Bintang Ramadhana Andyanto

Bintang Ramadhana Andyanto
15 KIRIMAN0 KOMENTAR
Mulai menyukai dunia sastra sejak menginjak bangku kelas XII. Awal mula ketertarikan saya terjadi karena saya membaca sebuah novel karya Fiersa Besari yang berjudul “Konspirasi Alam Semesta”. Sejak itu, saya telah jatuh cinta pada dunia tulis-menulis.

Puisi: Galeri

Galeri Galeri adalah mesin waktu menujusebuah masa yang entah.Suatu malam ada seorang penjelajahyang nekat memasukinya tanpa peduliapakah akan selamat atau sekarat.Konon, di dalam galeri ia...

Puisi: Rumah tanpa Alamat

Rumah tanpa Alamat Tubuhmu rumah tanpa alamat.Telah lama kususuri jalanan demi menemukanrumah yang ingin kutuju. Saban waktuaku sampai kehabisan akal, lantas kuhampiriseorang penyair banyak akal...

Puisi: Kepala Dua

Kepala Dua Tak lama lagi kepalaku akan bertambah sebuah.Kepala yang lama pun akan binasa,terkubur dalam sebuah makam bernamamasa kecil sangat bahagia. Setiap tahunakan kuziarahi dan...

Puisi: Masih Kuingat Jelas Hari Itu

Masih Kuingat Jelas Hari Itu Masih kuingat jelas hari itu:hari di mana aku berkenalan denganseorang pencuri yang membawa dukadi dalam hatinya. Diam-diam iamenyelinap masuk ke...

Puisi: Aku Harus Menulis Tentangmu

Aku Harus Menulis Tentangmu Kukatakan pada diri sendiri:“Aku harus menulis tentangmu.”Aku harus menulis tentang seoranggadis manis yang aku pandangdi sebuah Sabtu yang sadis.Akhir pekan menjelma...

Puisi: Wejangan Ibu Kambing

Wejangan Ibu Kambing Keluarga kambing berkumpul demimengadakan rapat keluarga dadakandi sebuah lapangan pinggir jalan.Sang ibu, yang kini bertindak sebagaikepala keluarga setelah sang suamidigorok oleh kumpulan...

Puisi: Air Seni

Air Seni Belakangan ini Air Seni-ku susah keluar.Kata orang, aku mungkin kurangngopi, tapi kopi bilangaku harus lebih sering bertemu orang.Lalu orang yang lain berkata aku...

Puisi: Celana Bali yang Menolak Kembali

Celana Bali yang Menolak Kembali Minggu lalu aku berlibur ke Bali.Ketika pergi, aku mengenakan celanapanjang berwarna biru tuayang seakan tak pernah menua.Begitu hendak pulang dari...

Puisi: Mudik

Mudik Boleh saja bila kau ingin pergi mudikke kampung halaman yang telah lamamenantikan pesan dari kejauhan.Boleh saja bila kau ingin menelantarkanku sendiriandi sebuah kota sunyi...

Puisi: Ngabuburit

Ngabuburit Aku dan senja bersama-sama melewati masadi sebuah halte pinggir kota selagi menantikan waktu berbuka.Di jalanan kami saksikan para manusia dengan berbagai kelakuan:ada penjual makanan...

Puisi: Terima Kasih

Terima Kasih Terima Kasih adalah kawan kita yangsering disepelekan. Banyak orang yang menganggapnyatak banyak berarti dan sudah ketinggalan zaman.Padahal, kurasa mereka cuma terlalu seganuntuk mau...

Puisi: Perang

Perang Langit kelabu tak mampu menahan haru.Tangisan ia turunkan demi memandikanbumi yang wajahnya kusam tak karuan.Daratan sepi ditinggal sebagian umatnyayang sudah lari dikejar ketakutan.Sementara mereka...
Advertisingspot_img

Popular posts

My favorites

I'm social

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan