Puisi : Denting Waktu
Denting Waktu
Aku mengeja aksara di antara gelimang waktuSatu persatu kumaknaiBeranjak menjelang fajar, berlalu menjelang gulita
Kucalari denting waktu yang kupunyaSatu satu kusisakan energikuTerbungkus dalam derap...
Puisi : Tersenyumlah
Tersenyumlah
Seraut wajah Ambon manise menatap dalam kelamJiwanya bergemuruh, pikirannya ikut kalutIa saksikan hamparan raga yang pasrah Dalam benaknya, "Sampai kapan tenda pengungsian akan menemani...
Puisi : Untukmu Ibu Pertiwi
Untukmu Ibu Pertiwi
Ada pemuda berseragam putih abu-abuBerlari kencang menerobos badai kericuhanIa usap kedua matanya, perihTak lekang, sehelai sang saka merah putih ia sandarkan dalam...
Puisi : Ibu yang Tak Sempurna
Ibu yang Tak Sempurna
Aku ini ibu yang tak sempurnaSetiap pagi kubuka jendelaKusampaikan pada subuhMoga kelak anak-anakku seperti fajar Membuka hari dengan cahaya kebaikan untuk...
Puisi : Anak-anak Al Aqso
ANAK-ANAK AL-AQSA
Berlari, bermain, bernyanyi, dan tertawaSeolah mereka lupa baru kemarin mereka menangisSeolah mereka juga tak ambil pusingKalau-kalau sebentar lagi mereka akan menangis, menangis, dan...
Puisi : Negeri Kita Bukan Sedang Bercanda
Negeri Kita Bukan Sedang Bercanda
Lihat asap menggumpal di sela-sela nadi anak bangsaTerengap-engap mencari udara yang pantas untuk dihirupLalu, kesudahannya hanya bagai angin laluDiam.Meski jasad...
Puisi : Oleh-oleh dari Riau
Oleh-oleh dari Riau
Perlukah aku memberimu,Sepotong kemojo yang mulai menghitam?Agar engkau tau, tentang luka di Tanah Melayu
Perlukah aku membelikanmu,Seekor selais selepas disalai?Agar engkau faham, tentang...
Puisi : Hujan yang Meluruh
Hujan yang Meluruh
Wahai sang mata airMerendahlah dan jatuhlah ke mimbar-mimbar keputusasaan kamiMengalirlah dan membumilahMembasuh luka yang merasuk perlahan
Wahai sang mata airHiraukanlah mata kami yang...
Puisi : Tarian Asap
Tarian ASAP
Asap kembali bersemiMenguncup, merekah, mekar mengembangIa tabur benih-benih keresahanMengakar di dasar jiwa-jiwa yang sengsara
Asap kini diberi panggung lagiIa menari mengikuti irama sang tuanLemah...
Puisi : Kami Datang Pada-MU
Kami Datang
Kami datang pada-MuMembawa dosa dan sejumput pengharapanLangkah menjejak, kepala menundukKedua tangan menengadah, mata hati ikut terpejam
Kami datang membasuh diriMengurai butir-butir kesombongan dalam hatiDi...




























