sumber foto asli: batamekbiz.com

Senja di Pelabuhan Sri Bintan Pura

Hanya senja diam-diam tertambat di dermaga matamu
di kejauhan seseorang mengikatnya ragu-ragu
sesekali aku mengingatmu, seakan kau rebah
dibahuku yang lelah dengan beban kenangan

Ada keluh tertahan dicekam sepi
padahal ramai para penyeberang dari pulau Penyengat
tetapi kerjap matamu terasa begitu ceroboh
seperti petualang yang suka menyemai asa di sepanjang pesisir
dan di mana saja berada, kau selalu menjelma pemberani
merajuk ingin memungut senja
lalu meletakan di dadaku yang bernafas cemas

Marilah bersungga saja tanpa memanggil nama
mungkin dari masa lalu saat pertemuan
di pelabuhan Sri Bintan Pura senja sunyi
sebenarnya tak ada yang benar-benar melupakan
gemuruh ombak seakan terperangkap birahi cinta
meraba seluruh tubuh waktu
sebelum dibangunkan rasa

Kugenapi senja dengan gerimis
angin dalam percakapan berulang dihempas gelombang
pelabuhan Sri Bintan Pura ngungun dirobek waktu
membiarkan ragu mengulurkan tangan-tangannya

Setiap pertemuan membuat kenangan
mengurai waktu yang menjarah seluruh ingatan
mengabadikan fana lewat getar
seperti menggiring ombak ke tepian

Rindu adalah lumut yang mengekal di batu karang
meski tak tahu di mana letak persisnya
alamat untuk merendam sunyi di laut
Senja di pelabuhan ini tak lelah mengeja
setiap pertemuan yang memberi kenangan
aku terus menunggu dan tergugu

Terus menunggu hingga kerapuhan
dibenamkan di dada, tapi hanya mampu mengamini waktu
diyakini berbatas sebelum kehilangan arah

Entah berapa kali lenguh tertahan
di jauhan cahaya mercusuar mulai berisyarat
gerimis gugur mengirimkan pesan
sebelum berlabuh
aku terbuang seperti jangkar
tenggelam ke dasar laut
rebah merangkul bah.

Parepare, 2021

Artikel sebelumnyaUndangan Menulis Buku Antologi Riuh Riau Kategori Cerpen
Artikel berikutnyaCerpen: Padang Harapan
Lahir di Jakarta, 29 Maret, besar di Purbalingga, belajar di Yogya dan menetap di Parepare, Sulawesi Selatan. Buku puisi yang telah terbit: Nyanyian Ibunda (Artist, 1992) Sukma Yang Berlayar (KSA, 1995), Hujan Meminang Badai (Akar Indonesia Yogyakarta, 2007), Merajut Waktu Menuai Harapan (Frame Publishing Yogyakarta, 2008), Sekumpulan Pantun,: Aku, Kau dan Rembulan (De La Macca, Makassar 2015), Merangkai Kata Menjadi Api (Akar Indonesia Yogyakarta, 2017), Kitab Laut (YBUM Publishing Parepare, 2018), Tarian Pembawa Angin (YBUM Publishing Parepare, 2020) Tembang Nelayan Dini Hari (Satria Publisher Banyumas, 2021), Tak Ada Kabar Dari Kotamu (Satria Publisher Banyumas, 2021) serta puluhan antologi puisi bersama di berbagai kota. Kini pensiunan guru dan tinggal di Parepare, Sulawesi Selatan. Alamat : Jalan Atletik No. 22 Parepare 91111, Sulawesi Selatan. HP/WA: 08124240423 E-mail: astotosaja@yahoo.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini