Puisi: Melangkah Kalah

0
Melangkah Kalah Pergilah! Bawa semua keputusanmuTak usah hirau dengan janji terdahuluKuurus sendiri semua duka dalam semestakuBahagiamu harus kau tuju meski luka dalam bagiku Tak mengapaTak ada...

Puisi: Sejarah Hilang, Budaya Melayang?

0
Sejarah Hilang, Budaya Melayang? Sudah cukup sudah bangsa lain berkaryaDalam melestarikan hasil negara IndoseiaMelunturkan sejarah sendiri yang terlupakanMempermanenkan budaya sendiri yang terabaikan Marilah kita melestarikan yang...

Puisi: Gubuk Kecil

0
Gubuk Kecil Di balik gubuk kecil,tersimpan juta-an lukisan suram,cucuran derai air matasi kecil terpaku di sudut ruang Luka digarit dinding kacaDi balik tong kecil, pungut secerca...

Puisi: Tangis Kilau Sutan Benai

0
Tangis Kilau Sutan Benai Angin tua merintih sendirianMembawa kisah hampir pergiTentang pusaka mulai dilupakanOleh zaman terus berlari Baju barantai bertaut besiDulu disanjung seluruh negeriKini tergantung sunyi...

Puisi: Kuharap Syafaatmu, Muhammad

0
Kuharap Syafaatmu, Muhammad Pada tiap detak jantungpada tiap helaan nafaspada tiap kerdipan matabersatu namamu Lenaku berbantal gundahmerayap rindu di birai mimpiingin bertemu menatap wajahmu Kusemai benih akidahagar...

Puisi : Anak-anak Al Aqso

0
ANAK-ANAK AL-AQSA Berlari, bermain, bernyanyi, dan tertawaSeolah mereka lupa baru kemarin mereka menangisSeolah mereka juga tak ambil pusingKalau-kalau sebentar lagi mereka akan menangis, menangis, dan...

Puisi: Relung Retak

0
Relung Retak Bertahun-tahun kutitipkan sunyipada satu wajah yang kupanggil rumah,namun yang kembali hanyalah retakan,seperti kaca pecah di dada. Setiap luka menjelma bayangan,yang enggan beranjak dari ingatan,hingga...

Puisi: Di Sebalik Kelompok Darwis

0
Di Sebalik Kelompok Darwis Aku sering tertanyaBagaimana mengenal orang-orang suciAda yang mengatakan mereka itu pendiamPembisu ,menjauhi orang? Ada satu kelompok dari luar (zahirnya)Adalah seperti orang-orang kufur,Tetapi...

Puisi: Putih Abu-Abu

0
Putih Abu-Abu Agustus dua ribu dua-duaTepat pertama kali aku mengenalmuAku tak tahu mengapa aku sejatuh ini padamu pemilik hatikuNamamu yang selalu terselipdi sela-sela waktuSaat aku...

Puisi: Langit-Langit Jakarta

0
Langit-Langit Jakarta Selaksa embun pagiMenetes lembut dari ujung dedaunanKesejukan melambai, menukar bayang-bayangGemericik air bersenandung tentang bait-bait rindu Kota Batavia kubiarkan dijejak kakikuBeribu kapal kayu bersandar dalam...

TRENDING TOPIK