sumber foto asli: pixabay

Kau Tak Semena-Mena Muncul di Pelataran

hujan bertandang di luar jadual
aku tidak mencium baunya
tubuh kebasahan berpunca tak disediakan payung
kau tak semena-mena muncul di pelataran
kata-kata terkunci hanya debar berbicara
meminjam daun-daun ketika dipuput
maaf jika sambutan tak sebagaimana mestinya
padahal kau tamu istimewa
selalu mengalir di sungai
menyelinapi hati kecil pada kejernihan embun

aku meraba-raba dalam kekelaman
makna apa ingin kausampaikan?
harapan membina semula jambatan runtuh
agar bisa saling kunjung mengunjung lepaskan rindu
atau biar aku lelap di tubuhmu?

kau pulang ketika hujan jeda
hari pun senja hilang nanti di kaki malam
aku hanya ber mimpi esok ada perjumpaan lagi
mungkin bagimu ucapan selamat tinggal

Melaka, Malaysia
27/2/2022

Artikel sebelumnyaPuisi: Perang
Artikel berikutnyaPuisi: Bintang
Bermukim di Melaka, Malaysia. Pernah menimba ilmu di Universitas Islam Negeri Banda Aceh dalam bidang Dakwah dan UTM, Skudai, Johor (Universiti Teknologi Malaysia) Seorang pesara guru KPM (Kementerian Pendidikan Malaysia) mulai tahun 2022. Berminat dalam bidang puisi sejak masih belajar di sekolah.dan sekarang menjadi ahli Ikatan Persuratan Melayu Melaka. Puisi-puisi pernah muncul di Berita Harian, Utusan Borneo, Harian Ekspres, Mingguan Malaysia, majalah Dewan Sastera, Tamadun Islam, Wanita dan lain-lain. Majalah online seperti Lamanriau.com, Potret Online com, Kosana.my.id., sksp-literary.com, Sabah360 online.Sudah mempunyai puluhan antologi bersama di antaranya Antologi C Antagonis (ASWARA 2020) Bahtera Merdeka (Tinta Karya 2020) Pasrah (PTK 2020) Citra Yang Tak Padam ( Narangkai Publications 2021) Sejernih Embun (KS 2021)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini