Puisi: Seluang Melaut
Seluang Melaut
Ikan seluang berenang jauhMelintas lautan bermain gelombangMeniti buih-buik ombakMencari rezeki di tengah kotaBersusah payah memerah keringatNamun apabila tiba Syawal menjelmaAnak seluang berenang pulang...
Puisi: Serigala dalam Dada
Serigala dalam Dada
Serigala, diamdalam dada gembalamengintai domba alpamengasah taring renjana
Bugar rumput di laman tetanggadomba melompat ke mulut serigala
Dingin kali di rekah buanagembala terlena menghitung...
Puisi: Oasis Kehidupan
Oasis Kehidupan
Desir anginmenerbangkan debu kehancuranjauh merentas horizonhanya gunungan pasirmenjadi pusara harapantandus, mati.
Di sebalik gurunan gersangkuntuman mawar merahmekar di oasis kehidupanterpancar titisan kasih Tuhanmenyemai impian...
Puisi: Patah yang Tak Lagi Tumbuh
Patah yang Tak Lagi Tumbuh
Di dada yang ringkih, luka mengendap dalam bisu,Seperti dahan tercabut akar, tak lagi menjanjikan tunas,Hanya bayang kenangan mengiris, menyisakan perih...
Puisi: Serumpun Saling Menyantun
Serumpun Saling Menyantun
Kitalah bangsa berbudidari rumpun Melayu yang cekal hatidewasa dalam amalan tradisibiarpun dirempuh alam globalisasikekal utuh berperibadimengangkat harkat bangsatanpa ada putus asa.
Rukun Melayu...
Puisi: Surat dari Laut
Surat dari Laut
Dengan surat iniAku datangkan rinduku dari riuh ombakAgar tak ada yang mencintaiku setengah jiwa
Dengan surat iniAku titipkan kedalaman samudrakuAgar semua orang tahu...
Puisi: Jejak yang Terhapus
Jejak yang Terhapus
Dalam desah dedaunan yang meratap,Kau lenyap, tinggalkan hampa yang mengangalangkah yang pernah kita rajut,Kini tenggelam dalam sunyi
Kita, dalam simfoni warna kehidupan,Yang merangkai...
Puisi: Menanti Kad Lebaran
Menanti Kad Lebaran
Setia menanti tibanya kad rayabagaikan menanti malam seribu bulanSebaik waktunya kad lebaran tibabergegas keinginan rasamenjengah ucap dan pesan kataterhimpun dalam uncang bicarapasti...
Puisi: Senyuman Lebaran
Senyuman Lebaran
Dalam keriuhan cahaya syawaltiada siapa yang tahu dan peduliada kepingan hati yang sepimerindui mereka yang telah lama pergi.
Senyuman lebaran yang dilemparkantidak ubah suatu...
Puisi: Muka Tembok
Muka Tembok
Banyak sudah terlihat zaman sekarangRasa dan perasaan semakin berkurangBagaikan pasak dan tiang telah renggangDemi kepuasan, demi kekuasaan seorang
Sungguh kejam tiada punya maluSemua dianggap...




























