Puisi: Negeri Istana Siak

0
Negeri Istana Siak Bismillahirahmanirrahim,Salam kalam sekalian syukur kedamaian hati bertawajuh.Mengekalkan doa di pintu langit semesta. Jikalah Tuan mengarungi perahu ke tebing runtuh.Dermagalah tempat singgah ke darat.Jikalah...

Puisi: Pilau Sempena

0
Pilau Sempena Seorang gadis berusia belasan tahunBermula datang dari birai hitamMembawa timbunan gelebahHingga tak mampu menopang raganya Waktu silih berganti berkawan fajarAda satu bagian dalam jiwanyaYang...

Puisi: Alam Kuantan

0
Alam Kuantan Di tepi batang kuantanAngin berkusu-kusu mesraDedaunan melambaiPepohonan menariPerahu banan menuju huluApa kabarmu hai kota jalur?Kulihat kau jenuhPada nasib badanmuKudis-kudis membusukkan kulitWajahmu mengerucutJemarimu pucatTak...

Puisi: Sungai Kuantan

0
Sungai Kuantan Saat hujan bersama anginMenyapa wajah tebing penuh lubangMengirim hati layu pada perut sungai Kuantan.Menerbangkan daun karet kering yang berserakan.ke atas batang pungai yang...

Puisi: Sempolet

0
Sempolet Mak,Adik sudah terlelapMenjaga tungku tak berasapMembilang padi tak berangka Tanah rawa yang kita pijakHanya sanggup menunaskan rumbiaDi bibir Pantai TenggayunBersenggayut pada logo Bengkalis Aku pergi sebentar,...

Cerpen: Matinya Seorang Dukun

0
Mula-mula perempuan muda berhidung mancung dan berambut lencang itu mencoba berdandan. Memoleskan bedak ke seluruh wajahnya. Kemudian, menyembulkan mulut dan memperayu bibirnya dengan lipstik...

Puisi: Pacu Jalur Menyulam Mimpi

0
Pacu Jalur Menyulam Mimpi Perahu baganduang menuju hilirDiiringi gemercik air mata bahagia di sungai kuantanHasil panen berjejer, tak henti berpose manis di badan perahu berbaju...

Puisi: Kala Pertanyaan Lebih Runcing dari Rinai

0
Kala Pertanyaan Lebih Runcing dari Rinai Di balik kaca, dipantulkan deras sungai, jamgadang, lalu kelok-kelok tajamJam-jam membuat mimpi berdetak lamadan bilik mendecit ngiluSebab masa lampau...

Puisi: Perempuan Di Tanah Gaia

0
Perempuan Di Tanah Gaia Tak pernah menoreh cela di pundak mahoniMenepi bagai lengkuas teriris linggisPerih membancang sukmaSeolah jarum menusuk gumpalan benangMemekik talian dayung di tepi...

Puisi: Embun

0
Embun perlahan pagimembukakelopak matadari mimpi indahnya embun tersenyum ramahmenyapa mentariyang akan melumerkansegala yang kusebut kehilangan pucuk dedaunanmasih terpakudalam kebekuanyang teramat singkat jeritan burung-burunggemuruhkan tawayang membabi butakeseluruh isi bumi lalu...

TRENDING TOPIK