Puisi : Tersenyumlah

0
Tersenyumlah Seraut wajah Ambon manise menatap dalam kelamJiwanya bergemuruh, pikirannya ikut kalutIa saksikan hamparan raga yang pasrah Dalam benaknya, "Sampai kapan tenda pengungsian akan menemani...

Puisi : Untukmu Ibu Pertiwi

0
Untukmu Ibu Pertiwi Ada pemuda berseragam putih abu-abuBerlari kencang menerobos badai kericuhanIa usap kedua matanya, perihTak lekang, sehelai sang saka merah putih ia sandarkan dalam...

Puisi : Ibu yang Tak Sempurna

0
Ibu yang Tak Sempurna Aku ini ibu yang tak sempurnaSetiap pagi kubuka jendelaKusampaikan pada subuhMoga kelak anak-anakku seperti fajar Membuka hari dengan cahaya kebaikan untuk...

Puisi : Anak-anak Al Aqso

0
ANAK-ANAK AL-AQSA Berlari, bermain, bernyanyi, dan tertawaSeolah mereka lupa baru kemarin mereka menangisSeolah mereka juga tak ambil pusingKalau-kalau sebentar lagi mereka akan menangis, menangis, dan...

Cerpen : Asap di Ujung Senja

0
Riausastra.com - Seorang lelaki separuh baya duduk sendirian di sebuah beranda. Tatapannya kosong, seolah-olah pikirannya melanglang buana menembus cakrawala. Jauh sekali. Wajahnya terlihat lebih...

Puisi : Negeri Kita Bukan Sedang Bercanda

0
Negeri Kita Bukan Sedang Bercanda Lihat asap menggumpal di sela-sela nadi anak bangsaTerengap-engap mencari udara yang pantas untuk dihirupLalu, kesudahannya hanya bagai angin laluDiam.Meski jasad...

Puisi : Oleh-oleh dari Riau

0
Oleh-oleh dari Riau Perlukah aku memberimu,Sepotong kemojo yang mulai menghitam?Agar engkau tau, tentang luka di Tanah Melayu Perlukah aku membelikanmu,Seekor selais selepas disalai?Agar engkau faham, tentang...

Puisi : Hujan yang Meluruh

0
Hujan yang Meluruh Wahai sang mata airMerendahlah dan jatuhlah ke mimbar-mimbar keputusasaan kamiMengalirlah dan membumilahMembasuh luka yang merasuk perlahan Wahai sang mata airHiraukanlah mata kami yang...

Puisi : Tarian Asap

0
Tarian ASAP Asap kembali bersemiMenguncup, merekah, mekar mengembangIa tabur benih-benih keresahanMengakar di dasar jiwa-jiwa yang sengsara Asap kini diberi panggung lagiIa menari mengikuti irama sang tuanLemah...

Puisi : Kami Datang Pada-MU

0
Kami Datang Kami datang pada-MuMembawa dosa dan sejumput pengharapanLangkah menjejak, kepala menundukKedua tangan menengadah, mata hati ikut terpejam Kami datang membasuh diriMengurai butir-butir kesombongan dalam hatiDi...

TRENDING TOPIK