Puisi: Duduklah di Sampingku Sesuai Diperintahkan
Duduklah di Sampingku Sesuai Diperintahkan
Hati berbunga-bunga mewadahi ketibaan bulanmusetia terselit di sela doa seusai solatkini terjawab seperti janji dikotakan pada masanyamenyerlahkan sinar kejujuranduduklah di...
Puisi: Kita Saling Bertanya saat Hujan Tiba
Kita Saling Bertanya saat Hujan Tiba
Masih kau ingat kemarin hariHujan membuat kuyupdaun-daun di pelataran masjid.
Setelah kita selesaimelaksanakan shalat dhuhur.Kita berteduh bersama di masjid.
dan pertanyaan...
Puisi: Dalam Situasi Hiruk-Pikuk Cemas Berbaur Duka Gegarkan Jiwa
Dalam Situasi Hiruk-Pikuk Cemas Berbaur Duka Gegarkan Jiwa
Aku tertelungkup di hamparan hinamenyesali diri terpalit lumpur berbau bangkaiseperti hari tersisih matahari sepenuhnyasuram cukup mengelirukanair mata...
Puisi: Rindu
Rindu
Entah bagaimana kudefinisikan rinduSeperti hujan kepada bumi kah?Atau, seperti perahu layar kepada dermaga kah?Atau, seperti oase di gurun tandus?
Sulit sekali kutafsirkan rinduSeperti diri dengan...
Puisi Sepucuk Kata
Sepucuk Kata
(Untuk Mhd. Irfan)
Saya ingin pakai Burak tua,Sambil ego ngebul sendirianMemutari kota jauh dan kembaliMengubur nestapa.Atau jika saya tidak baik berkendara:1/Boleh saya pakai sepata,Dua...
Puisi: Lukisan Bulan Uda Muhar-To
Lukisan Bulan Uda Muhar-To
Di hari melengang:Melelang senggang ke ufuk hari petangSisikan lingkaran tidak sempurna rupa putih di kanvas malam
Kadang juga sebagai pelukis menjadi seniman...
Puisi: Bapak Bahasa
Bapak Bahasa
Terlahir di lingkungan istanabukan sarana untuk pamer harta,tapi menimba ilmu sebanyak-banyaknya,termasuk dari kaum ulama.Maka, tumbuhlah Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmadsebagai orang...
Puisi: Tahan Air Matamu, Bunda
Tahan Air Matamu, Bunda
Terpapah kaki ini melangkahMengitari Ruang NICU tempat Airin dirawatNyeri sesar seakan sirnaDitelan rasa rindu yang membara
“Tahan air matamu, Bunda,” Ucap perawat“Aku...
Puisi: Mengingatmu
Mengingatmu
Kepada Muhammad Asqalani eNeSTe
Kaulah itu yang menanam puisikuSebagai ari-ari anakmu di pelataran WADan menyiraminya dengan imajinasi yang cucur dari keringatmuAkar-akar puisiku menancap kuat pada...
Puisi: Lakse Kuah
Lakse Kuah
Di meja makankala atap dan tanah basahsebab berkali-kali dicumbui hujan
Di dalam mangkok mi saguserupa gunung bersanding dengan tongkol dari kepulan asapkemudian dihangatkan dengan...




























