Pembacaan Puisi "Kehidupan Baru di Kota bertuah-Kota Pekanbaru" oleh Datuk Seri Rizaldi Putra di taman rumah Tuan Kadi. foto: istimewa

Kehidupan Baru di Kota Bertuah-Kota Pekanbaru

Hari hari lewat, pelan tapi pasti
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Sebagai Ketua Umum DPH LAMR Kota Pekanbaru
Untuk memastikan takkan hilang Melayu di Kota Bertuah Pekanbaru

Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru
Daun gugur satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Umurku bertambah satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Tapi… coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang
Ya, berhutang pada diriku
Berhutang pada Melayu
Berhutang pada Kota bertuah Kota Pekanbaru

Ya Allah ibadahku masih pas-pasan
Kuraba dahiku
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Kutimbang keinginanku….
Hmm… masih lebih besar duniawiku
Ya Allah
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?
Ya Allah….
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
Astagfirullah…
Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah…
Lebih bersungguh2 memperjuangkan Melayu

Ya Allah hamba mohon restu dari MU

Ya Allah,
Izinkanlah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here