Puisi: Lukah Gilo
Lukah Gilo
Mantra telah ditiupkan ke Lukah GiloYang mengenakan seperangkat pakaianAsap kemenyan menyebar ke udaraBerpadu dalam pantun yang dilantunkanPawang lukah memegang sebilah rotanMemanggil jihin dengan...
Cerpen: Padang Harapan
Riausastra.com - Miranti masih asyik mendengarkan lagu kesukaannya sambil bersandar di kusen jendela. Hujan yang baru saja reda membuatnya ingin berlama-lama di sana. Gadis...
Puisi: Senja di Pelabuhan Sri Bintan Pura
Senja di Pelabuhan Sri Bintan Pura
Hanya senja diam-diam tertambat di dermaga matamudi kejauhan seseorang mengikatnya ragu-ragusesekali aku mengingatmu, seakan kau rebahdibahuku yang lelah dengan...
Puisi: Ekologi Menyatukan Budaya Riau
Ekologi Menyatukan Budaya Riau
Gambut menjadi lahan utama ekologiMenelusuri pulau – pulau indah nan elok rupanyaMeniti sebuah rencana di kawasan Balai Besar KonservasiRiau serius akan...
Puisi: Minta Kesembuhan
Minta Kesembuhan
Diantara fajar yang sedang rintikDiantara desiran ombak yang mengaungKutadahkan tanganMengemis kepada Sang Pencipta
“Tuhan,Engkau-lah pemilik segala harapPemilik segala kasihDan pemilik segala cinta
Lindungilah aku dari...
Puisi: Meramu Sajak Duka
Meramu Sajak Duka
Dalam sajak ini aku meramu lukaRempahnya sejumput diksi tawaSecawan air mata mendidihdan satu sendok teh kecewaAku aduk hingga larut seperti kenanganMengepul penuhi...
Puisi: Seorang Nelayan Miskin di Tepian Sungai Kampar
Seorang Nelayan Miskin di Tepian Sungai Kampar
Angin sore bertiup kencang. Memecah arus sungai mengalir perlahan. Pepohonan kelapa dan durian bergoyang. Di sepanjang tepian bagai...
Puisi: Di Tepian Indragiri
Di Tepian Indragiri
Senja tampak jinggaMembias biru di tulang besi jembatan Trio AmanahAroma kopi membaur dalam canda ria nan mesraMerebak sepanjang tepian yang makin temaram
Terlihat...
Puisi: Menjelajah Surga
Menjelajah Surga
semesta tawarkan surgadari sudut bumi Riauwisatawan tandang mencecap sepoi anginhingga menerbangkan anganke puncak imajinasi
nampak sungai-sungai membelah pulaudari pasir putih nan eloklidah-lidah ombak menari...
Puisi: Fragmen Jamban
Fragmen Jamban
Orang-orang mati di jambanbegitu juga yang akan mati di jamban.Jika kau ingin memilih, banyak pilihan.
Dan apakah hidup hanya sebatas matiuntuk dijadikan akhir. Sebelum...




























