Cerpen: Matinya Seorang Dukun

0
Mula-mula perempuan muda berhidung mancung dan berambut lencang itu mencoba berdandan. Memoleskan bedak ke seluruh wajahnya. Kemudian, menyembulkan mulut dan memperayu bibirnya dengan lipstik...

Cerpen: Yang Tak Pernah Selesai, Setelah Perpisahan

0
Riausastra.com - Siang telah usai. Matahari yang semula tampak condong perlahan mulai tenggelam secara diam-diam. Rona-rona berwarna jingga di langit membuat mata seolah dimanjakan. Di...

Cerpen: Syarat Duniawi

0
Riausastra.com - “Kita telah berhasil, Kawan,” kata Maman, sesaat setelah sahabatnya, Reza, datang dan duduk di sampingnya. Reza pun tersenyum. “Kalau keadaan ramai terus seperti...

Cerpen: Marsitungkolan

0
Riausastra.com - Malam ini, langit Kota Sidimpuan laksana sebuah ruang hening di antara gugusan gemintang. Pekatnya hari telah menjanjikan pergantian waktu. Seperti tak berdaya,...

Cerpen: Anti Hujan

0
Riausastra.com - Betapa manisnya jambu madu yang tengah bermusim. Buahnya lebat. Dagingnya montok. Warnanya begitu menggoda, merah merekah. Nikmatnya, aduhai. Membayangkan keelokan buah jambu...

Cerpen: Rindu-Rindu Kaca Mayang

0
Riausastra.com - Pada musim yang mulai bersemi, rinai hujan rintik-rintik jatuh perlahan. Bila sudah gerimis, perasaan pun akan terbawa suasana. Ingin kuceritakan tentang rindu. Dia...

Cerpen: Langit-Langit Malam

0
Jangan, janjikan cinta yang biruBila kau hanya bermanis-manis di bibirJangan, bisikkan rindu yang semuBila kau hanya menabur luka di hati Riausastra.com - Kudengarkan sepenuh hati...

Cerpen : Jebakan Betmen

0
Riausastra.com - “Assalamualaikum,” ucap Purnama dengan santainya saat memasuki ruangan kelas. “Mantap ya, Poo, sudah tengah sembilan baru nyampe di kelas. Memangnya tidak ada guru...

Cerpen : Kesal

0
Riausastra.com - Aku terbangun dari tidurku. Kupandang arloji pada handphone seluler milikku, pukul 2.30 WIB. “Ternyata masih terlalu pagi,” bisik batinku. Kulirik ke arah...

Cerpen : Pendar Zapin di Negeri Istana

0
Riausastra.com - Ini adalah sebuah desa. Selayaknya sebuah desa, tentu saja menawarkan ketenangan. Sawah-sawah yang terhampar luas. Menghijau. Bila sudah waktunya, muncullah bulir-bulir padi...

TRENDING TOPIK