Cerpen: Bayangan Duka

0
Riausastra.com - Bagas menatap langit sore yang perlahan berubah jingga. Angin sore bertiup lembut, membawa aroma tanah dan dedaunan yang mulai mengering. Dari atas...

Puisi: Serumpun Saling Menyantun

0
Serumpun Saling Menyantun Kitalah bangsa berbudidari rumpun Melayu yang cekal hatidewasa dalam amalan tradisibiarpun dirempuh alam globalisasikekal utuh berperibadimengangkat harkat bangsatanpa ada putus asa. Rukun Melayu...

Puisi: Surat dari Laut

0
Surat dari Laut Dengan surat iniAku datangkan rinduku dari riuh ombakAgar tak ada yang mencintaiku setengah jiwa Dengan surat iniAku titipkan kedalaman samudrakuAgar semua orang tahu...

Puisi: Jejak yang Terhapus

0
Jejak yang Terhapus Dalam desah dedaunan yang meratap,Kau lenyap, tinggalkan hampa yang mengangalangkah yang pernah kita rajut,Kini tenggelam dalam sunyi Kita, dalam simfoni warna kehidupan,Yang merangkai...

Puisi: Menanti Kad Lebaran

0
Menanti Kad Lebaran Setia menanti tibanya kad rayabagaikan menanti malam seribu bulanSebaik waktunya kad lebaran tibabergegas keinginan rasamenjengah ucap dan pesan kataterhimpun dalam uncang bicarapasti...

Puisi: Senyuman Lebaran

0
Senyuman Lebaran Dalam keriuhan cahaya syawaltiada siapa yang tahu dan peduliada kepingan hati yang sepimerindui mereka yang telah lama pergi. Senyuman lebaran yang dilemparkantidak ubah suatu...

Cerpen: Cewek Yunani Itu…

0
Riausastra.com - Cewek Yunani itu nama panggilannya Lyla, seorang mahasiswi program Erasmus plus asal negeri para dewa dan dewi yaitu Yunani dan mengambil jurusan...

Puisi: Muka Tembok

0
Muka Tembok Banyak sudah terlihat zaman sekarangRasa dan perasaan semakin berkurangBagaikan pasak dan tiang telah renggangDemi kepuasan, demi kekuasaan seorang Sungguh kejam tiada punya maluSemua dianggap...

Puisi: Pesan Hati kepada Diri

0
Pesan Hati kepada Diri Pesan hati kepada diridunia ini hanyalah perangkapmalam terlalu gelaptanpa secalit cahayasiang fatamorganayang membuat kau terpesona Telah tersedia timbunan kayuyang apinyauntuk membakar jasadmuhingga...

Puisi: Seteguk Kopi Cinta Ramadhan

0
Seteguk Kopi Cinta Ramadhan setelah di muara-Nya mimpi adalah nyataserakan aroma, juga cahayamendung yang mengambangbernaung, mendiamkanbisikan-bisikan di kepala setelah merasa cintakami siang dalam malamadalah secawan kopi...

TRENDING TOPIK