Puisi: Penikmat Hidup
Penikmat Hidup
Bagaikan seruni di atas TenggerTak henti mendaki tanpa alas kakiDan tak peduli terik matahariKarena hasrat masih berselubung di dada
Kala itu raga masih menyanjung...
Puisi: Gadis Temaram di Tengah Hujan
Gadis Temaram di Tengah Hujan
Seorang gadis melumat temaram di tengah hujanMengamati tiap bulir menampar pipinya yang ranumBibir bergetar seperti debaran guntur tak mau lunturTerseok-seok...
Puisi: Lelaki Memanggul Khazanah Bernama Yazid
Lelaki Memanggul Khazanah Bernama Yazid
Di bawah lampu teromak yang menjatuhkanjutaan kata dalam pikiranku apa yang akan akuceritakan disorot matamu sayuapakah itu rindu yang meluncur...
Puisi: Derana
Derana
Bilur yang masih merekat di pundakMenoreh perihMenaruh kerikilDalam tempurung kayu rimpuh
Sederet wajah telanjang di balik jendelaMelihat bayangan merasuk dalam panaseaMemikul derana melintasi waktu tanpa...
Puisi: Awal Yang Telah Usai
Awal Yang Telah Usai
barangkali, dalam lamunan yang tak pernah kuhitungada angan yang belum sempat kuaminibarangkali, salah satunya tentang dirimudari ujung sepatuku, cahaya memantuldalam wajah...
Puisi: Jantung Melayu, Datuk Tenas Effendy
Jantung Melayu, Datuk Tenas Effendy
Dua. Nol. Satu. Lima.Langit Melayu muramBukan perkara semut beranjak dari sarang, bukan pula karena gajah melepas gadingAtau harimau nan tinggalkan...
Puisi: Waktu Kehidupan
Waktu Kehidupan
berjalan melewati hari-hari lelahmengeja satu per satu langkahketika menaiki anak-anak tangga kehidupan.waktu terus mengejar membuat kita terhenti di ujung jalan
denting jam mengingatkan kitaakan...
Puisi: Di Kamar Sunyi Menelusuri Pemilik Hati
Di Kamar Sunyi Menelusuri Pemilik Hati
kamar ini terlalu sempituntuk memikirkan masalahku yang bertebaran luaslangit-langit sepi meredam bising amarahdinding lusuh dan cat mengelupas,seperti hari-hari yang...
Puisi: Lelaki Dalam Tunjuk Ajar Melayu
Lelaki Dalam Tunjuk Ajar Melayu
Garis keriput retak di wajah lelakiyang mengendong khazanah pada petang lengangmenggambarkan riak di ranting bulan sabittenggelam diteluk matamu
Lelaki itu telah...
Puisi: Mahda di Langit Senja
Mahda di Langit Senja
Dua detik aku terlena dengan goresan putih yg menari disanaLima detik aku tersadarJika sketsa di balik goresan putih itu adalah dirimuBerdiri...




























