Foto : Sekolah Alam Rumbai

Riausastra.com – Masa kecil adalah masa yang membahagiakan. Tidak heran jika masa kecil selalu dirindukan oleh setiap orang. Karena pada masa-masa tersebut, setiap orang memiliki kebebasan bermain dan belum mengerti tentang kesusahan. Jadi, penting sekali masa kecil yang bahagia dirasakan oleh setiap orang. Dengan masa kecil yang bahagia tersebut akan menjadi pondasi dalam membangun karakter seseorang hingga menjadi orang dewasa di kemudian hari.

Bagaimana agar seseorang merasa bahwa masa kecilnya adalah masa yang paling bahagia?

  1. ketika diberi ruang untuk mengutarakan isi perasaan kepada orang-orang terdekat
  2. ketika keluarga selalu memberi rasa aman
  3. ketika menerima kasih sayang dari orang-orang sekitar
  4. ketika diberi kesempatan untuk berkarya
  5. ketika merasa bersama menghadapi berbagai kesulitan.

Maka, kelima kesempatan di atas dapat diperoleh dari orang-orang dewasa di sekitarnya, khususnya kedua orang tuanya.

Prorgram utama pemerintah di Era Industri 4.0 adalah melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang mampu menciptakan generasi produktif untuk kemajuan Bangsa Indonesia di masa depan. Oleh sebab itu, pemerintah sangat gencar untuk mewujudkan impian tersebut.

Sebagai seorang ibu, saya menganggap bahwa melahirkan SDM unggul adalah anugerah terindah dari Sang Maha Pencipta bagi setiap ibu. Mengapa? Karena anak-anak yang lahir dari rahim seorang ibu sudah pasti menjadi SDM yang paling unggul sejak dari dalam kandungan. Ketika masih menjadi sel sperma, sel tersebut berjuang mengalahkan jutaan sel sperma yang lain hingga akhirnya berhasil menjadi janin dan kemudian menjadi sosok manusia. Lalu, apakah keunggulan itu cukup sampai pada proses melahirkan saja? Tidak! Ada tugas yang lebih berat lagi setelah mengandung dan melahirkan, yaitu tugas untuk mendidik anak-anak. Oleh sebab itu, tugas untuk mendidik anak menjadi tugas prioritas bagi setiap pasangan bergelar ayah dan ibu.

A. Sekolah Karakter

Saya memilih sebuah sekolah untuk memudahkan pola pendidikan anak saya. Dari berbagai pengalaman si anak saat duduk di bangku sekolah berkarakter tersebut, menjadi salah satu indikator bagi saya untuk menilai kualitas perkembangan anak saya dari segi karakter, kognitif, dan psikomotorik. Alhamdulillah, saya menilai banyak hal-hal baik yang tercipta secara alamiah dari pengamatan saya sehari-hari.

Foto : Sekolah Alam Rumbai

Saya menyebut sekolah keren ini sebagai sekolah berbasis karakter karena sekolah ini memiliki program pendidikan dengan kurikulum yang diterapkan berorientasi untuk mencetak generasi yang berkarakter pemimpin, berpikir logis-ilmiah, memiliki keterampilan hidup dan bakat yang terasah, berjiwa enterpreuner, serta mencintai lingkungan. Selain kurikulum, konsep sekolah ini menjadikan guru/fasilitator berkualitas yang berperan sebagai teladan yang membimbing dengan kasih sayang dan bahasa bunda. Konsep sekolah lainnya adalah menjadikan alam semesta sebagai laboratorium terbaik dalam proses belajar mengajar, menumbuhkan budaya literasi, menentukan peta bakat sebagai upaya mengembangkan SDM yang produktif di masa kini dan nanti. Sekolah dengan konsep yang keren ini bernama Sekolah Alam Rumbai yang beralamat di Jalan Budi Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Dari konsep-konsep yang dimiliki oleh Sekolah Alam Rumbai sudah tergambar upaya keras dari seluruh pemilik kebijakan sekolah bahwa Sekolah Alam Rumbai hadir untuk mewujudkan impian dari pemerintah, yaitu melahirkan SDM unggul untuk Indonesia produktif.

