Puisi: Tjoet Nyak Dhien
Tjoet Nyak Dhien
/yang pergi takkan pernah kembaliyang dicintai akan tetap di hatikarena kasih suci abadisemangat bara:menyala
kabut putih menutup bening bola mataringkih mengikis paras wajah...
Puisi: Bidadari Kecil Drop Lagi
Bidadari Kecil Drop Lagi
Anakku, Airin..Aku menatap wajah kecilmuAda raut wajah ayahmu di sanaMenatapnya, menawarkan ketenangan
Kondisimu kembali droopButuh tiga kantong darah putihSebagai pertahanan imunmu yang...
Puisi: Catatan di Selasar Plaza 89
Catatan di Selasar Plaza 89
Di ruas jalan Rasuna Said sepagi itu,Nafas-nafas terdengar memburuJejak kaki melaju seperti peluruWajah-wajah membisuTatapan mata sepintas lalu.Semua menuju gedung-gedung ,Tempat...
Puisi: Deteksi Jantung
Deteksi Jantung
Dokter meminta waktukuMendampingi bidadari kecil ini USG jantungBayi kecil dalam inkubatorPasrah menerima takdirnya
Aku turut antri di antara puluhan pasienHati yang tak karuan, perasaan...
Puisi: Antara Rengginang, Kuota dan Notifikasi Maaf
Antara Rengginang, Kuota dan Notifikasi Maaf
Maaf tidak mengembang dalam gorengan wajan seperti rengginang; walaupun sama-sama memerlukan waktu dan wadah untuk matangDari Ikhlas lahir kesadaran...
Puisi: Gerimis Senja
Gerimis Senja
Tak lagi kudapati sosok si “Kakak” di siniDua pekan lalu, puteri kecilnya sudah boleh pulangAku ingat senyum sumringah di wajahnyaAku berbisik, “Airin, kapan...
Puisi: Air Mata Ibu
Air Mata Ibu
Saat bangun pagiibu langsung berwudhu denganair matanya untuk menyucikan dosaanak-anaknya.
Pukul 6 pagiibu menyeduh kopi suaminyadengan hangat air matanyaagar cinta dapat disesap bibirkelu...
Puisi: Tentang Arti Berjuang
Tentang Arti Berjuang
Menyusuri ruas jalan yang berlikuBetapa sibuknya suasana di sore iniSetiap orang mengejar mimpi masing-masingSampai terlelap di malam hariLalu bangun, kembali mengejar mimpi
Aku...
Puisi: Katakan pada Izrail
Katakan pada Izrail
Katakan Pada IzrailNyawaku masih sanggup berdoaJangan dicabut sebelum lelapRindu ini berteriak ke nabi-nabi
Biarkan aku berlayarMendatangi roh-roh perintahSeberat ombak mencapai puncakSekeras batu dilabuhi...
Puisi: Airin, Bertahanlah Sayang
Airin, Bertahanlah Sayang
Airin..Aku menatapmu lamat-lamatLisanku tak henti menyebut asma-NyaWajah senduku, basah air mata
Aku mendapatimu di Ruang IsolasiVirus yang bertahan di darahmu, semakin menjadi-jadiAku diam:...




























