Cerpen: Dari Subayang ke Pulau Sarak

0
Riausastra.com - Tiga hari sebelum peristiwa nahas itu terjadi, ia tampak sumringah menyusuri Sungai Subayang. Duduk di bagian ujung piyau johnson, ia tersentak dan...

Cerpen: Bunian Penjaga Hutan

0
Riausastra.com - Bendere kuning sudah tak bekibo lagi dan tesando lesu di jenang pintu. Selepas lohou, mayat lelaki itu sudah dikuboukan secare layak di...

Cerpen: Rapek Banjar

0
Riausastra.com - Helat pacu jalur akan digelar. Setiap tahun lomba ini menjadi agenda rutin. Kasmar, kepala Desa Imbo Lamo di Kabupaten Kuantan Singingi mulai...

Cerpen: Perempuan Mengidam Nangka

0
Riausastra.com - Kegagalan orang suruhan Mahmud, untuk membunuh Wan Anom. Menjadikan hidup Mahmud, tidak tenang penuh dengan kegelisahan. Menjadikan hari-harinya penuh beban. Ketakutan yang...

Cerpen: Helah Tuah

0
Riausastra.com - Senyum dan sinis, itulah yang dilakukan oleh Tuah. Mundar-mandir dan sesekali mengeluh tidak lebih daripada ruang yang disediakan oleh Datuk Bendahara. Tuah...

Cerpen: Kematian, Aku Boleh Menghidunya

0
Kematian, aku boleh menghidunya. Riausastra.com - Terpulang!- Ingin percaya atau tidak. Ingin bersetuju atau memperolok-olok - terserah! Terserah kepada kalian. Mana mungkin aku berupaya untuk...

Cerpen: Alam, Malam

0
Riausastra.com - Aku mampir ke tempat ini mungkin karena  aku bandel. Tak mau mendengar saran pemandu, berkali-kali mereka meneriakiku agar aku putar haluan, namun...

Cerpen: Rumah Empat Belas

0
Riausastra.com - Tepat waktu hujan jadi tirai malam yang menjulurkan basahnya ke kepala dan senggang pertanyaan; ke mana kalian? lantas ke mana aku? Siapa...

Cerpen: Sepi Sesudah Ramai

0
Riausastra.com - Bu, Bapak sudah pergi, di dalam keranda, disopiri warga. Semenjak kepergian Bapak, Ibu adalah bunga yang layu, menguncup, seperti kehilangan air yang menyiraminya...

Cerpen: Pelik!

0
Riausastra.com - Sungguh. Sungguh dia risau! Sudah beberapa hari Lano cuba menghubungi Elete, namun panggilannya hanya menyapa suara operator yang membosankan. Sudah tiga hari...

TRENDING TOPIK

Puisi: Tanpa Sedar

Puisi: Orang Rumah