Marzuli Ridwan Al-bantany

Marzuli Ridwan Al-bantany
10 KIRIMAN0 KOMENTAR
Penulis, penyair dan sastrawan Riau bermastautin di Bengkalis. Ia tidak hanya menulis puisi, namun juga menulis cerpen, artikel maupun esai. Buku puisi yang diterbitkannya antara lain Menakar Cahaya (FAM Publishing: 2016), Di Luar Jendela (TareBooks: 2019) dan Cinta Hingga ke Surga (Aden Jaya: 2020). Selain karya-karyanya pernah tersiar di sejumlah media massa dan antologi bersama, pria kelahiran Bantan Air, Bengkalis pada 16 September 1977 ini juga telah menerbitkan buku kumpulan cerpen berjudul Burung-Burung yang Mengkapling Surga (FAM Publishing: 2018) dan Pada Senja yang Basah (Dotplus Publisher, 2021), serta tiga buah buku kumpulan esai berjudul Menuju Puncak Keindahan Akal Budi (Aden Jaya: 2019), Setitik Embun Pagi (Aden Jaya, 2020), dan Sabda Pujangga Dari Negeri Junjungan (Dotplus Publisehr, 2021). Baginya, menulis adalah bagian dari proses pendewasaan diri dan cara paling indah dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan kemaslahatan. Beliau dapat dihubungi di nomor HP 0852-7811-8244.

Pantun Melayu Bengkalis dan Bukitbatu: Menjaga Muruah, Merawat Jiwa Peradaban Riau

Riausastra.com - Di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau, bahasa bukanlah sekadar alat komunikasi transaksional. Bagi masyarakat Melayu Riau, bahasa ditenun dengan kehalusan rasa menjadi...

Cerpen: Tuk Karim dan Kambing yang Terlepas

Hari raya kurban tinggal dua hari lagi. Kampung Sungai Pagar sudah mulai ramai dengan berbagai persiapan penyambutan Idul Adha tahun ini. Begitu juga dengan...

Cerpen: Terusir dari Kampung

Ini kisahku bersama anak lelaki-ku satu-satunya. Kisah yang akan kuceritakan padamu,- yang mungkin sewaktu-waktu dapat membuka mata hatimu. Juga mata hati orang-orang yang peduli...

Cerpen: Cikgu Munah

Di sebuah sekolah dasar di kota kecil itu, Bu Munah yang oleh warga sekitar akrab disapa Cikgu Munah, sudah hampir delapan tahun ini mengabdikan...

Prosa Liris: Sepucuk Surat Online (Bagian 2)

Riausastra.com - Kawan, sekali lagi maafkanlah aku. Kali ini harus kutulis kembali suara batinku. Secebis suara yang meretasi jembatan besi dinding-dinding Fb-ku ini. Bukan...

Prosa Liris: Sepucuk Surat Online (Bagian 1)

Riausastra.com - Kawan, ada yang hendak kusampaikan kepadamu. Tapi maafkan daku, sebab menjadikan dinding Fb-ku ini sebagai titiannya untuk sampai ke lubuk hatimu. Semoga...

Sajak: Daerah Istimewa Riau (DIR), dalam Hikayat Rindu Anak Pulau

Daerah Istimewa Riau (DIR), dalam Hikayat Rindu Anak Pulau Bismillahirrahmanirrahim Aku, anak-anak pulau telah lama membuang risau, memeram laut, sungai dan bakau-bakau. Tangan-tangan yang mendayung impian,...

Cerpen: Telaga Hitam di Tengah Hutan

Seketika tubuh Zainal mengeras. Kaki dan tangannya-pun tak lagi dapat digerakkan. Syukurlah seorang pria yang tidak dikenali telah menolongnya. Lelaki misterius yang datang tiba-tiba...

Puisi: Perihal Asap, Hujan dan Kita

Perihal Asap, Hujan dan Kita 1/Tak usah kau memeram gelisah pada hujan yangMencurah, walau sekejap cuma.Paling tidak basahlah sudah semak-semak samun,parit-parit yang kerontang.Pun hamparam gambut...

Puisi: Rumah Laut 511-21

Rumah Laut 511-21 : Kita yang singgah dalam pelbagai kisah danpusaran sejarah Di rumah laut, perbualan kita kian larut,pecah bagai ombak selat Bengkalis mengalun-ngalun lembut, tak...
Advertisingspot_img

Popular posts

My favorites

I'm social

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan