Foto: net

Pak Guru di Era Suka-Suka

Ini zaman sudah melampaui batas modern, Pak Guru
Tak cuma benda
Ide, kelakuan, dan gaya hidup juga tak lagi sama
Semua mesin hampir bisa bicara
Berlomba-lomba meneriakkan bahwa canggih di atas canggih adalah segalanya

Ini waktu telah berganti, Pak Guru
Tapi kulihat, Pak Guru masih pakai pena yang itu-itu saja
Pak Guru masih pakai sepatu yang begitu-begitu saja
Pak Guru masih mengajar dengan gaya yang kukenal sejak dulu

Ah..
Padahal zaman sudah berubah, Pak Guru..

Tapi, tahukah Pak Guru..
Pena Pak Guru pernah menorehkan isyarat berharga
Memberiku batasan antara benar dan salah
Mengajariku perbedaan antara angka dengan baca tulis
Mengisyaratkan padaku untuk tidak pernah mengizinkan kata ‘menyerah’ singgah dan menetap dalam hidup

Pak Guru hebat…
Tak hanya aku
Beribu jiwa sudah menemukan arah hidupnya
Berjuta jasad telah menggapai mimpinya
Bahkan, tak terkira berapa diri yang telah menikmati singgasana jabatannya
Semoga aku dan mereka tak pernah lupa
Meski zaman tak lagi sama

Tapi, Pak Guru tetaplah orang yang masih sama sampai kini
Sepantasnya,
Tak perlu mengukur bakat dan kemampuannya
Karena waktu dan pengalaman telah banyak menempanya begitu keras!
Tak usah mengujinya dengan memperkenalkan keangkuhan teknologi
Karena di usia senjanya, dia tidak lagi butuh itu

Ah, Pak Guru..
Ini zaman suka-suka
Tak jelas sudah antara batas usia, etika, moral, keinginan, dan kebutuhan
Semua telah melebur menembus semua makna
Demi satu kata, bernama ‘kekinian’
Lalu, adakah yang masih peduli?
Samar.

Maafkan aku, Pak Guru..
Semoga Tuhan tak sampai murka.. 🥲🥲

Pekanbaru, 19 September 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here