Puisi: Terima Kasih

0
Terima Kasih Terima Kasih adalah kawan kita yangsering disepelekan. Banyak orang yang menganggapnyatak banyak berarti dan sudah ketinggalan zaman.Padahal, kurasa mereka cuma terlalu seganuntuk mau...

Cerpen: Ketegoran

0
Riausastra.com - “Dingin kalilah, wei,” ucap Kak Jogina sambil berusaha memeras roknya yang basah kuyup. “Tondi! Udah lengkapnya Dek semua terevakuasi?” tanya Kak Nauli sambil...

Puisi: Jimbam

4
Jimbam kelumit kalimat pekatkomat-kamit hikayato kau panglima terbaiatasah asuh amanatteladan di dada zuriat jimbam kau kusebuttak lena dalam sengkarutkau bikin lawan kecut: fobia akut!dan harummu karibdi...

Cerpen: Lelaki Tua dan Lima Orang Cucunya

2
Riausastra.com - Lelaki tua berambut putih bercengkerama dengan cucu-cucunya yang lima orang. Dua lelaki dan lainnya perempuan. Masing-masing anaknya yang lima telah menyumbang seorang...

Puisi: Bangkit

0
Bangkit Gusah lara yang mengerubungipada luka yang merekah darahselamatkan coba selamatkanpungut remah-remah harapanusaplah tiuplahhilangkan segala debu kotorlebih baik terlambat daripada tidak sama sekalitak perlu terpaku...

Puisi: Bintang

0
Bintang IMasih lekat dalam ingat dengan erat,Kala itu senyummu berkilauan,Lebih terang dari sekitar,Indah menawan.Bersinar dengan lainnya,Tapi kuyakin kau paling terang,Mengalahkan sang surya yang menghangatkan,Setiap malam...

Puisi: Kau Tak Semena-Mena Muncul di Pelataran

0
Kau Tak Semena-Mena Muncul di Pelataran hujan bertandang di luar jadualaku tidak mencium baunyatubuh kebasahan berpunca tak disediakan payungkau tak semena-mena muncul di pelatarankata-kata terkunci...

Puisi: Perang

0
Perang Langit kelabu tak mampu menahan haru.Tangisan ia turunkan demi memandikanbumi yang wajahnya kusam tak karuan.Daratan sepi ditinggal sebagian umatnyayang sudah lari dikejar ketakutan.Sementara mereka...

Puisi: Melampaui Batas Ruang

1
Melampaui Batas Ruang Aku selalu memperhatikanmu dari sudut paling hanaTak kan kau jumpai dimanapun aku beradaKadang kala aku ejawantah suryaMemperhatikanmu dari binar arunika yang adiwarna Aku...

Puisi: Bekunjung

0
Bekunjung Bila tuan bertandang ke kota hambaSudilah tuan menyicip duku barang sedikitAkan sangat senang hamba bila itu terlaksanaakan sangat bangga hamba menanambarangkali hanya itu yang...

TRENDING TOPIK