Cerpen: Api Unggun di Pagak
Riausastra.com - “Kretak -kretak, brak…” Suara ranting-ranting yang kupatahkan dan kulempar pada nyala api. Irama gesekan angin pada dahan-dahan jati membuat malam ini semakin...
Cerpen: Bertahlil Kucing Patoh
Riausastra.com - Alkisah seorang pria, berusia sekisar 60. Meski tidak lagi muda, pria tersebut tidak memiliki anak baik putera atau puteri dan tidak memiliki...
Cerpen: Ketika Gagak Terakhir Berkaok
Riausastra.com - Seekor gagak hitam mengepak perlahan, membelah kabut pagi yang tipis. Matanya yang tajam menatap ke bawah, memperhatikan setiap sudut kampung yang tampak...
Cerpen: Lelaki di Jembatan
Riausastra.com - Aku mengunci risauku. Kuisyaratkan lewat angin yang menyapa pipiku dengan lembut di pagi itu. Sayangnya, aku mencoba mengabaikan matahari. Pura-pura tak menikmati...
Cerpen: Orang-Orang Bunian
Riausastra.com - Pepohonan hutan imbo tampak merisik-risik. Angin mengeriap. Udara menggigili sendi-sendi tulang. Di anjungan rumah panggung lipat pandan beratap curam, tangis sesegukan orang-orang...
Cerpen: Nik Mambang Talang
Riausastra.com - Malam itu hujan menderas. Burung punai mengelilingi cakrawala— mengisyaratkan akan ada petaka. Nik berlari seperti kijang betina dikejar harimau belang. Rimbun batang...
Cerpen: Nelayan dan Tambang Pasir Laut
Riausastra.com - Rumi, gadis remaja itu berdiri memandangi laut dengan kedua netra yang penuh harap menunggu kedatangan Hasyim, ayahnya. Deru ombak dan rona merah...
Cerpen: Pohon Ajaib Berbuah Emas
Riausastra.com - Menyaksikan orang-orang Papua berpakaian adat menari-nari di depan pagar gedung Mahkamah Agung saat meliput aksi masyarakat adat Papua hari ini membuatku teringat...
Cerpen: Penumbai Madu
Riausastra.com - Semburat jingga dengan sapuan kemerah-merahan melatari sekawanan keluang yang pulang ke pangkuan rimba. Matahari pun semakin merangkak. Tiupan angin bantaran Sungai Apit...
Cerpen: Dua Orang yang Berdosa
Riausastra.com - Pundakku kian berat di Naghoghi Kampa, di antara orang-orang yang mengampuni dosa. Aku memang bersalah, dan kesalahan itu membuatku tak kuasa memicingkan...




























