Puisi: Kita adalah Nasib bukan Takdir
Kita adalah Nasib bukan Takdir
Dalam mata,kami membaca rajah rajah awantirai langitnya infiniti,wajah anginnya juga simetristetapi mengapa mesti bersengketa?,yang benar, kita semuanya, manusia.Perbezaannya, kita yang...
Puisi: Berpulang ke Pengasingan
Berpulang ke Pengasingan
tiada lagi kita, di sana
di malam, aku sempat bergeming,berkali-kali, hingga berakhirmenegaskanmu, bagaimana kita?
menjadi permulaan kita terasing—puncaknya, tiada lagi kebiasaanyang menjelma istimewa.
sedang aku,...
Puisi: Hujan
Hujan Umpatan
Dia jatuh begitu lebatMembawa serta gemuruhnyaYang membuat takutSetelah kepergiannyaDia meninggalkan banjirHingga sulit untuk melangkahTetapi dia tak benci awannyaSebanyak apapun umpatanSebanyak apapun dijatuhkanDia kan...
Puisi: Secawan Kopi Takdir
Secawan Kopi Takdir
(I)Di rumahibu menjeling gelisahasyik bergulat melawan fakir
Di dapuribu memarahi resahasyik berendam di dalam takdir
Ayah menghirup secangkir kopinyala bara di dadanyaseperti lahar berapimengalir...
Puisi: Pasir Cinta
Pasir Cinta
Sebutir pasir di padang tandusGersang tiada tanda kehidupanSemuanya hangus terbakar mentariDan terinjak-injak oleh para pengembara
Semuanya diam menunggu hujanSemuanya bisu menanti setetes embunUntuk memberikan...
Puisi: Izinkan Kami Mengenangmu
Izinkan Kami Mengenangmu
-Kepada Pak Anang dan Bu Susi
Izinkan kami mengeja namamuDalam aksara yang kami ciptakan sendiriKami tulis perlahanSejajar kata-kata penuh isyarat makna
Izinkan kami mengingat...
Puisi: Cerita Kita di Khatulistiwa
Cerita Kita di Khatulistiwa
-Kepada Pak Anang dan Bu Susi
Kita tak mengerti ntah kabar apa yang kita dengar pagi tadiMenyentak tanpa jedaTersimpul di bilik hati terdalamBerpisah juga kita,...
Puisi: Perjuangan Mencari Masa Depan
Perjuangan Mencari Masa Depan
Sebuah perjuanganmenggeledah masa depansimpang siurnya bukan mudah
Hadirnya berteman pengorbanansebuah perang tiada mengenal putus asasiap siagakan senjata ampuhmenembak tepat ke sasaran alasanhingga...
Puisi: Malam yang Merdu
Malam yang Merdu
Entah pada siapa yangperlu kukabari prihal angin yang mengayunkandaun malam yang melambai-lambaiditemani cahaya kunang-kunang di ujung duburnya
Sebelum kau mabuk kepayang, angin merayu...
Puisi: Syurga yang Dirindukan
Syurga yang Dirindukan
Di celah waktu sebatas senjatersemat rindu yang abadipada syurga nan hakikitempat jiwa bersandar tenang
Cahaya memeluk lembuttanpa bayang kesedihanhembusan angin sucimembisikkan zikir tanpa...




























