Puisi: Muara Ramadhan

0
Muara Ramadhan Langit membuka, malaikat berbaris membagi cinta mengapi-apiCintakan rasa cinta melangiti asmaralokaNyaLangit membuka, malaikat berbaris membagi cara merinduMuRedaRedakanlahMurka serakahMenggugat api dalam diri yang tidak...

Puisi: Tiga Hari Menjelang Sebelas

0
Tiga Hari Menjelang Sebelas Pétang Delapan DesemberTiga langkah berat menuju angka yang dinantiSatu dasawarsa lebih memelihara janjiKini jalan pandang kita tak lagi searah Di kursi kayu...

Puisi: Pondok Kehidupan

2
Pondok Kehidupan Biarlah gedung-gedung pencakar langit itutumbuh subur di tengah lautan banjirbiarlah pesawat modern itu melintasiudara penuh kabut asap pekat Sementara, aku bersandar di pondok kehidupandi...

Puisi: Kuncup-Kuncup Kehidupan

0
Kuncup-Kuncup Kehidupan Bumi meringis panas dinginHawa raga menarik jejak perjalanan makhluk bermahkotaMengikrarkan keberadaan keturunan anak cucunyaMemeluk makhluk pemimpin peradaban dengan luka dan dukaLelah mengalah dalam...

Puisi: Matahari Tenggelam

0
Matahari Tenggelam Kulihat lautTengah menari gelombang pasangDalam suara buih mempesonaSaat merahnya bola langit perlahan terlukisDi antara awan-awan putih seperti bulu dombaMemayung teduh jejak-jejak di pasirCamar...

Puisi: Sensasi

0
Sensasi Ramai dalam kerumunanMematut layar terkembang lebarDi tanah lapang sebuah negeriTerpaku cerita alur terpampang mataKisah usang diulangDari secarik kertas perjuanganJaja sapi dan hijau sesawahanPeluh leluhur...

Cerpen: Ayah, Aku Ingin Pulang

0
Riausastra.com - Dengan sigap, Bu Nur menyiapkan pakaian dari lemari ke dalam tas ransel yang dibuka lebar.  “Kenapa berangkat mendesak?” meski terdengar lembut, nada...

Puisi: Tasawuf Rindu

0
Tasawuf Rindu Ada kegelisahan yang menetap dalam hati.Menggores dinding memberi peringatan.Mencipta kesan memberi perhatian. Sorot matanya membuatku tersesat.Harapku puisi mengetuk pintu hatinya.Betapa inginku abadi di dalamnya. Rindu...

Puisi: Digunduli Prestasi

0
Digunduli Prestasi Pacu Jalur dinamakan ialah tradisi anak kuantanDari penjajahan nenek moyang tradisi ini telah terlestarikan Tapi sayang seribu kali sayangIni bukan tentang lestarinya sebuah tradisiTapi...

Puisi: Ilham Barista

1
Ilham Barista pada teduhan kafe ilmuwannyala fikir menggodak ligatpanas secangkir espressomenjamu harum ramuanmengadun asa wijaya mencicip pesan ibunda"biar beribu batu merantauusah lelah menjerang ilmu,kehangatan yang abadinikmat...

TRENDING TOPIK