Puisi: Meja Kayu

0
Meja Kayu Di pojok ruangan sebelah kiriMeja kayu buatan ayah berhias rajutan ibuVas bunga cantik dirangkai tangan mungilkuJuga sebuah pena dan lembar catatan kecil berwarna bersandar di dinding Sepuluh tahun lamanyaTak kurasakan aroma sedap dapurTak kudengar...

Puisi: Naûcent Naûdek Naû Mil Naûcent Naûdek Naû

0
Naûcent Naûdek Naû Mil Naûcent Naûdek Naû NaûKuingat dirimu dalam setiap genap namun ganjilmu tak pernah hadirMana mungkin rindu ada obat jika tak bersua tatap?Perputaran jarum jam menghiasi rotasi bumi bukan alasan alpa hingga di...

Puisi 2:36

0
2:36 Pukul dua, tiga enamSungguh mata teramat susah terpejamMengigih tulang menatap rembulanTerpikirkan orang pulang kampung halaman Meratap sudah seluruh jiwaTangis berderai raung-meraungTercampak dikamar tiada berkawanSemuanya meninggalkan badan seorang Hanya kesepian……Kesunyian…Kehampaan….Yang terus mencekik Merintih sudah mengenang diri seorangJauh di...

Puisi: Pahlawan Kuantan

0
Pahlawan Kuantan Kuantan adalah daerah MelayuSemakin hari semakin majuNamun rakyat tak pernah merasa rinduAkan sejarah Kuantan di masa lalu Tak terbayang besar pengorabanan masyarakat dahuluSaat penjajah menjadi ratu di tanah MelayuHak rakyat dirampas tanpa punya maluBahkan...

Puisi: Sabda

0
Sabda Malam bersabda;Kau harus mengatasi kesedihanmuJika tidak?Dia yang akan menguasaimu Kau harus menepis kesedihanmuJika tidak?Dia akan menelanmu!Sebab kau hanya manusia lemah yang tak mau kalah Sudah sekian lama kau memberontakCukuplah!Kau harus menyerah pada keadaanDunia tidak akan berubah...

Puisi: Serba-Serbi

0
Serba-Serbi Saat semua serba mudahRasa melangit membuncahBenih-benih pongah tumbuh tanpa jengahBias-bias jiwa kian rekahPetuah tetua tak lagi renyahMenengadah tangan ogahSaudara di bawah dianggap sampahDisemburkan perih tanpa rasa bersalahMasa bodoh tingkah salah arah Saat semua serba susahDiri...

Puisi: Setelah Kau Pergi

0
Setelah Kau Pergi Setelah kau pergi buih bening terasa asin terus mengalir. Hujan yang turun , pipi yang basah. Pundak kokoh menghadang segala rintangan, kini sudah hilang. Anak dibawah lindungan pundak, hancur lebur. Mencari tempat bertanya dan berlindung. Orang bumi...

Puisi: Ayah, Aku Pulang Dulu, Ya

0
Ayah, Aku Pulang Dulu, Ya Tertumbuk pandangan, ini rasanya kehilangan. Untuk pertama kalinya, jiwa ini mengetahui kemana kau pergi. Mereka mengusung keranda yang kau tumpangi, dibawa ke pusara. Jiwa ini menyaksikan, tubuhmu dimasukan ke lubang. Sungguh, ini nyata. Papan...

Puisi: Ritual Pemanggil Hujan

0
Ritual Pemanggil Hujan saat bunga seulanga berjatuhandesir angin dari pascima dengan cepat menerpamenjadikan udara sekitarnya di penuhi bau pemula syukurmantra dari mulut petani pun menggema di mana-mana sebab, musim kemarau gegas pergilangit muram akan datang bertandangdemi...

Puisi: Cahaya yang Hilang

0
Cahaya yang Hilang Hujan ini akan lebih lamamembasuh luka-luka purbasejak musim kemaraumembawa angin risau Di ujung daun yang basahdingin telah menciptakan sejarahmenggenangi gerahnya jiwadengan bercak-bercak harapyang tak kunjung reda Seberapa lama hujan ini berkeliaransejak itu pula sedihku...

TRENDING TOPIK