Puisi: Ada Sebuah Putaran
Ada Sebuah Putaran
Pernah percaya tentang terowongan waktu
Kala itu, usiaku tengah merangkak di atas tongkat-tongkat kehidupan
Variasinya selalu memuncak tak terelak
Pembawaanku mengucur,
hancur lebur
Setiap topik selalu memekik
Dia...
Puisi: Perihal Keberangkatan
Perihal Keberangkatan
Kita tak pernah tahu seperti apa Tuhan menetapkan jatah bagi waktu-waktuTuhan telah mengutus Izrail agar rajin bertamuIa gemar mengetuk setiap pintu dan jendelaTujuh...
Puisi: Doa Ikan-Ikan di Meja Makan
Doa Ikan-Ikan di Meja Makan
:Marhalim Zaini
Sebagai tubuh luka habis dikikisia jadi tulang yang abadibekas lembab santan membentuk abaddiiris-iris di atas piring kacasetelah itu ia...
Puisi: Bunga Madah Luka
Bunga Madah Luka
Lihatlah searah angin utaraDisana pernah bunga merekah indahMengukir madah dipesisir pantaiDari sepenggal kata-kata yang tertinggalDiulurlah senyum dalam lidah terkulum
Pasir Sri Laksamana itu...
Puisi: Payakumbuh
Payakumbuh
Di kotamu, kawan:Beraluan batang Agam,Dialiri darah, nanah, dan sumpah.
Nestapa bersilempangan,Bergayut antara bohlam-bohlam tamanSaling berseliweran.
Aku mulai tak asing mengenalnyaKecipak berhulu,Beriak di muara.
Temani aku di sini,Sekedar...
Puisi: Wanita di Tengah Malam
Wanita di Tengah Malam
Untuk Nenek Mi'an di negeri jauh
Wanita tua yang malang,di bilik matamu nampak kesedihansunyi menyelimuti malammu nan dinginAnak yang kau kandung dari...
Puisi: Jika Ia Menjadi Tua
Jika Ia Menjadi Tua
(Kota Padang)
Seorang gadis lajang, suka melalangTiada bukit yang tinggi, lembah yang dalam, dalam ingatnyaKetika rindu, berseliweran menghadang pandang kota Padang, dalam...
Puisi: Kuantan (Air Sungai Kuantan)
Kuantan (Air Sungai Kuantan)
Semua mahluk hidup ,memerlukan mu….Mungkin tanpa mu,Semua mahluk hidup dibumi akan mati kehausanLembutnya zat mu mampu menyejukan jagad raya iniKau mampu...
Puisi: Songket
Songket
memeluk ia, berpancar rupa.garis-garis kuning motif bunga.
kau ada diantara punggawamelipat kata. kau ada diantaratakdir, menyemai janji.
janji dari kilau di tubuhnya.cempaka atau tanjung.
durhaka atau disanjung.kau...
Puisi: Selembar Kertas
Selembar Kertas
Sewaktu ia mematikan radio,
Terdengar tangki-tangki koin itu bereservoir dari terowongan gelap
Ternyata waktu telah menyuntikkan penyesalan yang amat menua
Tentu aku harus beranjak membawa tubuhku...




























