Mohd Saifullah Abd Rahim

Mohd Saifullah Abd Rahim
10 KIRIMAN0 KOMENTAR
Seorang guru lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia. Meminati bidang penulisan kreatif. Antologi puisi dan cerpen yang terlibat ialah seperti_Betapa Berat, Himpunan Puisi Si Penyu, Secawan Kopi 7, Tarian Tinta 2 dan Rangkai Kata, Kompilasi harta Intelek : Warisan Pantun Tiga Serumpun dan Puisi Serumpun 2024.2. Karya puisi pernah tersiar di akhbar tempatan seperti Mingguan Malaysia, Harian Ekspres, Wilayahku serta majalah terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka.

Puisi: Sampan Memoir

Sampan Memoir Helai-helai waktu semalamdilipat menjadi sampan memoirmelayari muara silam yang redupmemayung rimbun kisah terindahasyik bercanda dalam deru nafasmenyatu bersama denyut nadibergetar zarah cinta ulung. Layar...

Puisi: Memahkotakan Kebangkitan

Memahkotakan Kebangkitan (Dedikasi buat golongan kelainan upaya) i/debu-debu sirnamenempel di cuping nipissayup menusuk ronggasatu persatu rontokrebah di pangkuan detik lisan membidik nistadari ekor mata penilik ragasedang mereka...

Puisi: Seloka Mencanai Cakna

Seloka Mencanai Cakna Anak syurga menggamit pandang,Selami nubari sayang bertandang. Mendung awan renyai gerimis,Menagih kasih bukanlah mengemis. Mendongak langit tersergam pesona,Lapangkan minda mencanai cakna. Diam membisu tak petah...

Puisi: Izinkan Kupeluk Lara Kalbumu

Izinkan Kupeluk Lara Kalbumu (kontribusi buat anak disabilitas) i/Dalam kamar angannyakasih seakan terkunciperca duka menggigitsamar sinar dan kontang ragamembelai tubuh takdirterbungkam lara jingga "tegarnya kalian menjeling jeliksedang...

Syair: Sekuntum Kasih

(Dedekasi buat anak istimewa) Aduhai taulan dengarlah pesan,Berbuat baik tingkah dan lisan,Walau berbeza dugaan insan,Jangan dibiar gugur tangisan. Lahir ke dunia cacat abadi,Pilu segenap nafas dan...

Puisi: Ilham Barista

Ilham Barista pada teduhan kafe ilmuwannyala fikir menggodak ligatpanas secangkir espressomenjamu harum ramuanmengadun asa wijaya mencicip pesan ibunda"biar beribu batu merantauusah lelah menjerang ilmu,kehangatan yang abadinikmat...

Puisi: Titis Kopi di Kelopak Mawar

Titis Kopi di Kelopak Mawar Memoir semalamrona hitam yang hangatdalam kota kedinginanmenyatu membelenggu atmapada janggal serdak bersisamelarutkan gundah terbungkam. Kepahitan kopi itumencium cangkir pasrahdibiar menitis redajatuh...

Puisi: Rintih dari Ceruk Kolong

Rintih dari Ceruk Kolong Tetes embun menimpakaki lima yang bencahkotak pungut mengalasdebu di perbaringan wargaku mengertisekeping raga bisa dimamahsegumpal angkuh dari agam semalam yang gentingbawah kolong melankolisbertubi...

Puisi: Kemanisan Silaturahmi

Kemanisan Silaturahmi Busa-busa puisi bercandamenyaji rencah sejuta rasabiji-bijian kopi serumpunbertemu di muka cangkirhangat menyegarkandalam uncang ukhuwah semerbak aroma diksidiadun sebati kelazatanmenjamu bait-bait maknadi setiap rangkap selerasarat...

Puisi: Bicara Sepasang Mata

Bicara Sepasang Mata Pandang betul-betulcukup hanya menjegilekor mata menembak tepatseram bagai dicuit rasuktak perlu lantang bicaracahaya mata terdiam kecutibu ayah misali punya sakti. Tengok tepat-tepatcukup hanya...
Advertisingspot_img

Popular posts

My favorites

I'm social

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan