Puisi: Sejak Lama Aku Ingin Menulis Puisi, Puan

0
Sejak Lama Aku Ingin Menulis Puisi, Puan -bagi Iis Singgih sejak lama ingin menulis puisi tentangmu, Puan. perempuan yang suka es krim lembutdari buah plum. kudengar,...

Puisi: Pak Guru di Era Suka-Suka

0
Pak Guru di Era Suka-Suka Ini zaman sudah melampaui batas modern, Pak GuruTak cuma bendaIde, kelakuan, dan gaya hidup juga tak lagi samaSemua mesin hampir...

Puisi: Kembali Fitrah

0
Kembali Fitrah Takbir mengiringi kepulangan RamadanPetang tadi..Dilepas dedaunan di sela gerimis senjaAda satu rindu menjelajah dalam tanya"Allah, sudikah Engkau menerima amalan ini?" Ramadan melambai, haru pun...

Puisi: Ketika Waktunya Harus Pulang

0
Ketika Waktunya Harus Pulang Sejauh apapun kaki melangkahSeluas apapun langkah menjejakSepanjang apapun jejak membekasTetap, akan tiba saatnya untuk pulang Di tengah samudera biru yang luasDi sela-sela...

Puisi: Untukmu, Lelaki Sejati

1
Untukmu, Lelaki Sejati Engkau yang terlahir istimewaSempurna rupa karena akhlakSempurna iman karena taatSempurna ilmu karena hati Engkau yang terlahir istimewaDiberi amanah lewat peristiwa agungMenerima perintah salat...

Puisi: Aku yang Terlupa

0
Aku yang Terlupa Dalam salat yang aku tunaikan kemarinKusebut nama-Mu, bahkan kuhadapkan wajahku pada-MuTertunduk malu aku mengakuiBacaan di bibirku tak selaras dengan hatiku Kemarin, kulepas salat...

Puisi: Soto Betawi di Muka Pagi

0
Soto Betawi di Muka Pagi Pada sebuah pagi di Jakarta Duduklah disisiku Disini, disisi kananku Kita nikmati soto betawi di muka pagi Hangatnya, mendamaikan jiwa yang lapar Aromanya, menembus ruang...

Puisi: Langit-Langit Jakarta

0
Langit-Langit Jakarta Selaksa embun pagiMenetes lembut dari ujung dedaunanKesejukan melambai, menukar bayang-bayangGemericik air bersenandung tentang bait-bait rindu Kota Batavia kubiarkan dijejak kakikuBeribu kapal kayu bersandar dalam...

Puisi: Langit yang Sama

0
Langit yang Sama Masih bisa memandang langit yang samaSeraya menengadahkan kedua tangan,menundukkan kepala, melunakkan hatiHarapan melangit, keangkuhan membumi Masih diberi kesempatan memandang langit yang samaMeski langkah...

Puisi: Katanya Kita Sudah Merdeka

0
Katanya Kita Sudah Merdeka Ingin kusampaikan pada ibu pertiwiLewat kanvas langit yang kulukis indah dengan berbagai tanyaLewat derai air hujan yang mengusap debu kehampaanLewat hijau...

TRENDING TOPIK