sumber foto asli: pixabay

Sungai Kuantan

Saat hujan bersama angin
Menyapa wajah tebing penuh lubang
Mengirim hati layu pada perut sungai Kuantan.
Menerbangkan daun karet kering yang berserakan.
ke atas batang pungai yang tak lagi berbaju
Dulu di sini tempat kami bermain sepulang sekolah
Sambil bergelut menepuk kaos kaki berbau di atas aliran sungai

Di sana kami juga berlatih pacu sampan
Hingga menjadi anak negeri bernyali
Petani pun ikut duduk menjemput petang
Melepas rasa penat seharian berladang, terkadang mencuci bau piangang di tangan
Setelah sedari pagi
membangkit karet milik induak somang
Entah kapan upah itu berlebih menjelang petang
Pada julo-julo orang kampung tertinggal utang

Ikan Kuantan di tengah malam
Tak kunjung menyodorkan wajah
Kabarnya mereka pindah ke muara
Ingin sembuh dari keracunan zat asam

Lubuk-lubuk pemilik insang
Kehilangan penghuni
Riak air raksa bercumbu terlalu dalam
Hingga keceriaan anak-anak sungai menghilang
Jantung kehidupan ikan ikut terancam
Sungai kuantan mengadu pada angin
Saat gerimis itu datang di hamparan ladang yang terendam

Induk sapi meregang nyawa
Kilang padi berdiam diri
Anak-anak kuantan tak lagi pandai berkayuh
Sampan panjang pun
tak pernah lagi turun mandi
Corona ikut menghanyutkan mimpi
Dan teriakan demi teriakan
tertinggal di konten YouTube Menanti jantung ekonomi kembali berdegup
Di saat kelahiran anak Kuantan Singingi

Kuansing, 28 Desember 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here