Puisi: Suara Pengadilan

0
Suara Pengadilan : menghayati Surah Al-Mujadilah i.wahai orang nan beriman & bertakwa;tika diminta memberi pengadilan pada sesamaberilah pengadilan semampu & seadanya —moga Allah memberi pengadilan padamu...

Puisi: Angsa Putih

0
Angsa Putih Sunyi senyap malam nirvanagejolak rembulan mulai tampak di ujung mataandai saja waktu masih tersisaangsa putih berlayar di bawahnya Takkan lupa gerai bulu indahnyayang ku...

Puisi: Menyimpan Matahari

0
Menyimpan Matahari Anakku,aku pernah menggendong musimhari-hari pecah di pundak,keringnya merambat sampai ke sumsum,seperti gurun yang rindukan hujanberabad-abad lamanya. Aku berjalan tanpa lelahdi jalan-jalan yang menanggalkan namanya...

Puisi: Rindu di Fase Paling Lama

0
Rindu di Fase Paling Lama Menyeberangi rinduKini sudah berbatas statusTak bisa lagi menukar peristiwaSebab waktu memenggal rasaSemua berbeda Deburan kasihBermanuver di kalbuMenyimpan dua kemungkinanYang tak bisa...

Puisi: Hujan

0
Hujan Hujan ini bayi kecilyang dihulurkan oleh langitsaat tangan kemarau berdebu di perkebunan. Ia merintih dan menangisdalam bedung daun dan akaria mengusir kering sunyi dari relung...

Puisi: Aku Belum Pernah Setakut Ini!

0
Aku Belum Pernah Setakut Ini! Suara pujian Tuhan menggemaSaat fajar membuka cahayanyaAku seperti air langit jatuh perlahanTerperangkap genanganMengepung dari segala arah Lidah keluJantung berdetak kencangKedua kaki...

Puisi: Gurih Sekaleng Janji

0
Gurih Sekaleng Janji berdirinya merekadi hadapan gerai kata-katakarena dipelawamencicipi gurih sekaleng janji saat mengunyah,mereka tak menyadaribahasa bujukan adalah inti manisyang pelan-pelan lumerdalam rongga pikiranhingga terkikis geraham...

Puisi: Lafaz Rindu Seorang Pendosa

0
Lafaz Rindu Seorang Pendosa di ambang kekhilafandan tabir dosa yang kusulam sendiriaku berdiri-pilumencari sisa cahayayang pernah kutinggalkan gelumang jijik inibukan kerana hati terlalu mencintai dosatetapi kerana...

Puisi: Puzzle

0
Puzzle tak perlu kau mencari huruf apayang hilangmelafal angka-angka demikianberjalan lurus ke depanseperti ingatan puzzlediurutkan secara diagonalbacalah hati-hatisebab kau tak tahu kapan angin ributberebut mengaburkan...

Puisi: Kedai Kopi Tua di Seberang

0
Kedai Kopi Tua di Seberang sambil meneguk kopi panasseparuh kenangan dihirupdi tumit pagi merah tulisan jawi berdiri megahmenyambut tetamuberkongsi kisah dan rasaaroma kopi kotadi bawah langit...

TRENDING TOPIK