Puisi: Ingatan Sebatang Lilin

0
Ingatan Sebatang Lilin Lilin beranak pinakbersama sumbu menyalasatu per satukutiup melahir tiada Riuh kembalibersama nanyian janjimelupakan lilindengan sepotong rasa 24 Jun 2025، Puchong *** إڠاتن سباتڠ ليلين ليلين برانق ڤينقبرسام...

Puisi: Terpalit

0
Terpalit lama nianmadrasah hati dididikakal masih tak cerdik tangan masih berlendir lumpuriman jijik terpalitlangkah kembali mundur senipis kulit bawangrasa syukur tercarik-carikberselerakan di lembah kufur 01042026 - Pasir Ris,...

Puisi: Roh Puisi II & III

0
Roh Puisi II & III Sewaktu aku menjadi puisikau telah lama menjadi metaforakau bukan bunga tetapi sampanaku bukan laut tetapi nelayan. Berkali kali kau membacamesej dalam...

Puisi: Puisi dan Namamu

0
Puisi dan Namamu (Untuk Nek Aki dan Nek Wan) Izinkan aku melukis warnamuDi atas kanvas langit biru yang meronaMerah jingga kiniTetap jua menyimpan pesona yang tak...

Pantun: Gajah dan Kawanannya

0
Gajah dan Kawanannya 1.Taman Nasional Tesso Nilo padat pengunjungaku datang membawa melontanganku memberi makan gajah Domangtawaku terdengar saat Domang menendang balon. Pernah berlibur ke Riautidak lupa...

Puisi: Bianglala

0
Bianglala Hujan baru redaPelangi terjebak di kaki langitTanpa warna keindahanHitam putihJauh dari anggun Kemarau akan tibaPelangi tersesat jauh di ufukTanpa jalan kembaliTak berubah….Semakin benderangPutih dan hitamnya. Anomali...

Puisi: Gumantan, Nafas Leluhur yang Abadi

0
Gumantan: Nafas Leluhur yang Abadi Di Desa Teluk Beringin nan tenangAngin berbisik di pucuk batangGumantan hadir penuh kenangWarisan lama tak lekang hilang Langkah dukun perlahan pastiMembawa...

Puisi: Di Tepian Ranu Kumbolo

0
Di Tepian Ranu Kumbolo Kamu mengerti?Aku memanjat di atas 2400 meter dari permukaan lautMenggendong tas seberat laki-laki dewasaMelintasi pematang yang ditelan pepohonanSayangnya, semangka yang kucari...

Puisi: Kaca yang Belum Rapat

0
Kaca yang Belum Rapat Kau datang dengan langkah yang tak berisikMembawa cahaya yang lembut dan sabarTapi aku masih tinggal di antara puingDimana setiap dekapan bisa...

Puisi: Ragu Samar

0
Ragu Samar Siapa yang menyangka?Fajar sebentar lagi datangAku terbaring dalam hangat yang ganjilMengapa rasanya tak sekadar mimpi? Lama kusembunyikan satu namaTak pernah kuberi ruang untuk nyataLalu...

TRENDING TOPIK

Puisi: Seluang Melaut

Puisi: Membaca Gaun Itu

Puisi: Sepatu Tua