Puisi: Terima Kasih
Terima Kasih
Terima Kasih adalah kawan kita yangsering disepelekan. Banyak orang yang menganggapnyatak banyak berarti dan sudah ketinggalan zaman.Padahal, kurasa mereka cuma terlalu seganuntuk mau...
Cerpen: Ketegoran
Riausastra.com - “Dingin kalilah, wei,” ucap Kak Jogina sambil berusaha memeras roknya yang basah kuyup.
“Tondi! Udah lengkapnya Dek semua terevakuasi?” tanya Kak Nauli sambil...
Puisi: Jimbam
Jimbam
kelumit kalimat pekatkomat-kamit hikayato kau panglima terbaiatasah asuh amanatteladan di dada zuriat
jimbam kau kusebuttak lena dalam sengkarutkau bikin lawan kecut: fobia akut!dan harummu karibdi...
Cerpen: Lelaki Tua dan Lima Orang Cucunya
Riausastra.com - Lelaki tua berambut putih bercengkerama dengan cucu-cucunya yang lima orang. Dua lelaki dan lainnya perempuan. Masing-masing anaknya yang lima telah menyumbang seorang...
Puisi: Bangkit
Bangkit
Gusah lara yang mengerubungipada luka yang merekah darahselamatkan coba selamatkanpungut remah-remah harapanusaplah tiuplahhilangkan segala debu kotorlebih baik terlambat daripada tidak sama sekalitak perlu terpaku...
Puisi: Bintang
Bintang
IMasih lekat dalam ingat dengan erat,Kala itu senyummu berkilauan,Lebih terang dari sekitar,Indah menawan.Bersinar dengan lainnya,Tapi kuyakin kau paling terang,Mengalahkan sang surya yang menghangatkan,Setiap malam...
Puisi: Kau Tak Semena-Mena Muncul di Pelataran
Kau Tak Semena-Mena Muncul di Pelataran
hujan bertandang di luar jadualaku tidak mencium baunyatubuh kebasahan berpunca tak disediakan payungkau tak semena-mena muncul di pelatarankata-kata terkunci...
Puisi: Perang
Perang
Langit kelabu tak mampu menahan haru.Tangisan ia turunkan demi memandikanbumi yang wajahnya kusam tak karuan.Daratan sepi ditinggal sebagian umatnyayang sudah lari dikejar ketakutan.Sementara mereka...
Puisi: Melampaui Batas Ruang
Melampaui Batas Ruang
Aku selalu memperhatikanmu dari sudut paling hanaTak kan kau jumpai dimanapun aku beradaKadang kala aku ejawantah suryaMemperhatikanmu dari binar arunika yang adiwarna
Aku...
Puisi: Bekunjung
Bekunjung
Bila tuan bertandang ke kota hambaSudilah tuan menyicip duku barang sedikitAkan sangat senang hamba bila itu terlaksanaakan sangat bangga hamba menanambarangkali hanya itu yang...




























