Puisi: Martabat Cinta

0
Martabat Cinta Izinkan aku mencintaimuselembut azan yang dikumandangkanburung-burung kala senjadi Madura.Suara merdu azan yang menggetarkan daun hatihingga tunjam luruh pada hamparan tanah.Cintaku amatlah rendah, lantas...

Puisi: Ulang Tahun

0
Ulang Tahun selalu kau ingat, satu persatu usiamenetes menjadi lautanmenjadi sesosok ombak, putih membuihmelayang-layang rindu pada karangmenjadi sebatang angin, akarnya menerbangkan layarmengantar kabar nelayan pada...

Puisi: Darah Pertama

0
Darah Pertama Malam yang berlalu adalah episode penuh kejutanDering handphone terasa sangat menakutkanJika ia telah bergema,Aku harus kuatkan mentalSediakan jiwa yang kokohMenanti kabar dari seberang...

Puisi: Tanda Cinta

0
Tanda Cinta Dengan tanda cintaAku menjelma samuderaLuas menuangkan rasa Hati-hati rapuhSukma-sukma lumpuhAda pun rindu sepuhDalam kemilau cahaya tubuh Jangan bersedihJika jodoh bukan tindihBiarkan bertamasyaMeratapi nasib anyar Nikmati sajaKalau...

Puisi: Ada Cinta dalam Kuali Ibu

0
Ada Cinta dalam Kuali Ibu Sepasang bola mata tenggelam pada pawon tua dengan dinding gedeg yang hampir hangus dimakan usia. Di jerambah beralas tanah yang...

Puisi: Mudik

Mudik Boleh saja bila kau ingin pergi mudikke kampung halaman yang telah lamamenantikan pesan dari kejauhan.Boleh saja bila kau ingin menelantarkanku sendiriandi sebuah kota sunyi...

Puisi: Kalkun Bulan November

0
Kalkun Bulan November Kau tak banyak bicara, tanganmu tetap memotong wortel, mencincang bawanguntuk kalkun berselimut garam dan Mustard. Kenapa kau ada? Tiap waktu, kau kerap menolak ajakan...

Puisi: Kita Pindah, Sayang

0
“Kita Pindah, Sayang” Airin..Gema takbir tak mampu menahan mataku untuk tidak basahKubiarkan aroma kesedihan jatuh tepat di hatikuIngin ku berlari memutar waktuAgar perih ini segera...

Puisi: Kojo

0
Kojo* Sudah hangatkah loyang itu, Mak? Manis tubuhmu terlalu lekatuntuk sembunyi pada telur dan santan Aku ingin cepat mengukusnya, memasak gulayang diikat campuran tepung.Kemudian lugu menunggu samar...

Puisi: Untuk Sebuah Nama

Untuk Sebuah Nama Dalam sepertiga malamDuduk bersila sembari menggoyangkan kepalaBerkelumit bersama temaramMenuai kerinduan pada Sang Khalik Lirih menyetubuhi nadi dan nadaDi belahan dadaMenggenggam tasbih dengan eratMenyebut...

TRENDING TOPIK

Puisi: Apabila

Puisi: Benalu

Puisi : Orang-orang Abstrak