Puisi: Ambu Geni Mahameru
Ambu Geni Mahameru
Kala abhati direnggut awan hitamMembawa peti nestapa beramai di segala dusunTak memandang manusia di hadapannyaBerteriak kesakitan lumpuh tak berdaya
Lontaran batuan pijar berjatuhan...
Puisi: Tanpa Judul
Tanpa Judul
(Untuk perempuan jauh)
Hari itu cerah,Dan mengenangmu tidak pernah sudahMenghangatkan lagi kopi yang menjelang ampas, atau bumbu-bumbu awan yang keluar dari cerobong kereta api,Tepat...
Puisi: Gelembung Doa
Gelembung Doa
Aku akan melukis ribuan gelembungpada bentangan kanvas seluas jagat rayaMenghiasinya dengan warna-warna spektrum cahayaGelembung yang bernyawa doa-doa berterbangan
Ramalan cuaca hari ini menawarkan doa...
Puisi: Kelana Sang Jiwa
Kelana Sang Jiwa
Aku diutus Tuhan menemani ragaBersamanya hidup melintas masa
Dulu,Aku,Jiwa kecil masih telanjangTak sedikit pun noda menempel di badanBelum tahu arti berdandanTak ada perhiasan...
Puisi: Kehidupan Baru di Kota Bertuah-Kota Pekanbaru
Kehidupan Baru di Kota Bertuah-Kota Pekanbaru
Hari hari lewat, pelan tapi pastiHari ini aku menuju satu puncak tangga yang baruSebagai Ketua Umum DPH LAMR Kota...
Puisi: Senja di Pantai
Senja di Pantai
Masih kudengar debur ombakmusore itu,seiring jejak kaki telanjang menyentuh lembut hamparan pasir putihterasa damai di jiwa hempaskan segenap letihangan melayang bermain di...
Puisi di Perjalanan Pulang
Puisi di Perjalanan Pulang
Malam ini, puisi berteriak,
Gemanya, memenuhi alam raya.
Seolah lomba orasi,
ia kali ini berbait panjang berliku-liku
Bahasanya halus, namun menikam
Nadanya tinggi,
Suaranya parau,
Mendongkrak perasaan hingga...
Puisi: Tentang Hujan
Tentang Hujan
Hujan suguhkan beribu maknaTiap tetes adalah seluruh rasa manusiaSuka, duka, sepi, hening,Riuh, canda, gemuruhSemua terdengar dalam rintiknya
Detik rintik terhitung aloji waktuDerap langkah merajut...
Puisi: Kuncup-Kuncup Kehidupan
Kuncup-Kuncup Kehidupan
Bumi meringis panas dinginHawa raga menarik jejak perjalanan makhluk bermahkotaMengikrarkan keberadaan keturunan anak cucunyaMemeluk makhluk pemimpin peradaban dengan luka dan dukaLelah mengalah dalam...
Puisi: Diajak Pesta Malam
Diajak Pesta Malam
gendangan jarum jam masih kencang terdengarpadahal hari sudah larut malammataku mulai sayu, otakku mendayu
di atas meja bundarpensil melambai jarimenarik tangan ingin menaridi...




























