Puisi: Inilah Hari Kemenangan Anugerah Tuhan
Inilah Hari Kemenangan Anugerah Tuhan
Seakan tak percaya begitu lekasnyaRamadhan sudah dekat dengan langkah pulangwalau sebulan waktu bersanding tak pernah rasa puassebolehnya tiada perpisahan hanya...
Puisi: Puh
Puh
di puingpuing dermaga,kau jahit luka semesta lewatdua mendung di bolamatamukau basuh anyir luka hatipada air limbah yang akrabkau jadikan pemenuh hajat
di puingpuing dermaga,kau hanyutkan...
Puisi: Nasib Kampusku
Nasib Kampusku
Kampus ku berdiri tegak menjulangMenyambut siapa saja yang datangLaksana hamparan semak ilalangTempat binatang lalu lalang
Mahasiswa ribuan orangDosen ratusan orangPedagang puluhan orangYang datang dari...
Puisi: Meng-ASI-hi
Meng-ASI-hi
Ketika gelombang rindu singgah di hatikuKucoba berdamai dengan samudera rasaKubiarkan angin kesabaran menemanikuUntuk satu nama yang kulukis di kala senja
Tak banyak cara yang bisa...
Puisi: Rindu
Rindu
Berkibar datang dalam rindukusepenggalah juang, pada tanah dan airpada aroma nan syahdu tak berkesudahankampung halamanku
apa kabar tentang sungai dan rimbanya?masihkah puaka serta rimbun menyalang?ataukah...
Puisi: Palestina, Tanda Merah di Bibir Senja
Palestina: Tanda Merah di Bibir Senja
api membarawarna merah menyaladi bibir senja yang kian pucatkusaksikan mereka berbaris penuh semangatmembawa amanat yang dititipkan hingga akhir hayat
melawan...
Puisi: Purnama Ramadan
Purnama Ramadan
Purnama Ramadan menarik asakuKemuliaannyapun telah terpaku pada puncaknyaPendarannya membuncah segudang rinduSeakan kampung halaman selembut cahayanya
Pijar kerinduanoun turut tersekaSesekali keheningan malam menyahut purnamaHayalpun kian...
Puisi: Simpuh
Simpuh
Aku mengharapkan ampunan nan azalidi balik simpuh, nan dalampada malam tak berujung
air mata menderaisebagai takhluk sebagai makhluk,menciptakan kekokohan di sanubari yang kering kerontangakankah beroleh...
Puisi: Setan di Kampung
Setan di Kampung
Aku sembunyi dari matanya yang merah. Dan doa aku sembunyikan sebagai pasukan jaga. Tanpa belati, tanpa kentongan, tanpa senapan. O kepalanya terpenggal...
Puisi: Bedug
Bedug
pukullah kepalaku!sampai terbelalak kelopak matadalam membaca setiap jejak dan tanda.pukullah sampai gendang telingayang pekak ini sanggup mendengar setiap ratapmenerka setiap tatapmeski masih saja batin...




























