Puisi

Puisi: Betapa Indah Puisi Beralun, Indah Lagi Kisah Para Anbiya’

Betapa Indah Puisi Beralun, Indah Lagi Kisah Para Anbiya’ : menghayati Surah As-Syu’arai.Tā, Sīn, Mīm hikmah tersirat pada ayat-ayat-Nyakendati ayat nan jelas terungkap nyatamengangkat ceritera para nabi & anbiya’teguh berdakwah & penuh berhikmah. bak puisi & syair nan indah mengalun bermaknabetapa...

Puisi Apatis II

Apatis II Tulisanku berdarah memucatHalaman kosong penuh dusta celakaSuara-suara langit terlibas tanpa perlawananCemas meluas tak punya maknaMenunggu tiba masaAdab hilang ta’kan kembali datang Di setiap ruang-ruang berlumur kebusukanOrang berdasi dari menara gedung sekolahanBerbaris memulung demi perut dan isi sakuDi setiap sudut-sudut...

Puisi: Menyaksikan Rekaman Riwayat yang Pudar

Menyaksikan Rekaman Riwayat yang Pudar Proyektor menghantam riwayatMenghadap teriakan merdekaDuduk gemetar menatap potret historisAlgoritma yang bermekaran Menikung gimik kabut atmaBerdansa di rumah wargaBarikade basundaraStudio yang meringis 81 pijakan bergemaLuruh di ruang kedap suaraFormasi pergerakan petarungMerobek kulit dan darah Tatkala gigi tanggal menyapaPahlawan menemukan...

Puisi: Kesibukan yang Disadari

Kesibukan yang Disadari Tempat yang begitu asriTiba-tiba berubah jadi abu yang berterbangan Udara yang seolah-olah menangisTidak ada kesempatan untuk memberikan yang bersih Tikus itu bersenang ria dan bertepuk gembiraBersembunyi dibalik rumor yang disebabkan kucing predatorDaging yang dipasangi perangkap menarik perhatian sang...

Puisi: Lisan Terakhir

Lisan Terakhir perlahan, aku mulai berserah pada dugaan yang menakutkanbahwa memang dalam diri sudah tidak ada alasan yang cukup untuk disungguhi aku senantiasa sudi menjadi pendengar yang baikpeluk penenang mereka yang dekat dengan kedinginan. Namun selalu menjadi lisan yang selalu disalahkan...

Puisi: Aku Tak Sekuat Mamuk

Aku Tak Sekuat Mamuk Ibu, diam-diam aku sering Bertanya dalam hati,Bagaimana kau masih memanggilnya “Ayah” Setelah berkali-kali ia mengecewakanmu?Bagaimana kau masih mampu tersenyum, ketika Aku tahu kau menangis sendirian?Andai luka itu milikku, mungkin sejak lama aku sudah memilih pergi. Aku melihatmu...

Puisi: Recup Kasih Semesta

Kecil tangan nyiru saya tadahkan, sekalung hormat kepada yang pantas, berpihak, dan suluh bagi semua - Prof. Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. Recup Kasih Semesta Tertatih menating hidup,Pun begitu menyuluh ke belantara, Menyisir sepanjang tepian, Menghitung satu persatu, Memeluk serengkuh daya,Namun...

Puisi: Akal yang Lenyap di Rimba yang Binasa

Akal yang Lenyap di Rimba yang Binasa Di tanah Melayu yang elok berseriRimba terbentang, tempat bernaung diriBurung berkicau menyambut pagiAngin berembus membawa harmoni Namun kini api marak menjulangMembakar rimba, meninggalkan arangTangan manusia begitu sewenangAsal beruntung, alam pun hilang Wahai tuan, di manakah...

Puisi: Merdeka dan Cicilan Bermain Mata

Merdeka dan Cicilan Bermain Mata Memeras sudut pandang historisMembungkus etika kelas pekerjaMeninggalkan adidaya revolusiPertiwi dengan gemerlap romansa Keringat memadati dinginnya lantai kantorDetik yang memakan degup jantungMata melirik hutang kebahagiaanBersembunyi di pelukan jendela Banting tulang merawat cicilan!Libur yang meleburTawa sederhana dirangkum tatapanMelintasi harmonisasi...

Puisi: Bunga Sungkai Emak dan Bapakku

Semusim kasih kepada perahu dan lautanku, malam dan siang, juga semestaku –Rajian dan Maharudin. Bunga Sungkai Emak dan Bapakku Serimbun terlalu sedikit,Setangkai terlalu banyak,Semusim semua merebak,Adalah diriku sungkai kesayangan. Jatuhku penanda hujan,Mekarku penyambut kemarau,Layuku menyuruk rayu,Tapi engkau tak ingkar janji,Sayangmu sejuk membuai...
Advertisingspot_img

Popular posts

My favorites

I'm social

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan