Puisi: Lukah Gilo

0
Lukah Gilo Mantra telah ditiupkan ke Lukah GiloYang mengenakan seperangkat pakaianAsap kemenyan menyebar ke udaraBerpadu dalam pantun yang dilantunkanPawang lukah memegang sebilah rotanMemanggil jihin dengan...

Cerpen: Padang Harapan

1
Riausastra.com - Miranti masih asyik mendengarkan lagu kesukaannya sambil bersandar di kusen jendela. Hujan yang baru saja reda membuatnya ingin berlama-lama di sana. Gadis...

Puisi: Senja di Pelabuhan Sri Bintan Pura

0
Senja di Pelabuhan Sri Bintan Pura Hanya senja diam-diam tertambat di dermaga matamudi kejauhan seseorang mengikatnya ragu-ragusesekali aku mengingatmu, seakan kau rebahdibahuku yang lelah dengan...

Puisi: Ekologi Menyatukan Budaya Riau

1
Ekologi Menyatukan Budaya Riau Gambut menjadi lahan utama ekologiMenelusuri pulau – pulau indah nan elok rupanyaMeniti sebuah rencana di kawasan Balai Besar KonservasiRiau serius akan...

Puisi: Minta Kesembuhan

0
Minta Kesembuhan Diantara fajar yang sedang rintikDiantara desiran ombak yang mengaungKutadahkan tanganMengemis kepada Sang Pencipta “Tuhan,Engkau-lah pemilik segala harapPemilik segala kasihDan pemilik segala cinta Lindungilah aku dari...

Puisi: Meramu Sajak Duka

0
Meramu Sajak Duka Dalam sajak ini aku meramu lukaRempahnya sejumput diksi tawaSecawan air mata mendidihdan satu sendok teh kecewaAku aduk hingga larut seperti kenanganMengepul penuhi...

Puisi: Seorang Nelayan Miskin di Tepian Sungai Kampar

0
Seorang Nelayan Miskin di Tepian Sungai Kampar Angin sore bertiup kencang. Memecah arus sungai mengalir perlahan. Pepohonan kelapa dan durian bergoyang. Di sepanjang tepian bagai...

Puisi: Di Tepian Indragiri

0
Di Tepian Indragiri Senja tampak jinggaMembias biru di tulang besi jembatan Trio AmanahAroma kopi membaur dalam canda ria nan mesraMerebak sepanjang tepian yang makin temaram Terlihat...

Puisi: Menjelajah Surga

0
Menjelajah Surga semesta tawarkan surgadari sudut bumi Riauwisatawan tandang mencecap sepoi anginhingga menerbangkan anganke puncak imajinasi nampak sungai-sungai membelah pulaudari pasir putih nan eloklidah-lidah ombak menari...

Puisi: Fragmen Jamban

0
Fragmen Jamban Orang-orang mati di jambanbegitu juga yang akan mati di jamban.Jika kau ingin memilih, banyak pilihan. Dan apakah hidup hanya sebatas matiuntuk dijadikan akhir. Sebelum...

TRENDING TOPIK