M. Arif Al Husein

M. Arif Al Husein
7 KIRIMAN0 KOMENTAR
Lahir di Aek Pamingke. Bermastautin di Siak Sri Indrapura. Penggiat Literasi, Seni, dan Sastra. Saat ini aktif sebagai Dewan Kehormatan UKM Batra UR. Menggeluti seni teater, musik, lukis, dan ukir. Puluhan naskah teater telah dipentaskan, diantaranya; Prahara Cik Apung (Jakarta: 2013), Bulang Cahaya (Batam: 2013), Malam Botak (Palu: 2014), Raja Minyak (Banjarmasin: 2015), dan puluhan peran lainnya. Beberapa karya telah dibukukan; Kepompong (Trilogi Novel: Nulisbuku Publishing, 2015), Fragmen Hitam (Trilogi Novel: Nulisbuku Publishing, 2015), Rumah Kita (Antologi Puisi dan Cerpen- Pustaka A2, 2016), Hom Pim Pa (Naskah Teater, bentuk Dummy 2017; pernah dipentaskan di Laman Anjungan Seni Idrus Tintin), Kitalah yang Hidup di Sungai Itu (Juara 2 Cipta Puisi Festival Sastra Sungai Jantan, 2019), Sebuah Kisah Tentang Waktu (Juara 1 Cipta Puisi Nasional-Jendela Sastra Indonesia, 2020), Potret Kehidupan (Juara 1 Cipta Puisi Nasional-Tzone Publisher, 2020), Suara yang Lindap dan Malam Senyap (Antologi Puisi Bersama Penyair ASEAN- Salmah Publishing, 2020), Ode Kerinduan (Juara 1 Cipta Puisi Nasional-Inong Agam Publishing, 2020), Mimpi dan Puisi (Juara 3 Cipta Puisi Nasional-Mentari Media, 2020), Langkah Bahtera Langka (Antologi Puisi Bersama Alumni UKM Batra UR-Malay Culture Studies, 2020), Puisi Para Pendaki Bisik Langit Pasak Bumi (Antologi Puisi Pendaki- Pendaki Indonesia-Rumah Sunting, 2021), dan beberapa sekumpulan buku lainnya juga beberapa karya yang terbit di media massa. 0813 1044 0782

Cerpen: Orang-Orang Bunian

Riausastra.com - Pepohonan hutan imbo tampak merisik-risik. Angin mengeriap. Udara menggigili sendi-sendi tulang. Di anjungan rumah panggung lipat pandan beratap curam, tangis sesegukan orang-orang...

Puisi: Sepotong Sungai Berkuah Darah

Sepotong Sungai Berkuah Darah negeri ini hanya rawarawa bergambut rempah,kata, tuk yong berkisahsebelum lahir tempat tinggalmu yang penuh hijau melumutabahmu kecil melompat ke sungai jantan...

Cerpen: Penumbai Madu

Riausastra.com - Semburat jingga dengan sapuan kemerah-merahan melatari sekawanan keluang yang pulang ke pangkuan rimba. Matahari pun semakin merangkak. Tiupan angin bantaran Sungai Apit...

Puisi: Ratap Abadi di Sepanjang Sungai

Ratap Abadi di Sepanjang Sungai dari matamu yang semata bulan,aku melihat air mengalir di sepanjang kenangia mencari nadi hidup yang telah membatu dari masa lalumenjalari...

Puisi: Orang-Orang yang Menumbai

Orang-Orang yang Menumbai petang sudah lama menelan negeri kitanegeri umbaiumbai juagan masgul yang menjaga kepurbaan Melayulidahlidah pun telah menjulur dari masa dulumenjilati gambut mangrove berakar...

Puisi: Asmaraloka Bumbu Dapur, Mak

Asmaraloka Bumbu Dapur, Mak sejauh apa pun susur sungai yang kulalui,kulabuhkan juga derap langkah di tanah Melayu Siak inisejauh apa pun melanglang,akan bermuara jua derap...

Puisi: Tampung Mandau, Matinya Anak Sungai Jantan

Tampung Mandau, Matinya Anak Sungai Jantan aku terombang benak tentang tampung mandau si anak sungai yang mati di belakang rumahmasih terlihat samar bangkaibangkai perahu konting...
Advertisingspot_img

Popular posts

My favorites

I'm social

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan