Cerpen: Bayangan Duka
Riausastra.com - Bagas menatap langit sore yang perlahan berubah jingga. Angin sore bertiup lembut, membawa aroma tanah dan dedaunan yang mulai mengering. Dari atas...
Puisi: Serumpun Saling Menyantun
Serumpun Saling Menyantun
Kitalah bangsa berbudidari rumpun Melayu yang cekal hatidewasa dalam amalan tradisibiarpun dirempuh alam globalisasikekal utuh berperibadimengangkat harkat bangsatanpa ada putus asa.
Rukun Melayu...
Puisi: Surat dari Laut
Surat dari Laut
Dengan surat iniAku datangkan rinduku dari riuh ombakAgar tak ada yang mencintaiku setengah jiwa
Dengan surat iniAku titipkan kedalaman samudrakuAgar semua orang tahu...
Puisi: Jejak yang Terhapus
Jejak yang Terhapus
Dalam desah dedaunan yang meratap,Kau lenyap, tinggalkan hampa yang mengangalangkah yang pernah kita rajut,Kini tenggelam dalam sunyi
Kita, dalam simfoni warna kehidupan,Yang merangkai...
Puisi: Menanti Kad Lebaran
Menanti Kad Lebaran
Setia menanti tibanya kad rayabagaikan menanti malam seribu bulanSebaik waktunya kad lebaran tibabergegas keinginan rasamenjengah ucap dan pesan kataterhimpun dalam uncang bicarapasti...
Puisi: Senyuman Lebaran
Senyuman Lebaran
Dalam keriuhan cahaya syawaltiada siapa yang tahu dan peduliada kepingan hati yang sepimerindui mereka yang telah lama pergi.
Senyuman lebaran yang dilemparkantidak ubah suatu...
Cerpen: Cewek Yunani Itu…
Riausastra.com - Cewek Yunani itu nama panggilannya Lyla, seorang mahasiswi program Erasmus plus asal negeri para dewa dan dewi yaitu Yunani dan mengambil jurusan...
Puisi: Muka Tembok
Muka Tembok
Banyak sudah terlihat zaman sekarangRasa dan perasaan semakin berkurangBagaikan pasak dan tiang telah renggangDemi kepuasan, demi kekuasaan seorang
Sungguh kejam tiada punya maluSemua dianggap...
Puisi: Pesan Hati kepada Diri
Pesan Hati kepada Diri
Pesan hati kepada diridunia ini hanyalah perangkapmalam terlalu gelaptanpa secalit cahayasiang fatamorganayang membuat kau terpesona
Telah tersedia timbunan kayuyang apinyauntuk membakar jasadmuhingga...
Puisi: Seteguk Kopi Cinta Ramadhan
Seteguk Kopi Cinta Ramadhan
setelah di muara-Nya mimpi adalah nyataserakan aroma, juga cahayamendung yang mengambangbernaung, mendiamkanbisikan-bisikan di kepala
setelah merasa cintakami siang dalam malamadalah secawan kopi...




























