Puisi: Inilah Hari Kemenangan Anugerah Tuhan

0
Inilah Hari Kemenangan Anugerah Tuhan Seakan tak percaya begitu lekasnyaRamadhan sudah dekat dengan langkah pulangwalau sebulan waktu bersanding tak pernah rasa puassebolehnya tiada perpisahan hanya...

Puisi: Puh

0
Puh di puingpuing dermaga,kau jahit luka semesta lewatdua mendung di bolamatamukau basuh anyir luka hatipada air limbah yang akrabkau jadikan pemenuh hajat di puingpuing dermaga,kau hanyutkan...

Puisi: Nasib Kampusku

0
Nasib Kampusku Kampus ku berdiri tegak menjulangMenyambut siapa saja yang datangLaksana hamparan semak ilalangTempat binatang lalu lalang Mahasiswa ribuan orangDosen ratusan orangPedagang puluhan orangYang datang dari...

Puisi: Meng-ASI-hi

0
Meng-ASI-hi Ketika gelombang rindu singgah di hatikuKucoba berdamai dengan samudera rasaKubiarkan angin kesabaran menemanikuUntuk satu nama yang kulukis di kala senja Tak banyak cara yang bisa...

Puisi: Rindu

0
Rindu Berkibar datang dalam rindukusepenggalah juang, pada tanah dan airpada aroma nan syahdu tak berkesudahankampung halamanku apa kabar tentang sungai dan rimbanya?masihkah puaka serta rimbun menyalang?ataukah...

Puisi: Palestina, Tanda Merah di Bibir Senja

0
Palestina: Tanda Merah di Bibir Senja api membarawarna merah menyaladi bibir senja yang kian pucatkusaksikan mereka berbaris penuh semangatmembawa amanat yang dititipkan hingga akhir hayat melawan...

Puisi: Purnama Ramadan

0
Purnama Ramadan Purnama Ramadan menarik asakuKemuliaannyapun telah terpaku pada puncaknyaPendarannya membuncah segudang rinduSeakan kampung halaman selembut cahayanya Pijar kerinduanoun turut tersekaSesekali keheningan malam menyahut purnamaHayalpun kian...

Puisi: Simpuh

0
Simpuh Aku mengharapkan ampunan nan azalidi balik simpuh, nan dalampada malam tak berujung air mata menderaisebagai takhluk sebagai makhluk,menciptakan kekokohan di sanubari yang kering kerontangakankah beroleh...

Puisi: Setan di Kampung

0
Setan di Kampung Aku sembunyi dari matanya yang merah. Dan doa aku sembunyikan sebagai pasukan jaga. Tanpa belati, tanpa kentongan, tanpa senapan. O kepalanya terpenggal...

Puisi: Bedug

0
Bedug pukullah kepalaku!sampai terbelalak kelopak matadalam membaca setiap jejak dan tanda.pukullah sampai gendang telingayang pekak ini sanggup mendengar setiap ratapmenerka setiap tatapmeski masih saja batin...

TRENDING TOPIK