Rizal De Loesie

Rizal De Loesie
19 KIRIMAN0 KOMENTAR
Rizal De Loesie, nama pena dari Drs. Yufrizal,M.M. Seorang lelaki yang didik dengan budaya melayu, dari seorang ibu kelahiran Bagansiapiapi. Pernah tinggal di Pulau Burung, Indragiri Hilir. Saat ini berdomisili di Kota Bandung. Penulis puisi, cerpen dan artikel pendidikan. Telah menerbitkan beberapa antologi puisi dan cerita pendek antara lain Lindap, Sekeras Karang Selembut Embun, Rahasia Sebait Senja, Selendang Apsara dll. Ayah dari seorang putri ini bertempat tinggal di Casa De Esta, Antapani Kota Bandung

Puisi: Pintalan Sujud

Pintalan Sujud Debu menjelma raga,fana berjejak di atas serpih waktu,gelap menyalakan pelita,keterbatasan pintu tak terbatas Prana tumbuh dalam sukma,akar jiwa menembus batu waktu,mata air di rahim...

Puisi: Di Lembah Pasaman

Di Lembah Pasaman Aku pulangke lembah Pasaman, di tanah inipernah ada langkah Ayahdan suara Ibu Kinihanya dua pusarayang dapat kutatap Ibu,engkau lahir di Rokan Hilirdibesarkan di Selat PanjangDi...

Puisi: Catatan Sisa Magrib

Catatan Sisa Magrib Sakit ini mengetuk pintu belakangSore baru saja habis,dan perih itu masuk diam-diam Aku tak sempat menghitungberapa tikungan yang membuat lututku gemetar Rintangan-Muhanya tanah basah,tempat...

Puisi: Menyimpan Matahari

Menyimpan Matahari Anakku,aku pernah menggendong musimhari-hari pecah di pundak,keringnya merambat sampai ke sumsum,seperti gurun yang rindukan hujanberabad-abad lamanya. Aku berjalan tanpa lelahdi jalan-jalan yang menanggalkan namanya...

Puisi: Pucuk Nipah

Pucuk Nipah Pucuk nipah terdiammatahari dan hujan berebutentah siapa membesarkanulat-ulat dan waktumengejar bayangan asin,gelisah ombak Pondok bertiang enamatapnya jalinan kasihdaun nipah dan bilah waktuawal dan akhir...

Puisi: Doa di Balik Nisan Sunyi

Doa di Balik Nisan Sunyi Aku datang membawa sepi,menyusuri nama yang perlahan pudar di batu.Angin menyapu debu seperti tangan waktuyang tak lagi mengenal siapa yang...

Puisi: Melaka Mengambilmu Kembali

Melaka Mengambilmu Kembali Melaka memanggilmudengan suara yang lebih tua dari usia kita.Tak ada yang bisa kulakukanketika kau mendengar ituseperti anak yang mendengar ibunyadalam mimpi setengah...

Puisi: Sepotong Sajak Ibunda

Sepotong Sajak Ibunda Kususuri desir angin di pokok saguMendendang nyanyian leluhur,Menggulung ombak di Selat MelakaYang kugenggam sebagai cinta Bukankah segala asa ini ingin berlabuhDi dermaga kayu...

Puisi: Doa yang Tak Meminta Apa-apa

Doa yang Tak Meminta Apa-apa Aku tak lagi meminta terangCukup aku dudukmenjadi ruang bagi gelapyang sedang mencari jalan pulang Hatiku—tak lagi menolak luka;kusuguhkan secangkir kopi,biar pahitnya...

Puisi: Tahajud dalam Gulita

Tahajud dalam Gulita Malamku ditebas sunyi,hela nafas bagai desir waktumengalir di lorong-lorong batinmenyentuh gugusan ingatan yang retak Ingin kutuliskan sebait doadalam bentuk puisi yang ragu ragu,namun...

Puisi: Menakar Riau (Tanah Leluhur)

Menakar Riau (Tanah Leluhur) Cintaku menakar Riau,Dengan dayung dari BagansiapiapiYang pernah membasuh peluh nelayanDalam nyanyian pokok sagu Kami diam-diam menyimpan simpul rinduDalam puisi paling takzim, pada...

Puisi: Kenangan

Kenangan Jendela terbuka, bisik malam menyusupkan candu kopiMerajut perjalanan biji di pegunungan anganMembelah sudut paling sunyi,ada kegetiran dan tawaTeraduk masa begitu panjangKini hidangan waktu telah...
Advertisingspot_img

Popular posts

My favorites

I'm social

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan