Gimin Saputra

Gimin Saputra
46 KIRIMAN0 KOMENTAR
Lahir di Teluk Beringin Kuansing (Riau) tanggal 11 Maret 1989. Dunia pendidikan diawali pada Sekolah Dasar Negeri 014 Teluk Beringin. Dilanjutkan dengan pelajaran agama Islam di MTS M IV Koto Gunung. Selanjutnya pendidikan ini dilanjutkan ke Pondok Pesantren Nurul Islam di Kampung Baru 2007-2010. Pendidikan keagamaan ini dilanjutkan pada jenjang keserjanahan dengan merampung studi S1 dengan jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam di Fakultas Adab dan Humaniora IAIN Imam Bonjol Padang. Pada akhirnya perjalanan intelektual ini berakhir dengan menyelesaikan S1 selama empat tahun, 2010-2014. No Hp/WA 082171591239,

Puisi: Ketika Dayung Menjaga Marwah, Wahyu Menuntun Langkah

Ketika Dayung Menjaga Marwah, Wahyu Menuntun Langkah Di tepian Batang Kuantanair mengalir membawa cerita.Tentang sebuah negeriyang menanam adat di dadadan Al-Qur'an di dalam jiwa Pagi datang...

Puisi: Tangis Kilau Sutan Benai

Tangis Kilau Sutan Benai Angin tua merintih sendirianMembawa kisah hampir pergiTentang pusaka mulai dilupakanOleh zaman terus berlari Baju barantai bertaut besiDulu disanjung seluruh negeriKini tergantung sunyi...

Puisi: Bukit Keramat, Rahasia yang Tidak Selesai

Bukit Keramat: Rahasia yang Tidak Selesai Di Teluk Beringin yang terlupa waktuBukit Keramat berdiri dalam senduSeperti bayang doa yang tak bersuaraMenjaga sunyi di antara dunia...

Puisi: Gumantan, Nafas Leluhur yang Abadi

Gumantan: Nafas Leluhur yang Abadi Di Desa Teluk Beringin nan tenangAngin berbisik di pucuk batangGumantan hadir penuh kenangWarisan lama tak lekang hilang Langkah dukun perlahan pastiMembawa...

Puisi: Mengayuh Harapan, Menjaga Budaya

Mengayuh Harapan, Menjaga Budaya Fajar menyingsing di tepian Kuantan,Kabut tipis menari di atas aliran,Riuh suara mulai berbalas pantun,Tanda pacu jalur segera diturunkan. Kayu panjang terukir penuh...

Puisi: Musnah Sudah

Musnah Sudah Gundul hutan di mana-manaSemua rata bagai taman tak berbungaUlah tangan manusia yang serakahHanya bisa memusnahkan alam jagat raya Kini bertambah panas dunia iniSemakin tak...

Puisi: Tiarap dalam Sepi

Tiarap dalam Sepi Berembus secuil anginSejuk menyiram hatiBerbisik dalam semboyanPada raga di buai mimpi Atmosfer senyum berkataRenungan hidup semakin perihSemua apa hendak di kataWalau rasa seakan...

Puisi: Muka Tembok

Muka Tembok Banyak sudah terlihat zaman sekarangRasa dan perasaan semakin berkurangBagaikan pasak dan tiang telah renggangDemi kepuasan, demi kekuasaan seorang Sungguh kejam tiada punya maluSemua dianggap...

Puisi: Gundah Segudang Masalah

Gundah Segudang Masalah Dekat jendela usangGelap malam terlihat remang-remangTermenung jiwa yang dilanda gersangBagai kabut tebal hanya lengang Suara sedih tiada gairahPikiran berserabut tiada arahBagai seruling yang...

Puisi: Pasir Cinta

Pasir Cinta Sebutir pasir di padang tandusGersang tiada tanda kehidupanSemuanya hangus terbakar mentariDan terinjak-injak oleh para pengembara Semuanya diam menunggu hujanSemuanya bisu menanti setetes embunUntuk memberikan...

Puisi: Begitu Panas, Begitu Kejam

Begitu Panas, Begitu Kejam Bersemi api dalam sekamSemua habis menjadi abuBegitu panas, begitu kejamSeakan berakal dungu Keserakahan semakin menjadiNafsu tidak terkendaliBagai lintah tiada pernah puasBagai ulat-ulat...

Puisi: Tangan-Tangan Jahanam

Tangan-Tangan Jahanam Literatur manusia banyak ragamMeski rambut sama hitamTingkah laku kadang kejamBagai siang berwajah malam Jantung hati bungkamBibir manis berhati masamSuka makan barang haramLaksana tikus bergigi...
Advertisingspot_img

Popular posts

My favorites

I'm social

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan