Puisi: Di Tepian Ranu Kumbolo

0
Di Tepian Ranu Kumbolo Kamu mengerti?Aku memanjat di atas 2400 meter dari permukaan lautMenggendong tas seberat laki-laki dewasaMelintasi pematang yang ditelan pepohonanSayangnya, semangka yang kucari...

Puisi: Kaca yang Belum Rapat

0
Kaca yang Belum Rapat Kau datang dengan langkah yang tak berisikMembawa cahaya yang lembut dan sabarTapi aku masih tinggal di antara puingDimana setiap dekapan bisa...

Puisi: Ragu Samar

0
Ragu Samar Siapa yang menyangka?Fajar sebentar lagi datangAku terbaring dalam hangat yang ganjilMengapa rasanya tak sekadar mimpi? Lama kusembunyikan satu namaTak pernah kuberi ruang untuk nyataLalu...

Puisi: Makan Siang

0
Makan Siang ada anak kecil dalam salah satu ruanganmenghabiskan semangkuk buburpagi hari ketika ia tidak juga bangunsebelum headline penuh sayap bergelimpangandari barat sampai timurlalu barat...

Puisi: Malam, Seharum-Harumnya Malam

0
Malam, Seharum-Harumnya Malam MalamYang dituruni ayat-ayat menghunjamDan harum bunga yang menyeruak di antaratubuh-tubuh berkelindanAdakah malam yang lebih indahdaripada malam kian yang kita resapi, Sayang?Ditaburinya bau...

Puisi: Modus Mencari Operandi

0
Modus Mencari Operandi Gula gulipat kuasa terkepalLomba nafsu mengukir kunci serakahPekik heroik bernama pundi-pundiBangkitkan birahi bawah mejaLuhur terantuk di pintu kesesatanJujur terkubur di palung antah...

Puisi: Badai, Tuan

0
Badai, Tuan Getaran di antara gemuruh yang mematahkan arahTuan murka, langit dikoyak dan kilat menggugat teriakan orang menyeimbangi raungan petir.Sebab badai hanya akan menghanyut akar...

Puisi: Keringat

0
Keringat Tiada sesiapa memintamu lemparkan benihsedang orang sibuk menanam. Kau tahu, lahantidak pernah menghampakan. Keringkat tumpahbukanlah suatu luka yang mematikan. Sejak tunas tumbuhhidup seperti bermula lagi dan lagi. Kala...

Puisi: Pohon yang Gugur

0
Pohon yang Gugur Hujan sudah lama tak menyapamuDan mendung hanyalah anganDalam pelukan erat tubuhmu. Angin telah menggugurkan satu-persatuMatahari telah membakarkuDi tengah jeritan tanpa suara. TuhanBisakah aku menelan...

Puisi: Mengayuh Harapan, Menjaga Budaya

0
Mengayuh Harapan, Menjaga Budaya Fajar menyingsing di tepian Kuantan,Kabut tipis menari di atas aliran,Riuh suara mulai berbalas pantun,Tanda pacu jalur segera diturunkan. Kayu panjang terukir penuh...

TRENDING TOPIK