Puisi: Jeda
Jeda
Setidaknya,kau pernah singgah dalam buku ceritaMeski bukan sebagai pemeran utamaNamun, kehadiranya telah memberikan warnaPada kekosongan tiap-tiap halaman peristiwaYang menjadikanya berada
Cerita itu kian abadiMeski tergenang...
Puisi: Tuan Jacky yang Tua
Tuan Jacky yang Tua
Untuk Tuan yang terdampar di perempatan jalan
Wahai bapak berkulit keriput, ubanmu sudah merata di atas kebunmu nan tandusUmurmu sudah senja, tak...
Puisi: Besi Tua Berdarahkan Bangsa
Besi Tua Berdarahkan Bangsa
(Pembangunan Rel Kereta Api Muaro Sijunjung-Pekanbaru 1942-1945)
Di masa dahuluUntuk menciptakan muPenuh rasa haru begitu piluTanpa alat bantu hanya satu bahu
Di masa...
Puisi: Ilalang Sunyi
Ilalang Sunyi
Bagaikan tumbuh dibebatuanKau mencoba bertahanMengais sebuah ketegaranSerupa ilalang yang hadirnya tak diharapkan
Sunyi menatap musim datang dan pergiMemeluk serpihan rindu dan mimpiBerceloteh tentang kisah...
Puisi: Cerita Kepada Tiga Kekasih
Cerita Kepada Tiga Kekasih
:kepada Muhammad Asqalani eNeSTe
Kepada kekasih, yang rahimnya menumbuhkan dua kuntum cintakuKutumpahkan cerita tentang pesona menulis puisiPenyair dari Pekanbaru,negeri Melayu nan hanya...
Puisi: Samboja Lestari
Samboja Lestari
:Anih dan Syahrul
Once humanity dying in mankind, sometime animals are guiding us back to our basics(Anil Prabakhar)
Dalam hutan, ular-ular datang di sungai lumpurMembahayakan...
Puisi: Pada Sebuah Ruang, Rindu Menjadi Kenang
Pada Sebuah Ruang, Rindu Menjadi Kenang
Jemari waktu seakan menggenggam kembali ingatan. Serupa mengajak kita untuk sama-sama melangkah, masuk ke sebuah ruang. Kemudian menciptakan keheningan...
Puisi: Catatan Malam
Catatan Malam
Di balik gemerlap kota, gadis kecil berwajah kuyu berjalan menyusuri trotoarwajahnya pucat membelah malambajunya kumal, rambutnya lusuh berantakankantung matanya bengkak penuh debu dan...
Puisi: Wajahku Tewas Di Wajahmu
Wajahku Tewas Di Wajahmu
Darah mengucur deras dan hampa,Merangkul bahu ringkih.Legam hari tak cerah mengitari,Jemala tandus tanpa harap ia telah mati.
Tawa yang dikenal kini terasa...
Puisi: Melukis Kelam
Melukis Kelam
Air mata mengusap debu,Terhampar di sekujur tubuh,Lugu dia menatap sepasang mata sinis,Kian sadis mengiris hati krisis.
Langit terbakar dan menghitam,Kembali melukis kelam pada setiap...




























