PUISI
Puisi: Karena Emak tak Lagi Punya Kata-Kata
Karena emak tak lagi punya kata-kata
Lelaki muda berwajah cerahDi genggamannya tak luput sepetak gawaiSibuk tak berwaktuDitelan masa disita kesenangan semu
Lelaki itu dibentak emaknyaSecangkir kopi...
CERPEN
Cerpen: Cewek Yunani Itu…
Riausastra.com - Cewek Yunani itu nama panggilannya Lyla, seorang mahasiswi program Erasmus plus asal negeri para dewa dan dewi yaitu Yunani dan mengambil jurusan...
ARTIKEL TERBARU
Puisi: Tangis Kilau Sutan Benai
Tangis Kilau Sutan Benai
Angin tua merintih sendirianMembawa kisah hampir pergiTentang pusaka mulai dilupakanOleh zaman terus berlari
Baju barantai bertaut besiDulu disanjung seluruh negeriKini tergantung sunyi...
Puisi: Meneroka Tuah di Jantung Telaga Air Merah
Meneroka Tuah di Jantung Telaga Air Merah
di pelipis waktu yang purba,sunyi menjajah, menenun belukar jadi bualan soal bunian,malam-malam di Tanjung* dahulu adalah labirin tak...
Puisi: Peran Topeng-Topeng
Peran Topeng-Topeng
sambil menjerit,rembulan meminta dipulangkan malamkepada siang.
siang dikembalikanoleh matahari,kepada duniawi.
dan bayang bayang manusiamenjadi mimpidi ladang maknawi.
siapakah yang lebih berani?,memujuk angin berhentidan membiarkan cahayamenjadi misbahyang...
Puisi: Jerat Layar Kosong
Jerat Layar Kosong
Di antara piksel-piksel yang menariKesepiannya sedalam palungWaktu meleleh bagai lilinTerjebak dalam labirin digital
Matanya terpaku pada layarBagai burung hantu memburu mangsaJari-jarinya menari di...
Puisi: Pengakuan di Idul Adha
Pengakuan di Idul Adha
Kidung sunyi bersenandung di langit KhatulistiwaAwan berarak perlahan menghitung bilangan waktuPada hati yang merinduPada diam paling bekuTak serupa dengan isi benak...
Puisi: Rehatlah Bintang
Rehatlah Bintang
Rantai kian erat melilit leherkuLidahku buntung tanpa di potongTak ada yang bisa ku utarakanHanya pikiran yang senantiasa ricuh menyuarakan keinginan
Yang akhirnya tumpah melalui...
Cerpen: Ada Cerita Penebuk
Riausastra.com - Malam-malam di Desa Lilot berubah menjadi sangat mencekam. Matahari selalu pamit dengan rasa waspada yang tak tertahankan. Jadwal mengaji anak-anak yang tadinya...
Puisi: Darah
Darah
Kita mungkin berbezabahasa ras dan agamaTapi darah kita tetap samaMerah warnanyaManusia selalu alpa dan lupaDarah boleh menyatukan semuaDi saat genting merajut nyawaTidak dinamakan darah...
Puisi: Cerita Cincin
Cerita Cincin
Di tengah sore pasar keramaian kotaDalam belalak mataOtak kecil menyempitTangan kekar berkilap mistis mencengkeram segelas kopiBatu itu menghias buku jari tengahnyaEksotis ranum merah...
Puisi: Bukittinggi, Rumah yang Menanti
Bukittinggi, Rumah yang Menanti
Bila engkau baru saja datangmaka singgahlah barang sejenaksebab di sini rumahmenyambutmu dengan ramah
Sejuk udaranya akan memelukmubercerita pada tiap ruas jalanseakan menjumpai...
EVENT
BERITA
Bincang Sastra “Ruang Binar” Kupas Nilai Empati dalam Kumpulan Cerpen Takjil
Riausastra.com - Program bincang sastra Ruang Binar kembali menghadirkan diskusi menarik seputar karya sastra kontemporer. Dalam episode terbaru, Wilda Sri Hastuti Handayani Piliang hadir...
Ruang Binar Angkat Isu Aksara Arab Melayu, H. Ayat Cahyadi Tekankan Penguatan Identitas Budaya
Riausastra.com - Komunitas Riau Sastra kembali menghadirkan ruang diskusi publik melalui program Ruang Binar dengan mengangkat tema “Aksara Arab Melayu: Akar Identitas atau Sekadar...
Riau Sastra Audiensi dengan Anggota DPRD Riau H. Ayat Cahyadi, Dorong Penguatan Literasi Arab...
Riausastra.com - Komunitas Riau Sastra melakukan audiensi dengan anggota DPRD Provinsi Riau dari Komisi I, H. Ayat Cahyadi, di Kantor Fraksi PKS DPRD Provinsi...
Ruang Binar Gelar Bincang Penulis Buku Upa-Upa: Nasihat Cinta di Angkola-Mandailing
Riausastra.com - Ruang Binar, program dari Riau Sastra yang kini bertransformasi menjadi Ruang Bincang Sastra dan Budaya, kembali menghadirkan kegiatan sesi bincang penulis buku...
















































