Puisi: Sungai Nil
Sungai Nil
telah kupelajari sejarahtentang luasnya kasih ibu yangtersusur di sejauh arus sungai.di setiap riakania amanahkan petak cintanyadi dalam peti bayi
"Oh air, langkahmu terlampau gesit....
Puisi: Tradisi Badike
Tradisi Badike
lelaki itu memandang langit hitampada malam berkabut dinginpurnama menampakkan dirihingga desir angin menguraikan kata-katasunyi malam melenyapkan logikamenghadirkan keyakinan akan leluhur
daun angin-angin dijalin tujuh...
Puisi: Menepis, Mengasing
Menepis, Mengasing
Rumah puisi menjauhPenghuninya mengasingWaktu dulu menggurat langit berasa,menggetar kata berjiwa
Satu puisi mengucil di sudutnyaMenepis bekas pada ingatanMengupas telapak di tanganMenolak jejak dalam pijakan
Lantas...
Puisi: Kota Sajian Tradisi
Kota Sajian Tradisi
Di dapur kehidupanada rencam muslihat dan resepi budayalahir dari susila tradisi manusiayang cinta ikatan seleramengakrab ukhuwah keluargaselamanya di ingatan amalan.
Dari meja hidangan...
Puisi: Penikmat Hidup
Penikmat Hidup
Bagaikan seruni di atas TenggerTak henti mendaki tanpa alas kakiDan tak peduli terik matahariKarena hasrat masih berselubung di dada
Kala itu raga masih menyanjung...
Puisi: Gadis Temaram di Tengah Hujan
Gadis Temaram di Tengah Hujan
Seorang gadis melumat temaram di tengah hujanMengamati tiap bulir menampar pipinya yang ranumBibir bergetar seperti debaran guntur tak mau lunturTerseok-seok...
Puisi: Lelaki Memanggul Khazanah Bernama Yazid
Lelaki Memanggul Khazanah Bernama Yazid
Di bawah lampu teromak yang menjatuhkanjutaan kata dalam pikiranku apa yang akan akuceritakan disorot matamu sayuapakah itu rindu yang meluncur...
Puisi: Derana
Derana
Bilur yang masih merekat di pundakMenoreh perihMenaruh kerikilDalam tempurung kayu rimpuh
Sederet wajah telanjang di balik jendelaMelihat bayangan merasuk dalam panaseaMemikul derana melintasi waktu tanpa...
Puisi: Awal Yang Telah Usai
Awal Yang Telah Usai
barangkali, dalam lamunan yang tak pernah kuhitungada angan yang belum sempat kuaminibarangkali, salah satunya tentang dirimudari ujung sepatuku, cahaya memantuldalam wajah...
Puisi: Jantung Melayu, Datuk Tenas Effendy
Jantung Melayu, Datuk Tenas Effendy
Dua. Nol. Satu. Lima.Langit Melayu muramBukan perkara semut beranjak dari sarang, bukan pula karena gajah melepas gadingAtau harimau nan tinggalkan...




























