Puisi: Sungai Nil

0
Sungai Nil telah kupelajari sejarahtentang luasnya kasih ibu yangtersusur di sejauh arus sungai.di setiap riakania amanahkan petak cintanyadi dalam peti bayi "Oh air, langkahmu terlampau gesit....

Puisi: Tradisi Badike

0
Tradisi Badike lelaki itu memandang langit hitampada malam berkabut dinginpurnama menampakkan dirihingga desir angin menguraikan kata-katasunyi malam melenyapkan logikamenghadirkan keyakinan akan leluhur daun angin-angin dijalin tujuh...

Puisi: Menepis, Mengasing

0
Menepis, Mengasing Rumah puisi menjauhPenghuninya mengasingWaktu dulu menggurat langit berasa,menggetar kata berjiwa Satu puisi mengucil di sudutnyaMenepis bekas pada ingatanMengupas telapak di tanganMenolak jejak dalam pijakan Lantas...

Puisi: Kota Sajian Tradisi

0
Kota Sajian Tradisi Di dapur kehidupanada rencam muslihat dan resepi budayalahir dari susila tradisi manusiayang cinta ikatan seleramengakrab ukhuwah keluargaselamanya di ingatan amalan. Dari meja hidangan...

Puisi: Penikmat Hidup

0
Penikmat Hidup Bagaikan seruni di atas TenggerTak henti mendaki tanpa alas kakiDan tak peduli terik matahariKarena hasrat masih berselubung di dada Kala itu raga masih menyanjung...

Puisi: Gadis Temaram di Tengah Hujan

0
Gadis Temaram di Tengah Hujan Seorang gadis melumat temaram di tengah hujanMengamati tiap bulir menampar pipinya yang ranumBibir bergetar seperti debaran guntur tak mau lunturTerseok-seok...

Puisi: Lelaki Memanggul Khazanah Bernama Yazid

0
Lelaki Memanggul Khazanah Bernama Yazid Di bawah lampu teromak yang menjatuhkanjutaan kata dalam pikiranku apa yang akan akuceritakan disorot matamu sayuapakah itu rindu yang meluncur...

Puisi: Derana

0
Derana Bilur yang masih merekat di pundakMenoreh perihMenaruh kerikilDalam tempurung kayu rimpuh Sederet wajah telanjang di balik jendelaMelihat bayangan merasuk dalam panaseaMemikul derana melintasi waktu tanpa...

Puisi: Awal Yang Telah Usai

0
Awal Yang Telah Usai barangkali, dalam lamunan yang tak pernah kuhitungada angan yang belum sempat kuaminibarangkali, salah satunya tentang dirimudari ujung sepatuku, cahaya memantuldalam wajah...

Puisi: Jantung Melayu, Datuk Tenas Effendy

0
Jantung Melayu, Datuk Tenas Effendy Dua. Nol. Satu. Lima.Langit Melayu muramBukan perkara semut beranjak dari sarang, bukan pula karena gajah melepas gadingAtau harimau nan tinggalkan...

TRENDING TOPIK