Puisi: Pulang
Pulang
/1/Pada jalan berlikukabut dan dingin mencipta kakuaku pulang ke palung ke dasar paling relung -di hatimu.
MenemuimuPagi, petang, hingga malam datang dan berulang.Aku menunggu, sampai...
Puisi: Kenyataan Adalah Jawaban
Kenyataan Adalah Jawaban
Kincir angin berputar cepatBendera berkibar kencangAngin di tengah laut berhembusOmbak sore hari mulai pasangFajar siap berganti rembulan
Makna hidup selalu bergantiSuka dan duka...
Puisi: Gelap
Gelap
Sungguh tidak berkesudahanMenyesatkan pandanganMendorongku ke gelapnya malamTanpa cahaya secercah harapan
Ku sadar akan kata-katamuYang penuh dengan dustaKau hanyalah sahabatYang hanya menciptakan legendaAkan hancurnya suatu ikatanDalam...
Puisi: Perihal Asap, Hujan dan Kita
Perihal Asap, Hujan dan Kita
1/Tak usah kau memeram gelisah pada hujan yangMencurah, walau sekejap cuma.Paling tidak basahlah sudah semak-semak samun,parit-parit yang kerontang.Pun hamparam gambut...
Puisi: Bukit Sulap
Bukit Sulap
Bukit dengan bentuk yang samaDari pandangan yang bedaSemua begitu sejak duluSemua akan begitu selalu
Bukit dengan bentuk yang samaDari pandangan yang bedaDisana cerita terciptaDisana...
Puisi: Lautan
Lautan
Lautan membujuknyamenegak secangkir payauagar terbiasa hadapi dunia yang makinhari makin kacaukatanya;"karang yang kuat tak akan sudiretak dihantam ombakBegitu pula kau."
Lautan pun menaruh sindirperihal dirinya...
Puisi: Rumah Laut 511-21
Rumah Laut 511-21
: Kita yang singgah dalam pelbagai kisah danpusaran sejarah
Di rumah laut, perbualan kita kian larut,pecah bagai ombak selat Bengkalis mengalun-ngalun lembut, tak...
Puisi: Amin
Amin
Ingin sekali aku menjadi seperti Amin.Ketika orang lain meminta sebuah hajat,Amin pasti muncul sebagai sang penyelamat.Ketika hajat itu tak kunjung dijawab,Amin kembali muncul sebagai...
Puisi: Menantimu di Selasar
Menantimu di Selasar
untuk : Ita Sunita
Jika kau tinggalkan aku saat gelappelarian akan semakin ngenasbening pagi, mentari yang bekusore nanti mungkin hujan
Teh, aku selalu menantimu...
Puisi: Selarik Harapan
Selarik Harapan
Bumi belum sepenuhnya pulihKekacauan silih berganti menampakan diri, menamakan dirinya pandemi.Pandemi atau 'plann-demi'? Nyong ora ngerti.
Tapi pagi demi pagi lahirHarapan selalu hadirSecercah asa...




























