Puisi: Kita Saling Bertanya saat Hujan Tiba

0
Kita Saling Bertanya saat Hujan Tiba Masih kau ingat kemarin hariHujan membuat kuyupdaun-daun di pelataran masjid. Setelah kita selesaimelaksanakan shalat dhuhur.Kita berteduh bersama di masjid. dan pertanyaan...

Puisi: Dalam Situasi Hiruk-Pikuk Cemas Berbaur Duka Gegarkan Jiwa

0
Dalam Situasi Hiruk-Pikuk Cemas Berbaur Duka Gegarkan Jiwa Aku tertelungkup di hamparan hinamenyesali diri terpalit lumpur berbau bangkaiseperti hari tersisih matahari sepenuhnyasuram cukup mengelirukanair mata...

Puisi: Rindu

0
Rindu Entah bagaimana kudefinisikan rinduSeperti hujan kepada bumi kah?Atau, seperti perahu layar kepada dermaga kah?Atau, seperti oase di gurun tandus? Sulit sekali kutafsirkan rinduSeperti diri dengan...

Puisi Sepucuk Kata

0
Sepucuk Kata (Untuk Mhd. Irfan) Saya ingin pakai Burak tua,Sambil ego ngebul sendirianMemutari kota jauh dan kembaliMengubur nestapa.Atau jika saya tidak baik berkendara:1/Boleh saya pakai sepata,Dua...

Puisi: Lukisan Bulan Uda Muhar-To

0
Lukisan Bulan Uda Muhar-To Di hari melengang:Melelang senggang ke ufuk hari petangSisikan lingkaran tidak sempurna rupa putih di kanvas malam Kadang juga sebagai pelukis menjadi seniman...

Puisi: Bapak Bahasa

0
Bapak Bahasa Terlahir di lingkungan istanabukan sarana untuk pamer harta,tapi menimba ilmu sebanyak-banyaknya,termasuk dari kaum ulama.Maka, tumbuhlah Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmadsebagai orang...

Puisi: Tahan Air Matamu, Bunda

0
Tahan Air Matamu, Bunda Terpapah kaki ini melangkahMengitari Ruang NICU tempat Airin dirawatNyeri sesar seakan sirnaDitelan rasa rindu yang membara “Tahan air matamu, Bunda,” Ucap perawat“Aku...

Puisi: Mengingatmu

0
Mengingatmu Kepada Muhammad Asqalani eNeSTe Kaulah itu yang menanam puisikuSebagai ari-ari anakmu di pelataran WADan menyiraminya dengan imajinasi yang cucur dari keringatmuAkar-akar puisiku menancap kuat pada...

Puisi: Lakse Kuah

0
Lakse Kuah Di meja makankala atap dan tanah basahsebab berkali-kali dicumbui hujan Di dalam mangkok mi saguserupa gunung bersanding dengan tongkol dari kepulan asapkemudian dihangatkan dengan...

Puisi: Saat Harus Memilih

0
Saat Harus Memilih Aku melewati malamku dalam sepiSendiri, berunding dengan isi hatiSegenap harapanSirna diterpa mimpi-mimpi semu Airin tak di siniMenghabiskan sisa malam tak bersamakuTak mampu lagi...

TRENDING TOPIK