Puisi: Perihal Keberangkatan

0
Perihal Keberangkatan Kita tak pernah tahu seperti apa Tuhan menetapkan jatah bagi waktu-waktuTuhan telah mengutus Izrail agar rajin bertamuIa gemar mengetuk setiap pintu dan jendelaTujuh...

Puisi: Doa Ikan-Ikan di Meja Makan

0
Doa Ikan-Ikan di Meja Makan :Marhalim Zaini Sebagai tubuh luka habis dikikisia jadi tulang yang abadibekas lembab santan membentuk abaddiiris-iris di atas piring kacasetelah itu ia...

Puisi: Bunga Madah Luka

0
Bunga Madah Luka Lihatlah searah angin utaraDisana pernah bunga merekah indahMengukir madah dipesisir pantaiDari sepenggal kata-kata yang tertinggalDiulurlah senyum dalam lidah terkulum Pasir Sri Laksamana itu...

Puisi: Payakumbuh

0
Payakumbuh Di kotamu, kawan:Beraluan batang Agam,Dialiri darah, nanah, dan sumpah. Nestapa bersilempangan,Bergayut antara bohlam-bohlam tamanSaling berseliweran. Aku mulai tak asing mengenalnyaKecipak berhulu,Beriak di muara. Temani aku di sini,Sekedar...

Puisi: Wanita di Tengah Malam

2
Wanita di Tengah Malam Untuk Nenek Mi'an di negeri jauh Wanita tua yang malang,di bilik matamu nampak kesedihansunyi menyelimuti malammu nan dinginAnak yang kau kandung dari...

Puisi: Jika Ia Menjadi Tua

0
Jika Ia Menjadi Tua (Kota Padang) Seorang gadis lajang, suka melalangTiada bukit yang tinggi, lembah yang dalam, dalam ingatnyaKetika rindu, berseliweran menghadang pandang kota Padang, dalam...

Puisi: Kuantan (Air Sungai Kuantan)

0
Kuantan (Air Sungai Kuantan) Semua mahluk hidup ,memerlukan mu….Mungkin tanpa mu,Semua mahluk hidup dibumi akan mati kehausanLembutnya zat mu mampu menyejukan jagad raya iniKau mampu...

Puisi: Songket

0
Songket memeluk ia, berpancar rupa.garis-garis kuning motif bunga. kau ada diantara punggawamelipat kata. kau ada diantaratakdir, menyemai janji. janji dari kilau di tubuhnya.cempaka atau tanjung. durhaka atau disanjung.kau...

Puisi: Selembar Kertas

0
Selembar Kertas Sewaktu ia mematikan radio, Terdengar tangki-tangki koin itu bereservoir dari terowongan gelap Ternyata waktu telah menyuntikkan penyesalan yang amat menua Tentu aku harus beranjak membawa tubuhku...

Puisi: Tumbuh

0
Tumbuh Kita berjalan serupa pengembara untuk menemukan tujuan Melewati jalan-jalan terjal, berliku bahkan curam Kadang tergelincir di jalan licin, menginjak duri atau batu kerikil Luka- luka menganga di...

TRENDING TOPIK