Puisi: Di Tepian Ranu Kumbolo
Di Tepian Ranu Kumbolo
Kamu mengerti?Aku memanjat di atas 2400 meter dari permukaan lautMenggendong tas seberat laki-laki dewasaMelintasi pematang yang ditelan pepohonanSayangnya, semangka yang kucari...
Puisi: Kaca yang Belum Rapat
Kaca yang Belum Rapat
Kau datang dengan langkah yang tak berisikMembawa cahaya yang lembut dan sabarTapi aku masih tinggal di antara puingDimana setiap dekapan bisa...
Puisi: Ragu Samar
Ragu Samar
Siapa yang menyangka?Fajar sebentar lagi datangAku terbaring dalam hangat yang ganjilMengapa rasanya tak sekadar mimpi?
Lama kusembunyikan satu namaTak pernah kuberi ruang untuk nyataLalu...
Puisi: Makan Siang
Makan Siang
ada anak kecil dalam salah satu ruanganmenghabiskan semangkuk buburpagi hari ketika ia tidak juga bangunsebelum headline penuh sayap bergelimpangandari barat sampai timurlalu barat...
Puisi: Malam, Seharum-Harumnya Malam
Malam, Seharum-Harumnya Malam
MalamYang dituruni ayat-ayat menghunjamDan harum bunga yang menyeruak di antaratubuh-tubuh berkelindanAdakah malam yang lebih indahdaripada malam kian yang kita resapi, Sayang?Ditaburinya bau...
Puisi: Modus Mencari Operandi
Modus Mencari Operandi
Gula gulipat kuasa terkepalLomba nafsu mengukir kunci serakahPekik heroik bernama pundi-pundiBangkitkan birahi bawah mejaLuhur terantuk di pintu kesesatanJujur terkubur di palung antah...
Puisi: Badai, Tuan
Badai, Tuan
Getaran di antara gemuruh yang mematahkan arahTuan murka, langit dikoyak dan kilat menggugat teriakan orang menyeimbangi raungan petir.Sebab badai hanya akan menghanyut akar...
Puisi: Keringat
Keringat
Tiada sesiapa memintamu lemparkan benihsedang orang sibuk menanam.
Kau tahu, lahantidak pernah menghampakan.
Keringkat tumpahbukanlah suatu luka yang mematikan.
Sejak tunas tumbuhhidup seperti bermula lagi dan lagi.
Kala...
Puisi: Pohon yang Gugur
Pohon yang Gugur
Hujan sudah lama tak menyapamuDan mendung hanyalah anganDalam pelukan erat tubuhmu.
Angin telah menggugurkan satu-persatuMatahari telah membakarkuDi tengah jeritan tanpa suara.
TuhanBisakah aku menelan...
Puisi: Mengayuh Harapan, Menjaga Budaya
Mengayuh Harapan, Menjaga Budaya
Fajar menyingsing di tepian Kuantan,Kabut tipis menari di atas aliran,Riuh suara mulai berbalas pantun,Tanda pacu jalur segera diturunkan.
Kayu panjang terukir penuh...




























