Puisi: Tjoet Nyak Dhien

0
Tjoet Nyak Dhien /yang pergi takkan pernah kembaliyang dicintai akan tetap di hatikarena kasih suci abadisemangat bara:menyala kabut putih menutup bening bola mataringkih mengikis paras wajah...

Puisi: Bidadari Kecil Drop Lagi

0
Bidadari Kecil Drop Lagi Anakku, Airin..Aku menatap wajah kecilmuAda raut wajah ayahmu di sanaMenatapnya, menawarkan ketenangan Kondisimu kembali droopButuh tiga kantong darah putihSebagai pertahanan imunmu yang...

Puisi: Catatan di Selasar Plaza 89

0
Catatan di Selasar Plaza 89 Di ruas jalan Rasuna Said sepagi itu,Nafas-nafas terdengar memburuJejak kaki melaju seperti peluruWajah-wajah membisuTatapan mata sepintas lalu.Semua menuju gedung-gedung ,Tempat...

Puisi: Deteksi Jantung

0
Deteksi Jantung Dokter meminta waktukuMendampingi bidadari kecil ini USG jantungBayi kecil dalam inkubatorPasrah menerima takdirnya Aku turut antri di antara puluhan pasienHati yang tak karuan, perasaan...

Puisi: Antara Rengginang, Kuota dan Notifikasi Maaf

0
Antara Rengginang, Kuota dan Notifikasi Maaf Maaf tidak mengembang dalam gorengan wajan seperti rengginang; walaupun sama-sama memerlukan waktu dan wadah untuk matangDari Ikhlas lahir kesadaran...

Puisi: Gerimis Senja

0
Gerimis Senja Tak lagi kudapati sosok si “Kakak” di siniDua pekan lalu, puteri kecilnya sudah boleh pulangAku ingat senyum sumringah di wajahnyaAku berbisik, “Airin, kapan...

Puisi: Air Mata Ibu

0
Air Mata Ibu Saat bangun pagiibu langsung berwudhu denganair matanya untuk menyucikan dosaanak-anaknya. Pukul 6 pagiibu menyeduh kopi suaminyadengan hangat air matanyaagar cinta dapat disesap bibirkelu...

Puisi: Tentang Arti Berjuang

0
Tentang Arti Berjuang Menyusuri ruas jalan yang berlikuBetapa sibuknya suasana di sore iniSetiap orang mengejar mimpi masing-masingSampai terlelap di malam hariLalu bangun, kembali mengejar mimpi Aku...

Puisi: Katakan pada Izrail

0
Katakan pada Izrail Katakan Pada IzrailNyawaku masih sanggup berdoaJangan dicabut sebelum lelapRindu ini berteriak ke nabi-nabi Biarkan aku berlayarMendatangi roh-roh perintahSeberat ombak mencapai puncakSekeras batu dilabuhi...

Puisi: Airin, Bertahanlah Sayang

0
Airin, Bertahanlah Sayang Airin..Aku menatapmu lamat-lamatLisanku tak henti menyebut asma-NyaWajah senduku, basah air mata Aku mendapatimu di Ruang IsolasiVirus yang bertahan di darahmu, semakin menjadi-jadiAku diam:...

TRENDING TOPIK