Puisi: Negeri Istana Siak
Negeri Istana Siak
Bismillahirahmanirrahim,Salam kalam sekalian syukur kedamaian hati bertawajuh.Mengekalkan doa di pintu langit semesta.
Jikalah Tuan mengarungi perahu ke tebing runtuh.Dermagalah tempat singgah ke darat.Jikalah...
Puisi: Pilau Sempena
Pilau Sempena
Seorang gadis berusia belasan tahunBermula datang dari birai hitamMembawa timbunan gelebahHingga tak mampu menopang raganya
Waktu silih berganti berkawan fajarAda satu bagian dalam jiwanyaYang...
Puisi: Alam Kuantan
Alam Kuantan
Di tepi batang kuantanAngin berkusu-kusu mesraDedaunan melambaiPepohonan menariPerahu banan menuju huluApa kabarmu hai kota jalur?Kulihat kau jenuhPada nasib badanmuKudis-kudis membusukkan kulitWajahmu mengerucutJemarimu pucatTak...
Puisi: Sungai Kuantan
Sungai Kuantan
Saat hujan bersama anginMenyapa wajah tebing penuh lubangMengirim hati layu pada perut sungai Kuantan.Menerbangkan daun karet kering yang berserakan.ke atas batang pungai yang...
Puisi: Sempolet
Sempolet
Mak,Adik sudah terlelapMenjaga tungku tak berasapMembilang padi tak berangka
Tanah rawa yang kita pijakHanya sanggup menunaskan rumbiaDi bibir Pantai TenggayunBersenggayut pada logo Bengkalis
Aku pergi sebentar,...
Cerpen: Matinya Seorang Dukun
Mula-mula perempuan muda berhidung mancung dan berambut lencang itu mencoba berdandan. Memoleskan bedak ke seluruh wajahnya. Kemudian, menyembulkan mulut dan memperayu bibirnya dengan lipstik...
Puisi: Pacu Jalur Menyulam Mimpi
Pacu Jalur Menyulam Mimpi
Perahu baganduang menuju hilirDiiringi gemercik air mata bahagia di sungai kuantanHasil panen berjejer, tak henti berpose manis di badan perahu berbaju...
Puisi: Kala Pertanyaan Lebih Runcing dari Rinai
Kala Pertanyaan Lebih Runcing dari Rinai
Di balik kaca, dipantulkan deras sungai, jamgadang, lalu kelok-kelok tajamJam-jam membuat mimpi berdetak lamadan bilik mendecit ngiluSebab masa lampau...
Puisi: Perempuan Di Tanah Gaia
Perempuan Di Tanah Gaia
Tak pernah menoreh cela di pundak mahoniMenepi bagai lengkuas teriris linggisPerih membancang sukmaSeolah jarum menusuk gumpalan benangMemekik talian dayung di tepi...
Puisi: Embun
Embun
perlahan pagimembukakelopak matadari mimpi indahnya
embun tersenyum ramahmenyapa mentariyang akan melumerkansegala yang kusebut kehilangan
pucuk dedaunanmasih terpakudalam kebekuanyang teramat singkat
jeritan burung-burunggemuruhkan tawayang membabi butakeseluruh isi bumi
lalu...




























