Puisi: Gerimis Senja

0
Gerimis Senja Tak lagi kudapati sosok si “Kakak” di siniDua pekan lalu, puteri kecilnya sudah boleh pulangAku ingat senyum sumringah di wajahnyaAku berbisik, “Airin, kapan ya Allah?” Perempuan itu menyediakan dua tabung oksigenDemi putrinya yang tak...

Puisi: Air Mata Ibu

0
Air Mata Ibu Saat bangun pagiibu langsung berwudhu denganair matanya untuk menyucikan dosaanak-anaknya. Pukul 6 pagiibu menyeduh kopi suaminyadengan hangat air matanyaagar cinta dapat disesap bibirkelu sang suami. Setelah itu ibumenyirami tanaman di halamandengan rincik air matanya...

Puisi: Tentang Arti Berjuang

0
Tentang Arti Berjuang Menyusuri ruas jalan yang berlikuBetapa sibuknya suasana di sore iniSetiap orang mengejar mimpi masing-masingSampai terlelap di malam hariLalu bangun, kembali mengejar mimpi Aku tak mau terbuai oleh mimpiDalam jiwa yang terasa hampaApalah artinya...

Puisi: Katakan pada Izrail

0
Katakan pada Izrail Katakan Pada IzrailNyawaku masih sanggup berdoaJangan dicabut sebelum lelapRindu ini berteriak ke nabi-nabi Biarkan aku berlayarMendatangi roh-roh perintahSeberat ombak mencapai puncakSekeras batu dilabuhi hujanNantinya pecah menjelma ilmu Bila kuhaturkan gerajiSemua orang, suruh jangan menangisAku...

Puisi: Airin, Bertahanlah Sayang

0
Airin, Bertahanlah Sayang Airin..Aku menatapmu lamat-lamatLisanku tak henti menyebut asma-NyaWajah senduku, basah air mata Aku mendapatimu di Ruang IsolasiVirus yang bertahan di darahmu, semakin menjadi-jadiAku diam: hampaTubuh lemah itu kembali dibalut plastik kacaBublle CIPAP akan berganti...

Puisi: Martabat Cinta

0
Martabat Cinta Izinkan aku mencintaimuselembut azan yang dikumandangkanburung-burung kala senjadi Madura.Suara merdu azan yang menggetarkan daun hatihingga tunjam luruh pada hamparan tanah.Cintaku amatlah rendah, lantas aku tak mudah pasrah.Aku menanaminya dengan bibit-bibit tasbih,Aku menyiraminya dengan...

Puisi: Ulang Tahun

0
Ulang Tahun selalu kau ingat, satu persatu usiamenetes menjadi lautanmenjadi sesosok ombak, putih membuihmelayang-layang rindu pada karangmenjadi sebatang angin, akarnya menerbangkan layarmengantar kabar nelayan pada anak-anak laut.bukan hanya tempat menjala takdirmelainkan pantai dari segala yang...

Puisi: Darah Pertama

0
Darah Pertama Malam yang berlalu adalah episode penuh kejutanDering handphone terasa sangat menakutkanJika ia telah bergema,Aku harus kuatkan mentalSediakan jiwa yang kokohMenanti kabar dari seberang sana Ada kalanya aku mulai bosanKabar buruk sudah seperti santapan batinSeperti...

Puisi: Tanda Cinta

0
Tanda Cinta Dengan tanda cintaAku menjelma samuderaLuas menuangkan rasa Hati-hati rapuhSukma-sukma lumpuhAda pun rindu sepuhDalam kemilau cahaya tubuh Jangan bersedihJika jodoh bukan tindihBiarkan bertamasyaMeratapi nasib anyar Nikmati sajaKalau kau terlukaSebab bagi penyairAdalah darah anyirYang kental bau syair Pordapor, 2022

Puisi: Ada Cinta dalam Kuali Ibu

0
Ada Cinta dalam Kuali Ibu Sepasang bola mata tenggelam pada pawon tua dengan dinding gedeg yang hampir hangus dimakan usia. Di jerambah beralas tanah yang retak, perempuan paruh baya berkerudung coksu itu mulai menggoreskan kisah...

TRENDING TOPIK