 B. Upaya Mewujudkan Generasi Produktif

Pada tahun 2020, Indonesia akan mengalami bonus demografi, yaitu tingginya jumlah populasi penduduk di usia produktif. Akan tetapi, bonus demografi bisa saja berdampak positif dan bisa juga berdampak negatif. Dampak positif demografi adalah memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan kemampuan ekonomi. Sedangkan dampak negatif adalah dapat mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran akibat kurangnya kualitas Sumber Daya Manusia. Untuk itu, Indonesia harus segera mempersiapkan diri. (Dikutip dari media online “Tanotofoundation.org” pada 13/12/2019).

Berdasarkan informasi di atas, dapat difahami bahwa bonus demografi bisa saja seperti dua mata pisau. Jika tidak mempersiapkan diri dari sekrang, maka mustahil akan lahirnya SDM berkualitas. Jika SDM Indonesia tidak berkualitas, maka mustahil untuk meningkatkan kemampuan ekonomi Indonesia. Justru, akan merebaknya pengangguran di negeri ini. Jika pengangguran telah mewabah, sudah pasti tingkat kriminal akan semakin melonjak tinggi. Sudah semestinya mawas diri dan waspada sejak sekarang.

Salah satu indikator utama negara maju adalah negara tersebut memiliki IPM (Indeks Pembangunan Manusia). IPM dinilai dari bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya, dan lain-lain. Pertanyaan utama adalah bagaimana mewujudkan SDM unggul? Cara mewujudkan SDM unggul adalah sebagai berikut:

1. Menjaga kualitas sejak dalam kandungan

Perkembangan setiap orang ditentukan dari masa kandungan. Kandungan setiap ibu sudah semestinya terjaga dari segala virus yang akan menurunkan kualitas dari janin yang dikandungnya. Maka, pergaulan suami istri harus benar-benar terhindar dari pergaulan bebas yang akan mengundang penyakit HIV/AIDS. Jika virus-virus tersebut telah terjangkit dalam kandungan seorang ibu, maka sudah pasti akan berdampak pada janin yang dikandungnya. Jika janin lemah, maka masa depannya pun akan lemah.

Selain itu, setiap ibu mengandung harus menjaga kualitas psikologisnya dengan tidak membiarkan perasaan-perasaan negatif menguasai pikirannya. Dengan psikologis yang baik, akan melahirkan hormon-hormon kebahagiaan di dalam dirinya sehingga akan memacu si ibu untuk melakukan hal-hal baik untuk kesehatan dirinya, janinnya, juga lingkungannya.

Maka, untuk menjaga stabilitas kesehatan ibu hamil harus dimulai dari pikirannya sendiri. Kemudian ditambah dengan peran aktif dari suaminya sebagai sosok yang harus memberikan kasih sayang, perhatian, dan motivasi agar ibu hamil tersebut kuat melalui masa-masa kehamilan hingga melahirkan, menyusui, dan mendidik anak-anaknya kelak.

2. Menciptakan masa emas (masa kecil) yang bahagia

Masa kecil adalah masa emas. Maka, orang tualah yang akan mengarahkan masa-masa emas setiap anak lewat pendidikan di dalam keluarga. Berikut ini terdapat beberapa kata-kata bijak dalam mendidik anak:

  • Cara terbaik mendidik anak adalah lewat kepribadian terbaik orang tua karena anak akan mencontoh banyak hal dari orang tuanya. Oleh sebab itu, orang tua harus memberi teladan dalam menaati Allah serta dari kecil tanamkan pribadi yang mencintai Allah kepada anak.
  • Jangan mendidik anak untuk menjadi orang kaya, namun didiklah mereka menjadi orang bahagia sehingga ketika mereka dewasa, mereka lebih menghargai nilai suatu barang dibandingkan harganya.
  • Ajari anak perempuan-perempuanmu menjadi tangguh karena dia akan menjadi istri sekaligus menjadi ibu dari anak-anaknya nanti. Dia memiliki tugas untuk melahirkan generasi-generasi hebat pada masa yang akan datang.
  • Kata-kata orang tua adalah kunci pendidikan anak. Jika orang tua terbiasa mendidik anak dengan kata-kata yang kasar, maka akan lahirlah generasi yang tempramen dan penakut. Sebaliknya, jika orang tua terbiasa mendidik anak dengan kata-kata yang lemah lembut, maka akan lahirlah generasi yang tangguh dan pengayom.

