sumber foto asli: pixabay

2:36

Pukul dua, tiga enam
Sungguh mata teramat susah terpejam
Mengigih tulang menatap rembulan
Terpikirkan orang pulang kampung halaman

Meratap sudah seluruh jiwa
Tangis berderai raung-meraung
Tercampak dikamar tiada berkawan
Semuanya meninggalkan badan seorang

Hanya kesepian……
Kesunyian…
Kehampaan….
Yang terus mencekik

Merintih sudah mengenang diri seorang
Jauh di ufuk di rantau orang
Buruk suratan tangan telah terkandung
Sudah nasib, sudah untung

Artikel sebelumnyaPuisi: Pahlawan Kuantan
Artikel berikutnyaPuisi: Naûcent Naûdek Naû Mil Naûcent Naûdek Naû
Lahir di Teluk Beringin Kuansing (Riau) tanggal 11 Maret 1989. Dunia pendidikan diawali pada Sekolah Dasar Negeri 014 Teluk Beringin. Dilanjutkan dengan pelajaran agama Islam di MTS M IV Koto Gunung. Selanjutnya pendidikan ini dilanjutkan ke Pondok Pesantren Nurul Islam di Kampung Baru 2007-2010. Pendidikan keagamaan ini dilanjutkan pada jenjang keserjanahan dengan merampung studi S1 dengan jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam di Fakultas Adab dan Humaniora IAIN Imam Bonjol Padang. Pada akhirnya perjalanan intelektual ini berakhir dengan menyelesaikan S1 selama empat tahun, 2010-2014. No Hp/WA 082171591239,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here