Puisi: Ambu Geni Mahameru

0
Ambu Geni Mahameru Kala abhati direnggut awan hitamMembawa peti nestapa beramai di segala dusunTak memandang manusia di hadapannyaBerteriak kesakitan lumpuh tak berdaya Lontaran batuan pijar berjatuhan...

Puisi: Tanpa Judul

0
Tanpa Judul (Untuk perempuan jauh) Hari itu cerah,Dan mengenangmu tidak pernah sudahMenghangatkan lagi kopi yang menjelang ampas, atau bumbu-bumbu awan yang keluar dari cerobong kereta api,Tepat...

Puisi: Gelembung Doa

0
Gelembung Doa Aku akan melukis ribuan gelembungpada bentangan kanvas seluas jagat rayaMenghiasinya dengan warna-warna spektrum cahayaGelembung yang bernyawa doa-doa berterbangan Ramalan cuaca hari ini menawarkan doa...

Puisi: Kelana Sang Jiwa

1
Kelana Sang Jiwa Aku diutus Tuhan menemani ragaBersamanya hidup melintas masa Dulu,Aku,Jiwa kecil masih telanjangTak sedikit pun noda menempel di badanBelum tahu arti berdandanTak ada perhiasan...

Puisi: Kehidupan Baru di Kota Bertuah-Kota Pekanbaru

0
Kehidupan Baru di Kota Bertuah-Kota Pekanbaru Hari hari lewat, pelan tapi pastiHari ini aku menuju satu puncak tangga yang baruSebagai Ketua Umum DPH LAMR Kota...

Puisi: Senja di Pantai

0
Senja di Pantai Masih kudengar debur ombakmusore itu,seiring jejak kaki telanjang menyentuh lembut hamparan pasir putihterasa damai di jiwa hempaskan segenap letihangan melayang bermain di...

Puisi di Perjalanan Pulang

0
Puisi di Perjalanan Pulang Malam ini, puisi berteriak, Gemanya, memenuhi alam raya. Seolah lomba orasi, ia kali ini berbait panjang berliku-liku Bahasanya halus, namun menikam Nadanya tinggi, Suaranya parau, Mendongkrak perasaan hingga...

Puisi: Tentang Hujan

0
Tentang Hujan Hujan suguhkan beribu maknaTiap tetes adalah seluruh rasa manusiaSuka, duka, sepi, hening,Riuh, canda, gemuruhSemua terdengar dalam rintiknya Detik rintik terhitung aloji waktuDerap langkah merajut...

Puisi: Kuncup-Kuncup Kehidupan

0
Kuncup-Kuncup Kehidupan Bumi meringis panas dinginHawa raga menarik jejak perjalanan makhluk bermahkotaMengikrarkan keberadaan keturunan anak cucunyaMemeluk makhluk pemimpin peradaban dengan luka dan dukaLelah mengalah dalam...

Puisi: Diajak Pesta Malam

0
Diajak Pesta Malam gendangan jarum jam masih kencang terdengarpadahal hari sudah larut malammataku mulai sayu, otakku mendayu di atas meja bundarpensil melambai jarimenarik tangan ingin menaridi...

TRENDING TOPIK