Jika kata-kata bijak di atas bisa diaplikasikan dalam keluarga, maka akan lahirlah generasi yang tidak pernah merasa menyesal di kemudian hari.

Foto : Sekolah Alam Rumbai

3. Membentuk karakter

Sekolah Alam Rumbai adalah wujud nyata yang menjadikan bangku sekolah sebagai sarana membentuk karakter. Selain sekolah yang cukup ramah anak, Sekolah Alam Rumbai juga sudah menjalankan konsep keterikatan hati antara siswa, guru, dan orang tua. Metode-metode pendidikan berkarakter telah diterapkan pada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Kemudian untuk mengajak orang tua berpartisipasi dalam pendidikan anak, Sekolah Alam Rumbai juga membuat Sekolah Parenting untuk orang tua para siswa.

Dalam membentuk karakter SDM unggul yang produktif, Sekolah Alam Rumbai membuat kurikulum bisnis di sekolah. Seperti tiga hari yang lalu. Setiap anak kelas 1 SD (Kelas Lancang Kuning) melaksanakan market day di sekolah. Berikut video kegiatan tersebut:

Dari kurikulum bisnis, para fasilitator berupaya untuk mewujudkan hal-hal berikut:

  1. Tumbuhnya generasi yang pemberani dalam mengekspresikan diri
  2. Mengajak para siswa untuk bertanggung jawab dengan amanah yang dititipkan kepadanya
  3. Mengajar para siswa untuk belajar berinteraksi dengan orang lain melalui kegiatan jual-beli
  4. Melatih kejujuran dalam menjalankan setiap usaha
  5. Menunjukkan pada semua orang bahwa ide untuk mengembangkan bisnis sangat banyak. Hal ini terlihat dari beragamnya jenis jualan dan beragamnya metode menawarkan produk kepada para pembeli
  6. Mengembangkan bakat “sadar finansial” sedari dini.

Selain hal-hal positif di atas, maka satu hal yang menjadi poin penting dalam mengembangkan bisnis adalah sesuai dengan kutipan dari Sekolah Alam Rumbai berikut: “Karena bisnis itu tentang kebermanfaatan, tentang bagaimana mencari rezeki yang halal”.

C. PERAN KADIN UNTUK SDM UNGGUL

KADIN adalah singkatan dari Kamar Dagang dan Industri yang berfungsi sebagai payung bagi dunia usaha di Indonesia. Peran KADIN adalah sebagai wadah yang akan mewadahi pelaku usaha di Indonesia dan membuat khalayak memahami arti penting keterlibatan khalayak sebagai aktor utama dalam perdagangan dan industri di daerah.

Foto : Kadin.id

Oleh karena itu, keberadaan KADIN INDONESIA adalah sarana yang akan menjembatani kegiatan perdagangan dan industri bagi masyarakat Indonesia. Selayaknya KADIN hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya anak-anak pada usia emas, memberikan pembinaan. Dengan pembinaan tersebut, diharapkan lahirlah anak-anak usia emas berkualitas yang sadar bisnis.

Selain itu dengan adanya KADIN, maka akan berkembang pula generasi unggul yang memahami dunia industri dan perdagangan. Dengan terwujudnya SDM yang mengerti tentang ekonomi bangsa Indonesia, maka bonus demografi akan menjadikan impian untuk menjadi negara maju akan terlaksana.

D. KESIMPULAN

Dari uraian yang telah dipaparkan pada tulisan ini, maka sudah selayaknya pemerintah menitikberatkan solusi untuk mencapai SDM unggul, Indonesia Produktif pada sistem pendidikan nyang berkualitas. Pendidikan berkarakter dan berkualitas harus lahir dari dalam keluarga serta diterapkan dalam dunia pendidikan berbasis sekolah. Selanjutnya, peranan KADIN harus menjadi sahabat buat rakyat dalam mewujudkan ekonomi Indonesia yang produktif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here