Cerpen: Langit-Langit Malam
Jangan, janjikan cinta yang biruBila kau hanya bermanis-manis di bibirJangan, bisikkan rindu yang semuBila kau hanya menabur luka di hati
Riausastra.com - Kudengarkan sepenuh hati...
Cerpen: Red Bus Menuju London Eye
Riausastra.com - Perjalanan ini telah lama aku idam-idamkan. Sederhana saja, dengan naik Red Bus aku dan sekawanan mahasiswa Asia mengelilingi Kota London. Dari bus...
Cerpen : Pendar Zapin di Negeri Istana
Riausastra.com - Ini adalah sebuah desa. Selayaknya sebuah desa, tentu saja menawarkan ketenangan. Sawah-sawah yang terhampar luas. Menghijau. Bila sudah waktunya, muncullah bulir-bulir padi...
Cerpen : Darah Terakhir
Riausastra.com - Aku memandang sendu pada lelaki di hadapanku ini. Pikirannya kacau. Wajahnya penuh kecemasan. Sering kali ia memandangi telepon genggamnya. Melihatnya pucat pasi...
Cerpen: Dialog Senja antara Lautan, Pantai dan Angin
Riausastra.com - “Aku cemburu pada pantai,” ujar Lautan mengadu pada Angin.
Tubuhnya memancarkan keindahan yang teramat cantik, hingga penghuni daratan berduyun-duyun menikmati terik matahari bersamanya.
Angin...
Cerpen : Sayur Kangkung
Apa iya, sayur kangkung dan kawan-kawan bisa memberikan efek bodoh buat konsumen rutinnya? Menurutku, belum tentu, Kawan.
Cerpen : Kesal
Riausastra.com - Aku terbangun dari tidurku. Kupandang arloji pada handphone seluler milikku, pukul 2.30 WIB. “Ternyata masih terlalu pagi,” bisik batinku.
Kulirik ke arah...
Cerpen : Asap di Ujung Senja
Riausastra.com - Seorang lelaki separuh baya duduk sendirian di sebuah beranda. Tatapannya kosong, seolah-olah pikirannya melanglang buana menembus cakrawala. Jauh sekali. Wajahnya terlihat lebih...
Cerpen: Matinya Seorang Dukun
Mula-mula perempuan muda berhidung mancung dan berambut lencang itu mencoba berdandan. Memoleskan bedak ke seluruh wajahnya. Kemudian, menyembulkan mulut dan memperayu bibirnya dengan lipstik...
Cerpen: Anti Hujan
Riausastra.com - Betapa manisnya jambu madu yang tengah bermusim. Buahnya lebat. Dagingnya montok. Warnanya begitu menggoda, merah merekah. Nikmatnya, aduhai. Membayangkan keelokan buah jambu...




























