Puisi : Perempuan Dua Kota
Perempuan Dua Kota
Perempuan dalam sebuah kotaMenyeka air mata untuk sekadar menutupi luka batinnya“Beri aku hakku!” teriaknya penuh harapWajah merahnya hanya dianggap angin lalu
Perempuan...
Puisi : Perempuan Bersarung Sejengkal
Perempuan Bersarung Sejengkal
Ini bukan tentang sebuah elegi yang datang bersama kekerasan masaIni tentang sebuah elegi yang diundang bersama gairah yang diinginiJika elegi adalah cermin...
Puisi : Selamat Malam Al-Quds
Selamat Malam Al-Quds
Gelap tak selalu sempurnaTanpa setitik lentera di langit kelamMalam pun tibaInsan terlelap dibuai lelah yang mendera
Mereka tiba-tiba terbangunDi riuh rendahnya nyanyian sunyi...
Kata Mereka, Dia Sahabat
Aku peluk anakku kuat-kuatAku redam gelisahku dalam doaAku hapus bias-bias ketakutanAku risau masa yang berganti tak lagi kusinggahi
Kupeluk anakku erat-eratAku berjanji pada semesta yang...
Cerpen : Pendar Zapin di Negeri Istana
Riausastra.com - Ini adalah sebuah desa. Selayaknya sebuah desa, tentu saja menawarkan ketenangan. Sawah-sawah yang terhampar luas. Menghijau. Bila sudah waktunya, muncullah bulir-bulir padi...
Puisi : Cukup Jadi Manusia
Cukup Jadi Manusia
Hey, sobat..Aku lihat, kamu sedang asyik menikmati udara segar, makan besar bersama keluarga, dan malamnya tidur lelap berbuai mimpiAku juga tau, masalah...
Cerpen : Darah Terakhir
Riausastra.com - Aku memandang sendu pada lelaki di hadapanku ini. Pikirannya kacau. Wajahnya penuh kecemasan. Sering kali ia memandangi telepon genggamnya. Melihatnya pucat pasi...
Puisi : Mata yang Berbicara
Mata yang Bicara
Siluet senja menari-nari di kelopak mata indahmuMenggelorakan tarian luka yang mengisi kekosongan harapanSesekali batinmu ikut berteriak"Tatap aku dalam-dalam, dan rasakanlah getaran nuranimu!"...
Puisi : Orang-orang Abstrak
Orang-orang Abstrak
Ada seseorang,Menekan "ucapan" untuk beberapa orangLewat kata yang ia deraikanTersirat makna berbaur rasa
Sebagian orang menganggap label itu hanya ocehan belakaAda juga yang menganggap...
Puisi : Selamat Hari Guru
Selamat Hari Guru
Aku, butiran embun yang menitik di bilangan pagiSejuk memukau saat diterpa pendar cahaya mentariPelangi singgah di pucuk fajarMempersilakan kemilau menjadi diriku
Kamu adalah...




























