puisi: Sampan Ciau
Sampan Ciau
Mentari menyelam di antara bunga padi mengembangSampan ciau merayap di alur sempitMenyibak tebat rapat kiambangMerona bunga ungu keputihan
Rekuh pengayuh mengayun peluh di dadaSampan...
Puisi: Malam Badai Ombak
Malam Badai Ombak
Nun di laut Riau, berlayarlah sebuah kapal:Lancang Kuning. Ombak diterjang,angin ditepis, laut luas pun diseberang.
Antara pesisir dan hamparan lepas,malam menjelma badai ombak;...
Puisi: Halaman Pertama
Halaman Pertama
Tak ada yang datang ke sekolahdengan cerita yang benar-benar sama.
Ada yang menyimpan tanyadi balik seragam yang masih terasa asing.Ada pula yang diam-diammembawa masa...
Puisi: Catatan Sisa Magrib
Catatan Sisa Magrib
Sakit ini mengetuk pintu belakangSore baru saja habis,dan perih itu masuk diam-diam
Aku tak sempat menghitungberapa tikungan yang membuat lututku gemetar
Rintangan-Muhanya tanah basah,tempat...
Puisi: Di Bangku Stasiun Dini Hari
Di Bangku Stasiun Dini Hari
Ada yang menolak bertolakdi remangnya bangku-bangkuyang setia menunggu.Mungkinkah?Jejak pantat yang gelisaholeh berbagai remah kisah.Gema rekam lirik perbincanganserupa gumam, liris dan...
EVENT
BERITA
Riau Sastra Dukung Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026, Azhar Gultom: HPI Adalah Ruang Merawat...
Riausastra.com — Komunitas Riau Sastra turut mendukung dan menghadiri Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2026 yang diselenggarakan Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting di...
Riau Sastra Hadiri Musda FTBM Kota Pekanbaru, Perkuat Sinergi Gerakan Literasi
Riausastra.com - Ketua Riau Sastra, Azhar Gultom, yang mewakili unit program Riau Sastra, TBM Rumah Baca Tuah Negeri, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Forum Taman...
Novel “Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris” Dibedah, Peserta Diajak Menyelami Sejarah Melayu dari...
Riausastra.com – Novel Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris karya Ketua Dewan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau Datuk Rida K Liamsi, menjadi pusat perhatian dalam...
Bedah Buku Rida K Liamsi dan Penjemputan Mahasiswa Magang PBSI FKIP UIR Berlangsung Meriah
Riausastra.com – Kegiatan Penjemputan Mahasiswa Magang PBSI FKIP Universitas Islam Riau (UIR) dan Bedah Buku novel Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris karya Rida...
















































