Puisi: Naûcent Naûdek Naû Mil Naûcent Naûdek Naû
Naûcent Naûdek Naû Mil Naûcent Naûdek Naû
NaûKuingat dirimu dalam setiap genap namun ganjilmu tak pernah hadirMana mungkin rindu ada obat jika tak bersua tatap?Perputaran...
Puisi 2:36
2:36
Pukul dua, tiga enamSungguh mata teramat susah terpejamMengigih tulang menatap rembulanTerpikirkan orang pulang kampung halaman
Meratap sudah seluruh jiwaTangis berderai raung-meraungTercampak dikamar tiada berkawanSemuanya meninggalkan...
Puisi: Pahlawan Kuantan
Pahlawan Kuantan
Kuantan adalah daerah MelayuSemakin hari semakin majuNamun rakyat tak pernah merasa rinduAkan sejarah Kuantan di masa lalu
Tak terbayang besar pengorabanan masyarakat dahuluSaat penjajah...
Puisi: Sabda
Sabda
Malam bersabda;Kau harus mengatasi kesedihanmuJika tidak?Dia yang akan menguasaimu
Kau harus menepis kesedihanmuJika tidak?Dia akan menelanmu!Sebab kau hanya manusia lemah yang tak mau kalah
Sudah sekian...
Puisi: Serba-Serbi
Serba-Serbi
Saat semua serba mudahRasa melangit membuncahBenih-benih pongah tumbuh tanpa jengahBias-bias jiwa kian rekahPetuah tetua tak lagi renyahMenengadah tangan ogahSaudara di bawah dianggap sampahDisemburkan perih...
Puisi: Setelah Kau Pergi
Setelah Kau Pergi
Setelah kau pergi buih bening terasa asin terus mengalir.
Hujan yang turun , pipi yang basah.
Pundak kokoh menghadang segala rintangan, kini sudah hilang.
Anak...
Puisi: Ayah, Aku Pulang Dulu, Ya
Ayah, Aku Pulang Dulu, Ya
Tertumbuk pandangan, ini rasanya kehilangan.
Untuk pertama kalinya, jiwa ini mengetahui kemana kau pergi.
Mereka mengusung keranda yang kau tumpangi, dibawa ke...
Puisi: Ritual Pemanggil Hujan
Ritual Pemanggil Hujan
saat bunga seulanga berjatuhandesir angin dari pascima dengan cepat menerpamenjadikan udara sekitarnya di penuhi bau pemula syukurmantra dari mulut petani pun menggema...
Puisi: Cahaya yang Hilang
Cahaya yang Hilang
Hujan ini akan lebih lamamembasuh luka-luka purbasejak musim kemaraumembawa angin risau
Di ujung daun yang basahdingin telah menciptakan sejarahmenggenangi gerahnya jiwadengan bercak-bercak harapyang...
Puisi: Menanam di Ladang-Mu
Menanam di Ladang-Mu
Sejak kecil, aku sering mendengar dongeng. Gadis berkerudung merah, malin kundang hingga timun emas.Mata ibu berbinar saat menceritakannya.Seulas senyum mengembang di sudut...




























