BerandaTopikRiuh Riau

Tag: Riuh Riau

Puisi: Riuh Riau

Riuh Riau Sejarah Riau menggenggam menaikSorak sorai riau berbahasaBaju kurung melayu etnik Riau Kelam Senja menahan perihKekasih elokkah kiniMinyak gas dipalu habis tak tersisa Hulu sungai dibunuh...

Puisi: Takdir di Catatan Memori Lelaki Tua

Takdir di Catatan Memori Lelaki Tua di tunggul sebatang pohon karet yang melapuk diri dimakan kapanglelaki tua itu duduk bersila menghampar pandang membentang jauhmenghitung, mengeja...

Puisi: Bapak Bahasa

Bapak Bahasa Terlahir di lingkungan istanabukan sarana untuk pamer harta,tapi menimba ilmu sebanyak-banyaknya,termasuk dari kaum ulama.Maka, tumbuhlah Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmadsebagai orang...

Puisi: Mengingatmu

Mengingatmu Kepada Muhammad Asqalani eNeSTe Kaulah itu yang menanam puisikuSebagai ari-ari anakmu di pelataran WADan menyiraminya dengan imajinasi yang cucur dari keringatmuAkar-akar puisiku menancap kuat pada...

Puisi: Lakse Kuah

Lakse Kuah Di meja makankala atap dan tanah basahsebab berkali-kali dicumbui hujan Di dalam mangkok mi saguserupa gunung bersanding dengan tongkol dari kepulan asapkemudian dihangatkan dengan...

Puisi: Kasih Telah Kami Terima

Kasih Telah Kami Terima Kepada Sultan Syarief Engkau serupa purnamayang bulat penuh dalam hidupMemancar terang cahaya pada malamkala surya lelap ke peraduan Kami yang memangku rindu persatuan,menyungging...

Puisi: Jimbam

Jimbam kelumit kalimat pekatkomat-kamit hikayato kau panglima terbaiatasah asuh amanatteladan di dada zuriat jimbam kau kusebuttak lena dalam sengkarutkau bikin lawan kecut: fobia akut!dan harummu karibdi...

Puisi: Perihal Asap, Hujan dan Kita

Perihal Asap, Hujan dan Kita 1/Tak usah kau memeram gelisah pada hujan yangMencurah, walau sekejap cuma.Paling tidak basahlah sudah semak-semak samun,parit-parit yang kerontang.Pun hamparam gambut...

Puisi: Rumah Laut 511-21

Rumah Laut 511-21 : Kita yang singgah dalam pelbagai kisah danpusaran sejarah Di rumah laut, perbualan kita kian larut,pecah bagai ombak selat Bengkalis mengalun-ngalun lembut, tak...

Puisi: Tradisi Badike

Tradisi Badike lelaki itu memandang langit hitampada malam berkabut dinginpurnama menampakkan dirihingga desir angin menguraikan kata-katasunyi malam melenyapkan logikamenghadirkan keyakinan akan leluhur daun angin-angin dijalin tujuh...

Puisi: Kota Sajian Tradisi

Kota Sajian Tradisi Di dapur kehidupanada rencam muslihat dan resepi budayalahir dari susila tradisi manusiayang cinta ikatan seleramengakrab ukhuwah keluargaselamanya di ingatan amalan. Dari meja hidangan...

Puisi: Lelaki Memanggul Khazanah Bernama Yazid

Lelaki Memanggul Khazanah Bernama Yazid Di bawah lampu teromak yang menjatuhkanjutaan kata dalam pikiranku apa yang akan akuceritakan disorot matamu sayuapakah itu rindu yang meluncur...
Advertisingspot_img

Popular posts

My favorites

I'm social

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan